
MEDIALITERASI.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berupaya membenahi infrastruktur kota Meulaboh pasca tsunami Desember 2004, demi meningkatkan estetika kota dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan.
Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah renovasi Tugu Pelor, ikon kota Meulaboh yang terletak di persimpangan Jalan Nasional, Jalan Iskandar Muda, dan Jalan Teuku Umar. Kegiatan renovasi ini dimulai pada 22 April 2025 dan ditargetkan rampung pada 21 Juli 2025.
Penanggung jawab kegiatan, Sutrisno, menyampaikan bahwa anggaran renovasi bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Mifa Bersaudara, dengan nilai sebesar Rp83 juta.
“Renovasi meliputi perubahan warna tugu dari cokelat keemasan menjadi putih dan hitam. Selain itu, ditambahkan plang nama ‘Simpang Pelor’ dan dilakukan peninggian pada permukaan bundaran,” jelas Sutrisno kepada wartawan, Selasa (24/6/2025).
Ia menambahkan, sejumlah ornamen pendukung juga ditambahkan guna memperindah tampilan tugu yang menjadi simbol kawasan Johan Pahlawan, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.
Selain Tugu Pelor, Pemkab Aceh Barat juga tengah merevitalisasi jalur pedestrian di Jalan Gajah Mada sepanjang sekitar 700 meter, dari Simpang Rundeng hingga Simpang Kisaran. Proyek ini juga didanai melalui CSR PT Mifa Bersaudara dengan total anggaran sebesar Rp1,4 miliar.
“Revitalisasi ini mencakup pembangunan jalur khusus pejalan kaki dari batu alam, pemasangan kursi taman, lampu jalan bergaya klasik, serta taman kecil,” ujar Sutrisno.
Pemerintah daerah berharap, melalui pembenahan infrastruktur dan penataan ruang kota ini, wajah Kota Meulaboh semakin menarik dan nyaman, serta mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Teuku Umar. [EQ]







