Home / ACEH / BERITA

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:12 WIB

Ketua LPMA: Kelangkaan Solar Hambat Ketahanan Pangan di Aceh, Pertamina Harus Ditegur!

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Di tengah gencarnya Presiden RI menggalakkan program ketahanan pangan nasional, situasi di Aceh justru menunjukkan ironi. Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Aceh, khususnya para pelaku transportasi, mengeluhkan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU. Akibatnya, distribusi bahan pangan antarwilayah di Aceh terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas harga serta pasokan pangan.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pengelola Migas Aceh (LPMA), Dr. Bukhari, M.H., CM., menyampaikan kritik terhadap Pertamina wilayah Aceh yang dinilai kurang mendukung kebijakan strategis nasional tersebut.

“Program ketahanan pangan Presiden sangat bagus, tapi kenyataan di Aceh justru sebaliknya. Solar langka, truk-truk pengangkut bahan pangan terhambat. Ini jelas mengganggu distribusi pangan. Saya melihat Pertamina wilayah Aceh belum menunjukkan komitmen yang sejalan dengan program nasional tersebut,” tegas Dr. Bukhari di Lhokseumawe, Selasa (27/5/2025).

Baca Juga  Polres Aceh Barat Tertibkan Antrian BBM Subsidi di SPBU

Ironisnya, kelangkaan solar ini terjadi menjelang Hari Raya Idul adha, saat permintaan terhadap bahan pangan, daging, dan kebutuhan pokok lainnya meningkat tajam.

“Jelang Iduladha, harga pangan sudah mulai naik. Kalau distribusi terganggu karena solar langka, bisa-bisa harga makin melonjak dan rakyat makin terbebani. Ini harus segera disikapi,” kata Bukhari.

Menurutnya, kondisi ini bukan hanya persoalan teknis distribusi BBM, melainkan menyangkut keadilan sosial bagi daerah penghasil migas seperti Aceh.

“Aceh ini provinsi penghasil migas. Masa masyarakatnya harus antre panjang bahkan sulit mendapatkan solar? Ini bukan hanya masalah distribusi, tapi juga soal keadilan. Pertamina harus berlaku adil!” ujarnya.

Baca Juga  Saling Bongkar di Kalangan Pers, Ada Apa dengan Media di Sumenep?

Dr. Bukhari juga mendorong Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk turun tangan menegur Pertamina wilayah Aceh.

“Kita minta Menteri ESDM tidak tutup mata. Jangan biarkan Pertamina bekerja semaunya di daerah penghasil migas seperti Aceh. Tegur mereka, evaluasi sistem distribusinya, dan pastikan pasokan solar untuk transportasi pangan tidak terganggu,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kelangkaan BBM ini bukan hanya menghambat distribusi logistik, tetapi juga bisa memicu inflasi, kelangkaan pangan, dan keresahan sosial di tingkat akar rumput.

“Kalau distribusi pangan terganggu, harga bisa melonjak, pasokan terganggu, dan rakyat akan panik. Ini bisa jadi bom waktu jika tidak segera diatasi,” tutupnya. [**]

Share :

Baca Juga

Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah

BERITA

Tgk Zulfikar Harapkan Peningkatan Sarana Pendidikan pada Hari Santri Nasional 2026

Ekonomi

BREAKING: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD Mulai Hari Ini – Arahan Survival Mode Prabowo

ACEH

BREAKING: Kapolri Cek Langsung Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie – Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia Terbongkar!

ACEH

Geger! Pabrik Sabu 1,2 Ton Blue Ice Jaringan Golden Peacock Digerebek di Pidie, 11 Tersangka Ditangkap, 2 WNA Jadi Koki

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan