Home / OPINI

Jumat, 7 Maret 2025 - 05:14 WIB

Penunjukan Mawardi Nur Sebagai Dirut PT PEMA Sudah Tepat

Penulis : Muntasir Ramli 

OPINI – Penunjukan Mawardi Nur, SE oleh Mualem – Dek FAD (Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh) sebagai Direktur Utama (Dirut) PT. Pembangunan Aceh (PEMA) sudah tepat. “Anak Muda” yang memiliki jaringan luas ditingkat lokal, nasional dan internasional.

Mawardi Nur memiliki background aktivis, menguasai manajemen bisnis dan Pembangunan Daerah. Lulusan Universitas Trisakti Jakarta dan University of California Irvine, Amerika Serikat serta pernah menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Aceh Timur dan Ketua DPD TIDAR Aceh saat ini.

Aceh itu butuh regenerasi, perubahan dan perbaikan. Penunjukan Mawardi Nur, diyakini mampu meningkatkan performa Perusahaan Plat Merah dalam pengelolaan potensi sumber daya ekonomi Aceh.

Baca Juga  Forbina Desak Audit Total PEMA atas Bisnis PGE

Saya dan Mawardi Nur pertama kali bertemu di Jakarta, ia menempuh Pendidikan di Universitas Trisakti dan saya menempuh Pendidikan di Pasca Universitas Indonesia.

Kami pernah bekerja di komplek yang sama di Senayan, Mawardi Nur dipercaya sebagai Staf Ahli DPD RI dan saya sebagai Tenaga Ahli DPR RI.

Oleh sebab itu, penunjukan Mawardi Nur yang memiliki jaringan yang luas dan background Pendidikan yang linear sebagai Dirut Utama PT. PEMA Aceh, bukan “sesuatu” meminjam istilah Syahrini, hal yang kemudian melahirkan kontroversi sebagai “ponaan paman” dalam mempengaruhi keputusan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Baca Juga  KIP Aceh Tetapkan Mualem - Dek Fadh Sebagai Pemenang Pasangan Gubernur Aceh

Selama Pemuda itu memiliki kualifikasi dan kompetensi. Sejatinya, perlu didorong dan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkarya dan berinovasi dalam memajukan daerahnya agar Anak-anak muda semakin banyak yang terlibat dalam pembangunan daerah.

InsyaAllah, ditangan Pemuda, Aceh menuju perubahan positif, bagi pengelolaan sumber daya dan perekonomian Aceh.

Share :

Baca Juga

OPINI

Aceh Darurat Pendidikan: Ijazah Bertambah, Nalar Menghilang

OPINI

Putusan MK 128/PUU-XXIV/2026 dan Jalan Panjang Keadilan Politik Perempuan

OPINI

Kenapa Orang Pintar Banyak yang Boncos? Rahasia “OS Mental” di Balik Sukses Finansial

EDUKASI

Ketika Guru Membangun Peradaban di Tengah Kebisingan Publik

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika