Home / ACEH / BERITA

Senin, 9 Desember 2024 - 22:57 WIB

Formatif Diharapkan Jadi Garda Terdepan Tolak Politik Uang

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Forum Warga Pengawasan Partisipatif (Formatif) yang dibentuk Panwaslih Kota Lhokseumawe diharapkan berada di garda terdepan untuk menolak politik uang (money politic) baik dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah. Dalam jangka panjang, Formatif menjadi proyek percontohan untuk memperkuat pengawasan dan demokrasi yang berbasis partisipasi masyarakat.

Politik uang yang terjadi di pemilu dan pemilihan kepada daerah, pada akhirnya hanya akan merugikan masyarakat untuk jangka panjang. Proses pemilu dan pemilihan kepala daerah tidak mampu melahirkan pemimpin yang jujur dan beritegritas, tetapi pemimpin yang memiliki modal besar.

“Ketika terpilih, hal pertama yang dilakukan adalah mengembalikan modal yang sudah dihabiskan untuk mempengaruhi pemilih. Modal ini bisa lebih besar dari gaji yang mereka peroleh sebagai pemimpin,” papar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Panwaslih Provinsi Aceh, Maitanur, di Lhokseumawe, Senin (9/12/2024).

Baca Juga  Ketum PWDPI, Nurullah Tanggapi Hak Jawab Unila Dugaan Proyek 'Abal-abal'

Pernyataan itu disampaikan Maitanur ketika memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Formatif di Lhokseumawe periode 2024 – 2029. Formatif adalah sebuah forum warga yang dibentuk Panwaslih untuk mendorong lahirnya pengawasan partisipatif dalam berbagai pemilihan. Panwaslih Kota Lhokseumawe menetapkan Kampung Jawa Lhokseumawe sebagai titik pembentukan Formatif.

Maitanur juga mengharapkan dukungan Pemkot Lhokseumawe untuk berbagai program dan kegiatan Formatif ke depan. Program dan berbagai pihak, katanya, bisa melibatkan Formatif sehingga pada akhirnya komunitas ini bisa menjadi proyek percontohan inisiatif masyarakat dalam berbagai bidang.

Asisten I Pemkot Lhokseumawe, Muhammad Maxalmina, mengatakan pihaknya siap mendukung program dan kegiatan Formatif di Kampung Jawa Lhokseumawe.

“Semoga nanti Formatif ini tidak hanya ada di Kampung Jawa, tetapi juga di desa lain yang ada di Lhokseumawe,” ujar Maxalmina yang juga berharap Formatif bisa berperan dalam pemilihan kepala desa secara langsung.

Baca Juga  Kejaksaan Agung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan Kemendikbud ristek

Sementara Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, Dedy Syahputra, mengingatkan pengurus Formatif terlibat dalam politik uang dalam berbagai pemilihan karena kasus itu menjadi preseden buruk dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Panwaslih Kota Lhokseumawe, Ayi Jufridar, menyebutkan Kampung Jawa Lhokseumawe dipilih sebagai titik pembentukan Formatif karena berbagai dinamika yang ada.

“Selain pemilihnya banyak, masyarakat Kampung Jawa juga sangat heterogen, di samping di sini juga ada TPS khusus,” ujarnya.

Kepala Desa Kampung Jawa, Samsul Bahri, menyebutkan kepercayaan Panwaslih Kota Lhokseumawe menetapkan Formatif harus dijaga dengan program kerja nyata. Ia mengharapkan Formatif bisa memberikan manfaat bagi pertumbuhan demokrasi yang lebih baik ke depan. [Muntazar]

Share :

Baca Juga

BERANDA

4 Peristiwa Hukum Pekan Ini: Dari OTT Bupati Pemalang hingga Putusan MK Soal Anggaran MBG

ACEH

Baitul Mal Aceh Buka Investigasi Dugaan Potong Bantuan, Tegaskan Bukan Kebijakan Lembaga

ACEH

Tabrak Lari Lansia di Peureulak Timur Terungkap, Polisi Amankan Innova Hitam dan Tersangka

BERITA

1.105 Personel Gabungan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

BERANDA

Target 80.000 Koperasi Desa Merah Putih Berjalan, Publik Menanti Bukti Nyata di Lapangan

BERANDA

Di Usia 40 Tahun, Kiper Cape Verde Vozinha Raih Kontrak Terbesar Karier Bersama Colo-Colo

BERITA

BI Aceh Serahkan Lima Ton Limbah Uang Rusak ke SBA untuk Bahan Bakar Alternatif Semen

BERANDA

Dua Warga Aceh Didakwa Selundup 147 Kg Sabu di Perairan Pulau Pinang, Terancam Hukuman Mati