Home / OPINI

Kamis, 4 Januari 2024 - 03:06 WIB

Pejuang Sejati, Selalu Mempersiapkan Diri untuk Menghadapi Kekalahan

Oleh :
T.M. Jamil
[Associate Profesor
Ilmuwan Politik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh]

PADA Suatu hari beberapa bulan yang lalu, salah seorang sahabat terbaik saya, datang untuk menjumpai saya di suatu tempat, lalu tiba-tiba dia bertanya : “Pak TM, apa yang harus kita lakukan jika kita ini selalu gagal, kalah, atau “dikalahkan” dalam sebuah perjuangan atau permainan?”. Hhhmmm … saya hanya diam dan tersenyum saja saat itu. Kemudian, saya mengamati dan sangat terlihat pada raut wajahnya, seperti dia marah dan kecewa karena saya hanya tersenyum ketika dia bertanya.

Mencermati kenyataan itu, pada akhirnya saya mencoba untuk menjadi bagaikan seorang konsultan ulung, berusaha dengan rasa empati saya memberikan beberapa catatan kepada sahabat saya tersebut agar bisa melihat masa depan kita dengan cara lebih baik. Nah, inilah kira-kira penjelasan saya waktu itu. Semoga saja bermanfaat juga bagi pengunjung dan pembaca media ini. Insya Allah, berkah. Amin, Ya Rabbal ‘Alamiin.

SAHABATKU YANG DICINTAI ALLAH … SETIAP ORANG pasti ingin menang dan sukses dalam setiap perjuangan dan dalam menjalani hidupnya. Akan tetapi, sayangnya realitas itu tak berbanding lurus dengan impian dan harapan kita. Kalah dan menang merupakan risiko bagi setiap orang yang memiliki mimpi serta rencana di masa depan. Begitulah nasehat orang-orang tua kita dulu.

Memang, Menghadapi kekalahan, musibah, atau kekecewaan bukanlah hal yang mudah, apalagi kita sudah terbiasa dan acap kali menang serta selalu hidup dengan bergelimang kenikmatan dunia. Dengan demikian, jangan heran jika kemudian banyak orang yang sulit menerima kenyataan pahit tersebut. Alhasil mereka pun merasa malu, marah, kecewa, kesal, bahkan mendendam. Lebih parah lagi menuding lawan atau permainan itu tak jujur dan berusaha untuk membenarkan diri sendiri. Astaghfirullahal Adhiem … Ini bukanlah sikap insan yang bermartabat.

Saudaraku, Ingatkan lah diri kita masing-masing untuk jangan berlarut-larut mengenang dan menikmati kegagalan dan kekalahan dalam menjalani hidup ini Seperti dikutip dari Minority Fortune. Akan tetapi, hadapilah kekalahan atau kegagalan itu dengan cara berikut ini :

BELAJAR IKHLAS. Dalam kehidupan ini, terutama di dunia kerja, karir dan bisnis, kekalahan dan kemenangan merupakan sesuatu yang sangat lumrah terjadi, suka atau tidak suka, kita harus menerimanya dengan lapang dada dan berjiwa besar. Apabila sekarang kita berada di pihak yang kalah, sangatlah manusiawi untuk merasa kecewa dan bersedih, tapi jangan biarkan rasa terpuruk mendominasi semangat dalam waktu yang lama. Sebab, bagaimana pun kesedihan kita itu tak akan mengubah kekalahan yang telah kita alami. Begitu juga yang merasa unggul dan menang janganlah bersikap angkuh dan sombong. Karena kesombongan itu hanya sifat dan milik syetan. Astargfirullahal ‘Adhiem.

Baca Juga  Kang Emil, Sudahlah Batalkan Saja Berhala Patung Soekarno 

BELAJAR DARI KEKALAHAN. Daripada terus menyesal dan fokus pada kesalahan atau kegagalan yang menyebabkan kita gagal selamanya, lebih baik ubahlah menjadi pengalaman yang inspiratif, untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi di masa depan. Pasalnya, kompetisi atau permainan tidak hanya berbicara soal kalah dan menang, tetapi untuk melatih diri menjadi lebih baik dari sebelumnya. Itulah cara dan sikap orang dan calon pemimpin besar.

Lihatlah di sekitar kita, betapa banyak orang yang arif, dan cerdas, namun dia tak pernah berhasil untuk menjadi terbaik di lingkungannya, akan tetapi dia bahkan sangat sukses, dikagumi dan didengar pendapatnya di tempat lain. Begitulah romantika kehidupan. Maka jangan pernah sia-siakan tenaga dan pikiranmu. Mungkin disini kita gagal, tapi yakinlah hari esok masih menantikan kita untuk bisa tersenyum.

MELANGKAH KE-DEPAN. Pesan saya, Terimalah kekalahan sebagai pengalaman yang membangun dan mendidik diri sendiri untuk lebih mengembangkan kemampuan di masa depan nanti. Segeralah melangkah meninggalkan masa lalu, dan tantang diri dengan sesuatu yang baru dan realistis sebab melalui kekalahan dan kegagalan, kita akan menjadi lebih bisa memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Itulah sikap pahlawan dan pejuang sejati. Tanamkanlah dalam jiwa kita, jika satu pintu tertutup, yakinlah masih ada ribuan pintu pengabdian lagi terbuka bagi insan yang cerdas.

MULAI DENGAN AKTIVITAS BARU. Tak semua orang bisa dengan mudah menerima kekalahan dengan ikhlas dan kepala dingin. Umumnya, mereka melampiaskannya dengan amarah dan emosi. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan dan merugikan, coba alihkan aktivitas kita dengan jenis kegiatan yang berbeda. Hal yang demikian bisa membuat semua kita untuk melupakan kekalahan, menjadikan kita sebagai orang yang bersyukur, meningkatkan kepercayaan diri, dan mendapatkan pengalaman atau petualangan baru serta lebih menyegarkan dalam menata hidup hidup untuk lebih berarti.

Ingatlah, keluargamu jauh lebih berarti untuk diperhatikan daripada hanya sibuk untuk berjuang memperhatikan orang lain, sementara orang yang ingin kita perhatikan tak pernah memberikan perhatian dan menghargai kita. Meski kita telah berusaha dan membelanya selama ini. Serahkanlah diri dan cita-cita mulia kepada Allah, karena DIA lah yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Baca Juga  Asam Sulfat, Gemoy dan Gaspol Kebodohan

CITRA DIRI. Bangun kembali image atau citra diri kita yang sempat terpuruk atau gagal dengan hasil kerja yang lebih memukau, dikagumi dan inspiratif dari masa-masa sebelumnya. Tunjukkanlah kesuksesan diri kita pada mereka yang pernah meragukan kemampuan kita selama ini. Jangan berkecil hati, ingat saja bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, jika kita masih bisa menggunakan akal yang benar dalam berpikir dan bertindak. Ingat…, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Menerima kekalahan dalam sebuah perjuangan, itulah sikap dan jiwa pemenang sejati.

Bagi saya pribadi, kalah atau menang itu tak terlalu penting. Yang jauh lebih penting adalah kita harus memiliki potensi diri. Jika kita memliki kemampuan intelektual dan potensi diri yang baik, Insya Allah dan Alhamdulillah … posisi dan kedudukan itu tak perlu untuk direbut apalagi harus saling memperebutkan.

Karena bagi orang yang berkualitas itu, posisi, kedudukan dan kekuasaan tidak perlu “dicari atau diminta”, karena baginya posisi dan kedudukan lah yang “mencari dan memintanya”. Subhanallah … Untuk itulah kita harus berusaha dan berdo’a kepada Allah swt semoga kita menjadi insan yang “dicari dan ditunggu” oleh ummat dan kita tidak menjadi sebagai insan yang “mencari posisi atau kedudukan” dengan menggadaikan ummat. Aamiin, Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamiin.

Akhirnya, sebagai penutup catatan ini – Ketahuilah, Tidak ada kemenangan, jika tidak ada pihak yang terkalahkan. Untuk itu, bersabarlah untuk menjadi insan terhormat dan layak untuk dihormati. Semua orang yang sukses saat ini, mereka adalah orang orang yang pernah kalah. kecewa atau gagal berkali-kali di masa lalu.

Percayalah, Saudaraku… Jika hari ini kita menjadi ‘penonton’, yakinlah bahwa suatu saat kita akan menjadi ‘pemain’. Maka bersikaplah sebagai penonton yang baik atau pemain yang sportif. Jangan pernah “main-main” dalam meraih sebuah kemenangan atau kesuksesan – karena jika kita tidak hati-hati, maka kita akan menjadi bahan ‘permainan’. Na’uzubillahi Min Dzalik.

Share :

Baca Juga

OPINI

“Jangan Jual Aqidah Demi Nafkah”: Ajaran Agama Kita Ingatkan Pentingnya Memilih Pekerjaan Halal

OPINI

Merdeka dari Krisis Soft Skills: Menyiapkan SDM Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

OPINI

Perdamaian Harus Menjadi Energi Positif: Mendorong Aceh Menuju Kesejahteraan, Kemandirian, dan Kedaulatan Ekonomi

OPINI

Gas Aceh, Kita Dapat Apa? Antara Potensi Raksasa dan Realitas Warga yang Masih Gelap

OPINI

Likuidasi Jiwasraya Selesai, Publik Tanya: Rekomendasi Siapa dan Bagaimana Nasib Asabri?

OPINI

26 Tahun Bumi Flora: Ketika Kursi Kekuasaan Mengubur Konflik Agraria Aceh Timur

EDUKASI

Pendidikan Indonesia: Masih Fair atau Sudah Menuju Good?

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026