Home / BREAKING NEWS / HUKUM / POLITIK

Selasa, 15 Agustus 2023 - 09:48 WIB

Dek Gam : 18 Tahun Perdamaian Aceh Masih Jauh Dari Harapan Masyarakat Aceh

ACEH TIMUR – Masyarakat Aceh hari ini akan memperingati 18 tahun perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia. Perdamaian yang diteken di Helsinki, Finlandia pada tahun 2005 silam menjadi momen membangun Tanah Rencong dari keterpurukan.

15 Agustus menjadi hari paling bersejarah bagi rakyat Aceh serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Pada tanggal tersebut, kedua belah pihak yang berseteru dilarang mengakhiri konflik bersenjata setelah mengalami kesulitan.

Menurut Aqbar, Wakil Bidang Informasi dan Citra Publik DPW Muda Seudang Aceh Timur, hasil kesepakatan MoU Helsinki jauh dari harapan putra-putri Aceh, ada yang masih banyak yang belum terealisasi.

“Seharusnya dengan lahirnya perdamaian antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka, membuka peluang baru dan harapan baru bagi generasi muda dan rakyat Aceh. Tapi sudah 18 tahun damai Aceh, butir-butir perjanjian itu sampai hari ini masih jauh dari harapan kita rakyat Aceh, dan juga pelanggaran HAM di Aceh Belum Selesai, Maka dalam ini kami banyak harapan, agar MoU harus terealisasi semuanya,” kata pemuda yang akrab disapa Dek Gam.

Baca Juga  Istri Ungkap Dugaan KDRT, Rumah Tangga Evan Marvino Jadi Sorotan

Generasi muda salah satu ujung tombak menjaga perdamaian Aceh di masa depan. Pemuda memiliki pengaruh yang cukup kuat untuk menciptakan perdamaian di Aceh, Pemuda selalu punya pikiran kreatif dan inovasi terbaru, dianggap memiliki peluang besar ikut mempertahankan keberlangsungan perdamaian di Aceh.

Menurut Dek Gam , Generasi muda dan semua pihak terus mendorong upaya penyelesaian hasil perdamaian sesuai yang telah disepakati antara GAM dengan Pemerintah Indonesia, demi melestarikan dan menjaga perdamaian tetap berlangsung.

Baca Juga  Serap Aspirasi Rakyat, Muhammad Wali Anggota DPRA Partai PKB Lakukan Reses dan Turun ke Dapil

“Generasi muda harus mengambil peran memberikan kontribusi agar perdamaian ini berlanjut dan hasil perdamaian yang tertuang dalam MoU bisa terealisasi dengan baik,” Dek Gam.

Lebih Lanjut Dek Gam mengatakan Dibutuhkan suatu komitmen yang lebih dari Pemerintah Indonesia untuk menjalankan setiap butir kesepakatan yang ada di dalam MoU Helsinki dan UUPA. Dalam hal ini Presiden Jokowi harus bisa memastikan lahirnya semua turunan tersebut kedalam Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) sebelum masa jabatannya habis.

“Hal ini jelas akan menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakpercayaan masyarakat Aceh terhadap pemerintahan Indonesia karena masih banyak turunan UUPA yang ditahan bahkan tidak ditanggapi. Faktor awal yang mempengaruhi hal ini antara lain disebabkan karena rendahnya komitmen pemerintahan pusat terhadap pemerintahan Aceh” tutupnya.***

Share :

Baca Juga

ACEH

Kejari Langsa Selidiki Dugaan Pemerasan Dana Revitalisasi Sekolah 2026, Plt Kadisdik Dipanggil

ACEH

DPRK Aceh Timur dan BPN Bahas Penyelesaian Sengketa Lahan HGU, Dorong Kepastian Hukum untuk Masyarakat

BERANDA

Kapten I Made Surya: Beli Sabu 6 Kali dari Mayor Faisal yang Diselundupkan Lewat Pesawat CN 235

BERANDA

45 Anggota DPRD Gowa Sepakat Usulkan Pemberhentian Bupati Sitti Husniah, Berkas Dikirim ke MA

ACEH

Peringati 21 Tahun Damai Aceh, Bupati Aceh Timur Ajak Warga Doa Bersama dan Jaga Perdamaian untuk Anak Cucu

BERANDA

BNN Tangkap “Bos Gendut” di Jakarta, Hukum Tegak Tanpa Pandang Bulu

ACEH

Bara Api kembali Bakar Tiga Dapur Penyulingan Minyak Ilegal di Seumali Aceh Timur. 

BERANDA

Hukum Adil dan Beradab Diuji: 3 Pekan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Belawan Belum Ada SP2HP