Home / BERANDA

Kamis, 1 Juni 2023 - 02:30 WIB

TANTANGLAH DUNIA DENGAN PENAMU, HIDUPKANLAH ZAMAN DENGAN TULISANMU

Oleh :
T.M. Jamil
Associate Profesor
Akademisi, USK, Banda Aceh

JIKA MENGINGAT berbagai manfaat menulis, maka ada banyak manfaat yang saya peroleh dan dapatkan, setidaknya telah mendidik saya untuk menjadi insan yang sabar. Hanya dengan duduk santai di kamar tidur atau di perpustakaan pribadi rumah saya, misalnya, saya bisa menulis beberapa essay atau artikel yang saya posting di My Blog atau saya kirim ke berbagai media cetak atau media online. Tanpa diduga, besok atau selang beberapa hari berikutnya essay atau artikel saya pun dimuat dan dapat dibaca oleh pembaca di luar sana. Senangnya tuh di sini – di perasaan dan hati ini. Dengan demikian saya semakin percaya diri bahwa menulis adalah teman terbaik yang mempertemukan saya dengan kata-kata saya, dan dengan seluruh imajinasi saya. Juga, tentu saja dapat mempertemukan saya dengan pembaca atau orang-orang yang mengagumi, mencintai dan bahkan dengan orang-orang yang ‘membenci’ saya juga lewat karya dan tulisan saya.

Lalu, Mengapa Kita Harus Menulis Dan Terus Menulis? Pertanyaan semacam ini sebetulnya kerapkali saya jadikan sebagai pemantik alam pikiran saya agar berani berkata dan mengatakan apa yang ada di pikiran saya melalui berbagai tulisan yang saya simpan dan sebarkan ke berbagai media cetak dan media social lainnya. Sebetulnya saya hanya menulis hal yang biasa-biasa saja, dan bahkan mungkin menurut banyak orang tidak terlalu penting untuk ditulis. Lihatlah tulisan-tulisan saya itu tak ada yang hebat bukan? Namun di atas ketidak hebatan itulah hati saya merasa lega dan damai – karena saya telah berbuat, meskipun tak terlalu istimewa bagi orang-orang yang hanya cerdas menilai dan mengkritik, tapi tak pernah mau untuk berbuat. Semua penilaian itu saya terima dengan sangat senang hati dan berbesar hati, tentu sebuah senyuman juga.

Nah, sebagai upaya berbagi, berikut merupakan beberapa alasan mengapa saya suka dan harus menulis. Bahkan alasan berikut juga bisa jadi menjadi bagian dari alasan mengapa Anda mesti menulis. Iya kan?

Pertama, menulis dapat membantu saya menemukan siapa saya yang sesungguhnya. Di saat saya meletakkan pena di atas kertas atau tangan di atas keyboard laptop lalu mengungkapkan isi hati dan pikiran saya, saya pun memulai menemukan apa yang mesti saya ketahui tentang diri saya dan tentang dunia di luar sana. Dengan menulis, saya dapat mengetahui apa yang saya suka dan apa yang saya benci, apa yang menyehatkan saya dan apa yang menyakiti hati saya, apa yang kebutuhan saya dan apa yang bukan kebutuhan saya, apa yang mesti saya lakukan dan apa yang tak pantas untuk saya lakukan, apa yang saya hasrat kan dalam hidup saya dan yang tidak layak menjadi hasrat saya, apa yang patut saya berikan dan apa yang tak perlu saya berikan, apa yang pantas saya sampaikan dan apa pula yang tidak pantas untuk saya sampaikan. Seru dan mantap bukan?

Kedua, menulis dapat meningkatkan rasa percaya dalam diri saya. Dengan semangat dan penuh antusias saya terbiasa menulis : memenuhi file, kertas dan catatan harian saya. Saya mengisi semuanya dalam bentuk essay, artikel, opini, cerita, puisi dan serupanya sebagai upaya membangkitkan rasa percaya diri bahwa saya sebetulnya mampu, memiliki bakat dalam dunia kepenulisan. Dengan percaya diri yang terus berkobar membuat saya semakin terdorong dan berani mengambil risiko dalam menulis, apakah tulisan saya diterima oleh redaksi media cetak atau tidak, mau dibaca orang atau tidak – itu bukanlah urusan dan tujuan utama. Jadi, biasa saja… Bagi saya itu adalah bagian dari lakon kehidupan yang mesti saya lalui. Tak perlu heboh, cukup terima apa adanya. Bahasa kerennya, itu sudah takdir Allah Swt. Cukup evaluasi diri dan memperbanyak syukur kepada-Nya, serta memperbaiki kualitas tulisan untuk masa-masa berikutnya.

Baca Juga  Being A Star In Your Industry Is A Matter Of GAME

Ketiga, di saat menulis saya dapat mendengar secara jujur apa saja pendapat unik yang ada dalam diri saya. Dengan menulis memungkinkan saya berkomunikasi secara jujur dengan kata-kata saya dan pendapat saya tanpa penghalang seperti yang bisa saja saya lakukan di saat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain. Dengan menulis saya tidak menutup diri dengan diri saya sendiri seperti yang bisa saja saya lakukan di saat berkomunikasi dengan seseorang yang sensitif dengan cara komunikasi dan pilihan kata-kata saya. Ini bermakna, saya menulis bukan sekadar mengatakan apa yang mesti saya katakan, tapi juga berupaya untuk memahami bagaimana cara mengatakannya secara jujur dan apa adanya. Bisa saja yang saya suka, namun tak disukai oleh orang lain.

Bijak sekali ungkapan penyair terkenal William Stafford berikut ini : “Seorang penulis bukan hanya seorang yang ingin mengatakan sesuatu, tapi juga orang yang telah menemukan bagaimana cara menyatakannya”. Ya, saya memang bukan penulis, saya hanya suka menulis, bahkan sedang bangun cinta dengan dunia kepenulisan. Selebihnya, melalui aktivitas menulis saya akan menemukan pendapat saya yang unik—yang bisa jadi tak akan pernah saya temukan dengan cara lain, kecuali hanya dengan menulis.

Keempat, menulis menunjukkan apa yang dapat saya berikan kepada pembaca dan orang-orang yang saya hormati, kagumi dan cintai. Jika saya menulis, maka tentu ada saja yang suka dan menanti setiap tulisan saya. Ini bermakna, dengan menulis saya dapat memberikan sesuatu yang terbaik kepada pembaca dan orang-orang yang masih membutuhkan saya.

Sederhananya, jika saya berhenti menulis, maka sama saja dengan saya memutuskan hubungan silaturrahim dengan pembaca. Kenyataan ini sering kali terjadi ketika saya tak menulis banyak sahabat-sahabat saya bertanya : Pak TM, rasanya sepi banget hari-hari yang kami jalani, ketika saya tak membaca dan menerima kiriman tulisanmu …”. Begitulah kata-kata yang sering saya terima dari sahabat-sahabat terbaik saya. Biasanya, saya hanya diam dan tersenyum saja.

Kelima, dengan menulis saya dapat menelaah minat, bakat dan hasrat saya yang unik. Dengan menulis saya semakin tahu apa saja kelemahan sekaligus kekuatan saya, apa saja kekurangan sekaligus kelebihan saya selama ini. Jadi, menulis adalah timbangan dan pengukur terbaik bagi saya untuk melangkah dan terus melangkah.

Keenam, dengan menulis – saya dapat menemukan berbagai jawaban dari berbagai pertanyaan yang terlintas dalam pikiran saya, atau dari para pembaca di luar sana. Sebab dengan menulis saya terpaksa berpikir, mencari jawaban dari berbagai pertanyaan dan mengeja penjelasan dari semua pernyataan. Hal ini tentu saja telah mendidik saya untuk menjadi ‘pembelajar’ yang baik.

Ketujuh, menulis juga dapat saya jadikan sebagai sarana mengoreksi diri, memberi saya kesempatan untuk memikirkan kembali secara seksama langkah dan pilihan hidup saya selama ini. Dari hal-hal yang mesti saya ketahui, dengan siapa saya bergaul dan bagaimana seharusnya saya menatap juga menata masa depan kehidupan saya, keluarga dan usaha atau kegiatan-kegiatan saya.

Kedelapan, menulis dapat meningkatkan kreativitas saya. Menulis berarti menciptakan sesuatu secara berbeda. Menciptakan sesuatu berarti melakoni aktivitas yang butuh kreatifitas, menimbulkan pertanyaan dan berupaya menemukan jawaban atau jalan keluar sehingga tercerahkan dan dapat menyenangkan hati ketika terluka. Ketika menulis, saya membenamkan diri dalam proses kreatif. Jika semakin sering menulis maka akan semakin mudah bagi saya untuk menemukan cara-cara baru dalam menyelesaikan berbagai masalah yang saya hadapi dalam hidup ini. Bahkan dengan menulis, saya semakin terpacu untuk mencari cara lain dalam mewujudkan berbagai impian yang telah lama saya rencanakan.

Kesembilan, dengan menulis saya dapat berbagi dengan orang lain. Saya sangat percaya bahwa kata-kata yang tertulis lebih memungkinkan adanya kebebasan berekspresi ketimbang yang hanya disampaikan secara lisan. Tak sedikit isi hati dan pikiran saya yang hanya bisa saya ungkap melalui tulisan daripada melalui lisan atau ungkapan secara langsung, hubungan telephon, dan sebagainya. Bahkan menulis dapat menjadi cermin bagi apapun yang menjadi keyakinan saya, apa yang perlu saya pikirkan dan apa yang memang terus saya pikirkan dengan cara yang berbeda.

Baca Juga  Dua Alumni Pertama Ilmu Falak IAIN Lhokseumawe Raih Predikat Cumlaude

Dan Kesepuluh, menulis memberi saya tempat dan waktu untuk melampiaskan amarah dan keresahan dalam perasaan saya. Meminjam ungkapan Oscar Wilde : “Pesona utama perasaan-perasaan itu adalah karena mereka tidak lestari. Saat saya marah, takut, kecewa, atau depresi, menulis dapat membantu melampiaskan emosi-emosi ini di atas kertas ketimbang menahannya”. Saya yakin, di antara jutaan orang yang tidak menyukai saya, pasti ada ratusan ribu orang juga yang masih mengagumi dan mencintai saya. Insya Allah, Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Ya, menulis adalah cara aman dan nyaman untuk melampiaskan amarah dan keresahan saya terhadap fenomena di sekitar, terutama fenomena sosial-politik, kebijakan penguasa, pimpinan serta pelayanan publik yang kerap jauh dari harapan seperti yang dapat Anda baca di berbagai sumber terutama di tulisan-tulisan saya ini atau harian terbitan lokal serta media online lainnya, di samping berbagai makalah yang pernah saya tulis ketika didaulat menjadi pembicara seminar, nara sumber, pakar dan sebagainya. Dengan menulis saya dapat mengungkap semuanya tanpa ada rasa takut dan tanpa ada orang yang menghambat atau melarang saya untuk berkata-kata sesuai selera saya. Maka bagi saya, menulis adalah pekerjaan yang paling bebas dan merdeka dari tekanan siapapun dalam bentuk apapun.

TERAKHIR, menulis adalah cara mengikat apapun yang saya temukan dan pahami dari berbagai sumber. Siapapun mengakui bahwa pengikat terbaik ilmu pengetahuan, selain mendalami, memahami, menghafal dan mengamalkannya, adalah menuliskannya kembali. Maka benar ungkapan sahabat Nabi Muhammad Saw., Ali bin Abi Thalib RA. “Ikatlah ilmu dengan pena alias tulisan!”. Dan lagi-lagi, itulah yang sedang coba saya lakukan. Mengikat ilmu pengetahuan dan wawasan yang saya dapatkan dari berbagai sumber dengan menulis.

Sungguh bijak ungkapan Alex Haley : “Aku akan menjadi seorang penulis walau harus mati! Karena aku sangat ingin tulisanku diterbitkan dalam majalah itu, aku berspekulasi…. Sikapmu adalah segalanya. Yakinlah kepada dirimu sendiri dan percayalah kepada materi tulisanmu. Untuk menjadi penulis yang berhasil, menulis lah setiap hari, entah kamu menginginkannya atau tidak. Jangan pernah berputus asa, dan dunia akan memberimu anugerah yang melampaui impianmu yang paling mustahil”.

Jadi, untuk Anda yang masih ragu, atau yang berhasrat terjun dalam dunia kepenulisan alias pena, pilihan Anda tunggal : segeralah menulis. Beranilah menulis dari sekarang, bukan nanti, esok atau lusa. Sebab besok atau lusa Anda belum tentu masih hidup dan menatap dunia ini.

Sebagai penyemangat mari renungi pernyataan Bud Gurdner berikut ini, “Ketika kamu bicara, kata-katamu hanya bergaung ke seberang ruangan atau di sepanjang koridor. Tapi ketika kamu menulis, kata-katamu bergaung sepanjang zaman”. Ya, dengan menulis apapun bisa mengabdi sepanjang sejarah umat manusia. Lebih dari sekadar kata-kata yang Anda suarakan, yang terdengar selama sekian menit bahkan sekian detik saja. “Tantanglah dunia dengan penamu, hidupkanlah zaman dengan tulisanmu!”, demikian seorang guru saya mengingatkan kita semua.

Akhirnya, jika banyak orang sukses yang sudah memulai menulis bahkan menghasilkan karya tulis terbaik, apakah Anda masih ragu atau sekarang juga memilih untuk melakukan hal yang sama alias menulis dan terus menulis, menghasilkan karya terbaik bahkan yang lebih baik. Insya Allah.

Bumi Serambi Mekkah, 31 Mei 2023

Share :

Baca Juga

ACEH

Al Farlaky Lantik Sejumlah Kepsek dan Kepala Puskesmas, Tekankan Amanah Pelayanan Publik

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

BERANDA

Artikel Opini “Ya’juj Ma’juj Fans Club” Viral, Soroti Dukungan Publik terhadap Trump dan Netanyahu

ACEH

Banjir Landa Aceh Timur, PGRI Hadir Ringankan Beban 144 Guru di Julok dan Indra Makmu

BERANDA

MK Putuskan Dana MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan 20 Persen

ACEH

“Penajoh Keuneubah Indatu” Ramaikan Idi, TP PKK Aceh Timur Ajak Gen Z Cintai Jajanan Tradisional

BERANDA

Pernyataan “Londo Ireng” Prabowo Picu Protes Wartawan di Sejumlah Daerah, PWI Minta Maaf Terbuka

ACEH

Satresnarkoba Polres Aceh Barat Tangkap DPO dan Sita 3,1 Kg Ganja di Aceh Barat dan Nagan Raya