Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / OLAHRAGA

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:41 WIB

Jepang Juara? Kuda Hitam Samurai Siap Guncang Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026

Jepang finis runner-up Grup F dan akan hadapi Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026. Dengan skuad Eropa dan mental juara, Samurai Biru siap jadi kuda hitam.

MEDIALITERASI.ID | HOUSTON – Jepang finis di posisi kedua Grup F setelah bermain imbang kontra Swedia. Belanda lolos sebagai juara grup usai mengalahkan Tunisia 3-1. Hasil itu mengantar Samurai Biru menghadapi ujian terberat: Brasil, juara Piala Dunia 5 kali, di babak 32 besar, Selasa 30 Juni 2026 pukul 00.00 WIB di Stadion Houston.

Laga kontra Brasil bukan sekadar laga gugur. Bagi Jepang, ini panggung untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi “kuda hitam”, tapi calon penantang gelar.

Ekspansi 48 Tim, Peluang Jepang Makin Terbuka:  Piala Dunia 2026 untuk pertama kali diikuti 48 negara. Format baru ini melahirkan lebih banyak kejutan dibanding turnamen sebelumnya. Tapi dari semua calon kuda hitam, hanya sedikit yang sekomplit Jepang.

Baca Juga  Pemerintah Jepang Turut Mendukung Program Makan Bergizi Untuk Anak - Anak Indonesia.

Perpaduan tiga hal jadi modal utama Samurai Biru: kualitas individu yang bermain di liga top Eropa, performa terkini yang stabil, dan pengalaman turnamen berlapis. Dari Mitoma, Kubo, sampai Endo, Jepang punya pemain yang terbiasa menghadapi tekanan level tinggi.

“bagi saya, mencapai perempat final—tahap yang belum pernah kami capai atau rasakan sebelumnya—adalah tujuan utama,” kata kapten Maya Yoshida kepada awak media usai laga lawan Swedia.

Perempat final memang jadi batas psikologis Jepang sejak era Piala Dunia. Tapi komposisi skuad 2026 membuat target itu terasa realistis, bahkan kurang ambisius bagi sebagian pengamat.

Modal Taklukkan Raksasa:  Jepang bukan tim baru di urusan menumbangkan raksasa. Di Piala Dunia 2022, mereka membungkam Jerman dan Spanyol di fase grup. Pola main disiplin, transisi cepat, dan mental “tidak kenal menyerah” sudah jadi DNA tim asuhan Hajime Moriyasu.

Melawan Brasil, Jepang punya blueprint. Pertahanan rapat, pressing kolektif, lalu menusuk lewat sisi sayap. Brasil memang punya Vinícius Jr dan Rodrygo, tapi Jepang juga punya barisan bek yang ditempa Bundesliga dan Premier League.

Baca Juga  Saibari Bawa Maroko Kalahkan Skotlandia 1-0 di Laga Kedua Grup C Piala Dunia 2026

Mimpi Juara Bukan Omong Kosong: Format 48 tim membuka jalur kejutan. Dari 32 besar sampai final, tidak ada lawan mudah. Tapi Jepang punya paket lengkap: fisik, taktik, dan kedalaman skuad. Jika lolos dari Brasil, jalur ke perempat final terbuka lebar.

Di ruang ganti, target “perempat final” sudah diucapkan Yoshida. Di luar, ambisi publik Jepang mulai bicara lebih jauh: “Juara”. Gila? Mungkin. Tapi sepak bola modern sudah membuktikan, tim disiplin bisa mengalahkan tim bertabur bintang.

Selasa dini hari nanti di Houston, Samurai Biru akan menguji teori itu lagi. Melawan Brasil, melawan sejarah, dan melawan batas kemampuan mereka sendiri. Satu hal pasti: Jepang datang bukan hanya untuk bertahan. Mereka datang untuk menang. (AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bara Api kembali Bakar Tiga Dapur Penyulingan Minyak Ilegal di Seumali Aceh Timur. 

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Forum Pemda, Bahas Program Prioritas Nasional 

BERANDA

Hukum Adil dan Beradab Diuji: 3 Pekan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Belawan Belum Ada SP2HP

BERANDA

Tujuh Kantor Pemerintahan di Puncak Papua Tengah Dibakar: Ketika Dana Desa Menjadi Pemicu, dan Kepercayaan Menjadi Korban

ACEH

Sidang Perdana Kasus Kekerasan Anak Viral di Idi Tunong, 2 Terdakwa Didakwa Langgar UU Perlindungan Anak

BERANDA

Buruh dan Mahasiswa Bantah Ada Demo Besar Agustus 2026, KSPI dan BEM SI Tegaskan Tak Turun ke Jalan

ACEH

Oknum Polisi di Banda Aceh Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Ikhtilat

BERITA

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo