Home / BERITA / OPINI

Senin, 29 Mei 2023 - 07:16 WIB

SURYA PALOH dan HRS

DR Ir Memet Hakim (Pengamat Sosial) ANDI SOPIANDI/JAKSAT

SELINTAS judulnya nggak nyambung, tapi ada kemiripan diantara mereka berdua saat ini. Surya Paloh (SP) seorang Nasionalis, HRS seorang Ulama (agamis) yang nasionalis. Keduanya ingin membela rakyat dan negara. Perbedaannya jelas sekali, SP politikus, berpartai dan pengusaha, sedang HRS seorang Ulama dan Imam saja tidak berpartai. Perbedaannya tidak kita bahas disini.

Akhir-akhir ini kita sering membaca atau mendengar SP diancam Jokowi akibat mencalonkan Anies menjadi presiden. SP memang lincah bermanuver, tapi akhirnya Jokowi mengganti Menkominfo Johni G Plate dengan alasan korupsi. Ini tidak mengherankan karena sudah berulang kali ancaman tersebut kita dengar.

Yang menarik sebelum menterinya diganti SP diduga ditawari uang trilyunan asal mau meninggalkan Anies, untung saja SP sudah hijrah ke jalan yang benar. SP sekarang berbeda dengan SP yang dulu, saat ini SP ingin menegakkan UUD 45 dan Pancasila yang asli, ingin memperbaiki negara ini yang telah salah arah, sama dengan tentang diperjuangkan oleh HRS. HRS juga dulu pernah ditawari uang asalkan tidak melakukan aksi (demo). Inilah kesamaan kedua tokoh ini dan mereka sama-sama menolak uang.

Baca Juga  Lobang Jalan Lintas Sumatra Siap Memangsa Korban, Disini Tepatnya

Kesamaan lainnya, SP dan HRS tidak melakukan serangan balik, tetapi tetap nyaring mengkritik. Dengan demikian simpati dari rakyat datang dengan sendirinya. Ini modal kuat perjuangan.

Sebelum ini SP dan Jokowi bergandengan tangan, begitu juga HRS merupakan mitra dari Kepolisian. Akan tetapi kemudian berpusah setelah arah perjuangan berbeda akhirnya keduanya tidak disukai Jokowi. Sangat diduga ada pengaruh neo komunis dan oligarki disini.

Jika SP dicabut menterinya, HRS difitnah macam-macam dan dikriminalisasi. HRS berapa kali lolos dari upaya pembunuhan, dan terakhir korban para pengawalnya. SP yang korban menterinya. Para pendukung keduanya semakin semakin solid akibat tekanan Jokowi terhadap keduanya. SP juga harus hati-hati, walau di tampak baik-baik saja, tapi bisa terjadi percobaan pembunuhan seperti yang dialami HRS. Modus merangkul dengan segala cara, jika menolak dihabisi, inilah pola rejim bekerja. Cara lain pecah belah, seperti penjajah Belanda menguasai negara kita.

Baca Juga  Penyelundupan Satu Ton Ganja Dalam Mobil Box Di Simpang Post Digagalkan Polrestabes Medan

Sebelum ini Partai Nasdem dengan Metrotvnya selalu nyinyir pada umat Islam yang dipimpin oleh HRS. Sekali ada berita bukanlah berita yang baik. Sekarang keduanya punya kesamaan posisi terhadap Jokowi. Alangkah indahnya jika SP bisa “berteman” dengan HRS agar bisa bersama mencegah kemungkaran lebih jauh.

Semoga aja SP bisa kuat, sekuat batu karang menahan ombaknya penguasa yang sudah banyak melanggar etika dan hukum.

DR Memet Hakim (Pengamat Sosial, Ketua Wanhat APIB)

Bandung, Mei, 2023

 

Share :

Baca Juga

tuti liana

EDUKASI

Menumbuhkan Literasi Sains dan Lingkungan melalui Inovasi Pembelajaran STEM

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025