Home / BERITA / HUKUM

Jumat, 7 April 2023 - 17:09 WIB

Aktivis Sumenep Gelar ‘Mimbar Demokrasi’ ; Suara Anak Negeri Di Hakimi

Foto. Mimbar Mahasiswa 'Suara Anak Negeri' Sumenep

Foto. Mimbar Mahasiswa 'Suara Anak Negeri' Sumenep

Foto. Mimbar Mahasiswa ‘Suara Anak Negeri’ Sumenep (Istimewa For MediaLiterasi.Id/ Ach Toifur Ali Wafa)

SUMENEP, — Sejumlah mahasiswa dari BEM Sumenep, Forum Komunikasi Mahasiswa Sumenep (FKMS), Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (GEMPAR), Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) menggelar mimbar demokrasi di depan kantor DPRD setempat.

Pasalnya, aksi tersebut digelar Atas nama ‘Suara Anak Negeri’ dengan paragraf-paragraf perlawanan meliputi ; UU Cipta Kerja, Perampasan Aset Tindak Pidana, Kemiskinan, Galian C, Mafia Pupuk, Tindakan Represif pada mahasiswa Hingga Kekerasan Terhadap anak dan perempuan.

Aksi mahasiwa tersebut pada dasarnya menyoal sejumlah isu yang belakangan ini memanas di Sumenep. Salah satunya, kasus mafia pupuk bersubsidi.

“Atas nama mahasiswa kami menyampaikan beberapa aspirasi. Salah satunya soal mafia pupuk di Kabupaten Sumenep,” kata Ahyatul Karim dalam orasinya, Jumat, 7 April 2023 malam.

Karim mengatakan, Polres Sumenep telah mengungkap dan menggagalkan penyelundupan 18 ton pupuk bersubsidi ke luar Madura. Oleh karena itu, pihaknya meminta DRPD Sumenep ikut andil mengusut kasus ini hingga tuntas.

Baca Juga  Masyarakat Idi Tunong Kecewa dengan Kinerja Camat, Apa Penyebab ?

Dalam aksi kali ini, sejumlah poster bertuliskan ‘Tutup Galian C Ilegal, ‘Dewan Pengkhianat Rakyat’, ‘Sumenep Dalam Belenggu Kemiskinan Ekstrim’, ‘Mosi Tidak Percaya DPR’ mewarnai gelanggang demonstrasi aktivis mahasiswa.

Karim menegaskan, sebagai anak petani sangat menyayangkan kasus penyelundupan pupuk tersebut. Sehingga, pihaknya meminta pihak terkait untuk segera memberantas mafia pupuk.

“Atas dasar itulah kami melakukan aksi meskipun saat bulan Ramadhan,” teriaknya.

Berbagai kasus di Sumenep masih belum terselesaikan, lalu dimana sesungguhnya peran dari DPRD, Pemerintah dan pihak kepolisian.

Baca Juga  Polri Peduli Budaya Literasi, Kapolsek Peureulak Polres Aceh Timur Menyerahkan Bantuan Al qur'an dan Buku Iqra

Menurut mereka, para anggota dewan, terkesan telah abai akan kesejahteraan rakyat dan lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan partai.

“Bukan perwakilan rakyat, tapi mencari keuntungan atas nama rakyat,” ujarnya salah satu massa aksi dari AMS.

Dalam aksinya, mahasiswa juga menyinggung berbagai isu yang terjadi di sumenep.

Tak berhenti di situ, mereka juga lantang mengemukakan kritik terhadap isu nasional berupa UU Cipta Kerja yang telah disahkan dan menuai banyak kontroversi.

Gerakan Ekstra parlemen terjadi ketika rakyat sudah hilang kepercayaan Terhadap wakilnya. Fungsi parlemen seharusnya dilaksanakan untuk kepentingan akar rumput, Bukan untuk Bos partai atau ketua partai.

“Jika mendesak dan sangat terpaksa, rakyat harus ambil alih kuasa itu”, Tutupnya (Toifur)

Share :

Baca Juga

ACEH

Oknum Polisi di Banda Aceh Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Ikhtilat

BERITA

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Bantuan Zakat untuk Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran 11-18 Agustus

BERANDA

Puslabfor Polri Nyatakan Ijazah Jokowi dari UGM Asli Usai Uji Forensik Tinta dan Kertas

ACEH

Bupati Aceh Timur Gelar Turun Tanah dan Peucicap untuk Putranya, OPD Hadir Panjatkan Doa

ACEH

392 Calon Mahasiswa Asing dari 28 Negara Ikuti CBT IAIN Langsa 2026

BERANDA

Masyumi Desak Kembalikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai Paradigma Pengelolaan Kekayaan Nasional

ACEH

Kementerian Pertanian Diminta Buka-bukaan Soal Proyek Rp520 Miliar di Aceh