Home / OPINI

Rabu, 1 Maret 2023 - 21:56 WIB

JANGAN BERSEDIH KETIKA ENGKAU TAK DIHARGAI, TAPI BERSEDIHLAH KETIKA ENGKAU TAK LAGI BERHARGA

Oleh : Ustaz T.M. Jamil

Jangan Bersedih Bila Kebaikan Anda Tak Dihargai Orang, Sebab Yang Anda Cari Adalah Pahala Dari Allah.” – Dr. Aidh Al-Qarni.

YA SUDAHLAH… tak perlu Engkau risaukan apabila hasil kerja keras atau dukungan kepada pemimpinmu tak bernilai apa-apa di dunia dan di mata makhluk, tapi yakinlah Allah Swt telah melihat keringat yang menetes dalam peluhmu, telah melihat darah yang menetes dari tubuh indah mu, dan telah melihat perbuatanmu.

Tanamkan dalam sanubarimu, bahwa segala yang kau lakukan di atas dunia ini diniatkan semata-mata hanyalah untuk Allah, sehingga tak ada lagi kata, tulisan, dan ekspresi yang keluar dari mulut, pena, dan tubuhmu “keluh kesah” dalam menjalani hari-hari yang sebetulnya indah namun mendadak menjadi tak menyenangkan karena dirimu sendiri.

Ikhlas Menjalani,
Walau Tertatih Menjalani,
Walau Terluka Dalam Mendaki,
Walau Keringat Dan Darah Membanjiri,
Aku lakukan Demi Ridha Illahi.

Ada seorang teman seperjuangan yang curhat kepada saya – bahwa ia pernah memberikan nasehat terhadap suatu kepanitian. Agak keras memang nasehatnya, ia menasehati ihwal kelambatan mereka dalam bergerak, karena teman saya yang satu ini memang agak tegas pula dalam hal kedisiplinan dan hal-hal yang berbau lambat. Ia mengirimkan nasehat atau bahasa kasarnya teguran kepada salah satu panitia tersebut via WhatsApp, lalu salah satu panitia tersebut membalas “Jazakallah Bang, atas nasehatnya”.

Baca Juga  Soal Ijazah : Jokowi Punya Nyali ? 

Besoknya, teman saya di-WA oleh si panitia tadi, “Bang, kok bisa keluar statement seperti kemarin dari Abang, tadi malam kita panitia kumpul….dst,” sepertinya mereka keberatan dengan statement teman saya ini. Lalu dibalas dech oleh teman saya “Saudaraku … terlepas benar atau tidaknya laporan yang saya dapat bahwa gerak Anda sangat lambat, sebaiknya itu dijadikan bahan renungan bukan jadi bahan perdebatan, karena pandangan orang lain terhadap sesuatu itu berbeda, mari kita evaluasi diri saja.”

Dan teman saya ini ber’tikad baik untuk mengajak panitia tersebut diskusi, namun ternyata tak ada tanggapan dan respon lanjutan dari mereka… ya sudahlah… dan teman saya cerita bahwa ia merasa agak dijauhi tak seperti biasanya ketika mereka bertemu… “Ya Sudahlah… Saya Khusnuldzan Saja Mungkin Mereka Lagi Sibuk, Atau Mungkin Saya Terlalu Sensitive… He… He…“ Ia Melanjutkan, “Apakah Mereka Menerima Teguran Saya Atau Tidak, Itu Nggak Jadi Masalah, Yang Terpenting Saya Sudah Memperlihatkan Kasih Sayang Ukhuwah Saya Kepada Mereka…”

Dalam dunia organisasi, institusi, kepanitian dan kerja, hal ini sering kali menganggu jiwa dan konsentrasi. Yah… ketika kita sudah berusaha berbuat sesuatu untuk organisasi, kepanitian, dan perusahaan atau kantor terkadang ada saja usaha kita yang tidak ditanggapi dan bahkan kita difitnah, didzalimi atau diacuhkan seperti angin lalu saja. Padahal menurut kita ini adalah usul, ide, dan gagasan yang baik untuk organisasi, kepanitiaan, kantor dan perusahaan.

Baca Juga  WADUH PEMKOT BANDUNG DIKENCINGI INDOMARET

Sedih, kecewa, marah, dongkol, dan lain-lain sering bersemayam di hati coba kita ingat lagi dan telusuri makna dari kata-kata Dr. Aish Al-Qarni dalam bukunya La Tahzan: “Jangan bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang Anda cari adalah pahala dari Allah.”
Jadikanlah Allah Swt sebagai tujuan dalam segala aktivitas kita agar bernilai pahala dan berkah, seperti semboyannya Saudaraku … Allahu ghayatuna… Allah tujuan kita bukan yang lain… Bila tak dihargai, ujarkanlah … Ya, Sudahlah… Semoga Allah Swt Menilainya.

Dan Terakhir dalam tulisan ini ada sebuah kata-kata mutiara yang sangat menyentuh dan dalam maknanya… “Janganlah Bersedih Ketika Engkau Tak Dihargai, Tapi Bersedihlah Jika Engkau Tak Lagi Berharga”. Semoga kita menjadi insan yang senantiasa berharga dan Bernilai Dalam Pandangan Allah Azza Wajjalla. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Banda Aceh, 2 Maret 2023

Share :

Baca Juga

HUKUM

Ketika Keadilan Dipertanyakan: Antara Hukum, Integritas, dan Harapan Publik

OPINI

Istilah “Londo Ireng” Kembali Mencuat, Aktivis Soroti Praktik Neokolonialisme di Era Modern

OPINI

Ketika Keramaian Bukan Jaminan Kebenaran

OPINI

Belajar dari Malikussaleh: Mengapa Peradaban Besar Sulit Kita Warisi?

BERANDA

Dikritisi Tajam: 8 Langkah Kontroversial Gianni Infantino yang Dinilai Jauhkan FIFA dari Semangat Sportivitas

OPINI

Jejak Budaya Lhokseumawe dari Masa ke Masa

BERANDA

“Fifanic” Viral, Kasparov dan Mourinho Kecam FIFA Usai Gol Mesir Dianulir di Laga Kontra Argentina

BERANDA

Dua Putra Aceh di Balik Radio Rimba Raya yang Melawan Propaganda Belanda