MEDIALITERASI.ID | KUTA MAKMUR – Sembilan unit Ruko di Buloh Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur dilalap sijago merah pada Rabu sore diperkirakan pada pukul 17.55 WIB (5/06/2024).
Adapun ruko yang terbakar meliputi satu ruko berkonstruksi beton dan delapan lainnya berkonstruksi kayu. Kejadian nahas ini mengakibatkan isi dua ruko penjual pakaian, ponsel, penjual kelontong, penjual kue, pangkas rambut, penjual pupuk dan pestisida, warung bakso, dan ruko kosmetik hangus seketika.
Sejumlah masyarakat setempat menuturkan sumber api dari penyebab kebakaran itu belum diketahui dengan pasti, namun pada saat kebakaran listrik dalam kondisi padam.
Emi Wahyuni (24) menuturkan, api semula diduga berasal diduga dari salah satu ruko penjual pakaian yang kemudian menyebar dengan cepat ke ruko lainnya.
Basyarullah (48) salah satu korban kebakaran yang menjual pupuk dan pestisida menyaksikan, api dengan cepat merambat dari satu ruko ke ruko lainnya
Dalam kebakaran yang belum diketahui penyebabnya itu, dirinya mengatakan mengalami kerugian sebesar tiga ratus juta lebih.
“Karena saya baru memasukkan barang sehingga bisa memperkirakannya”, ujarnya kepada Medialiterasi.id di lokasi kejadian.
Basyarullah memperhitungkan, untuk keseluruhan toko dan barang yang terbakar diperkirakan mencapai 3 Milyar Rupiah.
Jumlah yang sama juga diperkirakan oleh Ismuhu (63) salah satu masyarakat setempat sekaligus saksi mata memperkirakan dari seluruh ruko yang terbakar ditaksir mencapai 3 Milyar lebih
“Ada 2 ruko yang baru menambakan barang sementara yang lainnya juga memiliki barang dagangan yang lumayan banyak”, ujar Ismuhu.
Kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 17.55 WIB hingga pukul 19.00 WIB kemudian pihak pemadam berhasil memadamkan setelah 2 jam Setelah tiba di lokasi kejadian dan kemudian hujan turun dengan deras.
Selaku tim pemadam Aceh Utara, Pos Krung Mane Nafis (36) mengaku timnya melakukan pemadam bersama Tim pemadam lainnya yang ikut membantu diantaranya Pemadam PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pemadam Lhokseumawe, dan Pemadam Aceh Utara dari Landeng.
Nafis mengaku sedikit mengalami kesulitan akibat kondisi jarak tempuh yang jauh dan dan kondisi jalan yang berlubang dan sedikit lebih padat dikarenakan kebakaran terjadi pada sore hari.
Sedangkan untuk ketersediaan air, Nafis menambahkan tidak mengalami kendala di lokasi kebakaran. [Enda]







