Home / BERITA

Minggu, 11 September 2022 - 20:49 WIB

Waduk Kota Lhokseumawe Destinasi Wisata Olahraga Outdoor yang Cantik

Juni Ahyar sedang mengitari Waduk Lhokseumawe,Minggu Pagi (11/11/2022)

LHOKSEUMAWE – Suasana Pagi hari Waduk Kota Lhokseumawe sekira pukul 7.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi oleh para wisata yang berkunjung ke kota yang pernah di juluki “Petrodolar”.

Pasalnya banyak masyarakat sekitar yang melakukan serangkaian aktifitas, selain memiliki suasana yang nyaman untuk berolahraga, seperti jogging.

Selain menjadi tempat berolah raga, Waduk Kota Lhokseumawe  juga bisa dijadikan area untuk bersantai sambil  memancing ikan di karenakan sungai yang terbentang terhubung langsung ke Selat Malaka.

Pancaran cahaya matahari pagi tentunya menyajikan Spot Foto yang kerap di potret oleh Photo Graver dari berbagai angle, dikarenakan menyuguhkan suasana pagi yang adem.

Hampir saban hari, masyarakat kota Lhokseumawe terutama kaula muda mulai terlihat berolahraga, baik lari laun (jogging) atau bersepeda mengitari Waduk yang berada di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu.

Para pedagang, juga mulai menata kursi-kursi di pinggir waduk dan Muara Sungai Cunda Lhokseumawe, pertanda mereka sudah siap untuk melayani wisatawan yang datang berkunjung dari berbagai daerah.

Baca Juga  Mahasiswa Soroti Lambannya Operasional Bendung Krueng Pase, Desak Pemerintah Transparan

Objek Wisata Nan Cantik yang Masih ‘Perawan’ itu di apit oleh Mon Geudong, Keude Aceh dan Pusong yang berlokasi di pusat Kota Lhokseumawe merupakan salah satu destinasi objek wisata yang dikenal berbagai wisatawan yang berkunjung di daerah yang dikelilingi perusahan proyek vital raksasa itu.

Bersantai sambil menikmati pemandangan waduk dan langit yang cerah, sembari menunggu matahari terbit (Sunrise) yang membiaskan cahaya di pagi nan indah, sangat menggoda dan mampu memanjakan mata.

Suasana menjadi semakin adem, saat angin mulai menghembus sepoi-sepoi sehingga ranting pepohonan pun ikut bergerak mengiringi suasana. Burung-burung bangau pun ikut memberikan warna, berterbangan dan hinggap di hutan Magrove yang tertata.

Wisatawan bisa tertawa ria, berbincang serius, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang tersayang serta terkasih, sangat cocok, sambil disuguhkan “Mie Caluk dan Jus Kelapa Muda”.

Salah seorang pengunjung, bang Muklis kepada Media Literasi mengatakan, dirinya sering berkunjung dan menikmati keindahan sunrise dan sunset di waduk Lhokseumawe bersama teman dan kerabantanya.

“Melihat sunrise dipagi hari dan sunset di sore hari sangat bagus di waduk ini, apalagi sore hari, banyak yang bisa dilihat,” kata bang Joel Achmad sambil tertawa kecil.

Baca Juga  Legenda Sepak Bola Brazil Meninggal Dunia

Menurut Joel, Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Instansi terkait harus menata destinasi Waduk tersebut. Misalnya, dibuat spot foto yang menarik, atau sarana olahraga.

“Pemerintah harus lebih memperhatikan objek wisata ini, apalagi lokasinya sangat strategis, sehingga menjadi ikon kota  Lhokseumawe. Karena selama ini wisatawan dari luar, mereka mengetahui hanya  yang ada cuma laut di daerah kita,” tuturnya.

Lebih lanjut Joel menuturkan, yang paling penting sekarang ini PJ Walikota sudah menggalakkan kebersihan sehingga terlihat diseputaran waduk sudah sangat bersih dibandingkan dengan sebelumnya. Sehingga masyarakat sudah nyaman berolahraga, bersantai, memancing tidak lagi tercium aroma yang tidak sedap jelasnya.

Menurut nya, jika waduk tersebut dikelola dengan baik menjadi objek wisata, maka akan meningkatkan serta menambah pendapatan asli daerah (PAD) untuk Kota Lhokseumawe.

“Juga bisa menumbuhkan ekonomi untuk pedagang-pedagang kecil, yang berjualan di areal waduk tersebut,” imbuhnya.

Reporter : JA | Photo : Muklis | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

BERANDA

Diaspora Aceh: Dari Pengungsi Konflik hingga Akademisi Dunia, Mengapa Mereka Merantau?

BERANDA

Diskualifikasi Uriarte Guncang Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Untung, Tapi FIM Steward Dinilai Telat & Tak Transparan

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci

BERANDA

Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026

ACEH

Bunda PAUD Julok Hadiri Pelepasan Peserta Didik KB Zaky Rahmi Labuhan

ACEH

61 Kombatan KPA Linge Teken Mosi, Desak Mualem Evaluasi Panglima Bener Meriah
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – MALITA Foundation menyelenggarakan diskusi ilmiah daring Academic Talk Part 2 bertajuk “Menakar Kesiapan Koperasi Merah Putih di Serambi Mekkah” pada Minggu (14/6/2026) malam.

BERITA

Diskusikan Koperasi Merah Putih di Aceh, MALITA Foundation Soroti Kekosongan Pergub LKS