Home / BERITA

Rabu, 26 Juni 2024 - 17:29 WIB

Tuntut Hak CSR dan Plasma Warga 2 Desa di Paluta Demo Kantor PT. Tindoan Bujing

MEDIALITERASI.ID | SUMUT – Puluhan warga dari dua desa yaitu desa Padang malakka dan Aek simanap serta mahasiswa kab.padang lawas Utara melakukan aksi demo di depan kantor PT. Tindoan bujing Rabu siang 26/6/2024 .

Aksi ini aksi kedua kali di lakukan warga dua desa di kecamatan Dolok sigopulon ini , Dalam aksi ini massa menuntut perusahaan agar segera merealisasikan CSR dan kebun plasma yang belum pernah di berikan PT. Tindoan bujing kepada masyarakat di lingkungan perusahaan .

Selain itu massa menuntut agar PT.tindoan bujing bisa menghentikan alat berat yang kerap di gunakan perusahaan untuk mengangkut TBS yang selalu melintasi jalan di kawasan pemukiman warga , yang selama ini membuat warga resah .

Aksi damai warga desa Padang malaka dan desa Aek simanap yang awalnya berlangsung tenang , sempat memanas setelah asisten perkebunan memberikan penjelasan namun terkesan nyeleneh sehingga massa marah dan nyaris terjadi baku hantam , suasana memanas dapat di redam setelah pihak kepolisian dari Polsek Dolok yang mengawal aksi demo , mencoba melerai massa yang sempat marah .

Baca Juga  Wisatawan Asing Keluhkan Sulitnya Money Changer Di Aceh

Saat di konfermasi ilham Siregar kordinator aksi mengungkapkan kekecewaan warga dua desa kepada perusahan perkebunan sawit ini karna perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun ini tidak pernah memberikan hak hak masyarakat seperti CSR dan perkebunan plasma , selain itu aktifitas perusahaan selama ini cukup meresahkan di karenakan kerap mengunakan alat berat ( jonder ) untuk mengangkut TBS dan selalu melintasi jalan di kawasan pemukiman .

” Kami sebagai warga di lingkaran perusahan dari dua desa cukup kecewa dengan perusahaan PT.Tindoan bujing yang selama ini hanya berjanji akan memberikan hak masyarakat yaitu CSR dan perkebunan plasma , selain itu perusahaan selama ini cukup semena mena mengunakan alat berat ( jonder ) untuk mengangkut TBS yang selalu melintasi jalan kawasan pemukiman warga ” ujar Ilham

Lebih lanjut Ilham mengatakan pihaknya sudah melaporkan lah pengunaan alat berat ( jonder ) kepada dinas perhubungan kab.padang lawas Utara , dan pihaknya menunggu surat danas perhubungan yang akan mengeluarkan surat larang pengunaan jonder dalam pengunaan jonder dalam mengangkut TBS .

Baca Juga  Kapolres Aceh Tamiang Meninjau Langsung Tempat Pendaftaran Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A 2023 Polres Aceh Tamiang

Sementara itu saat di konfermasi Nur hidayat selalu asskeb PT Tindaon bujing mengungkapkan kepada masyarakat pihaknya berjanji akan memberikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat , terkait pengunaan jonder untuk mengangkut TBS pihak PT. Tindoan bujing telah mendapat ijin dari camat dan kepala desa Padang malakka dan Aek simanap

” Kami sudah membuat perjanjian kepada masyarakat untuk melakukan pertemuan dalam membahas CSR dan plasma untuk masyarakat sekitar kebun , terkait pengunaan jonder kami sudah mendapatkan ijin dari camat dan kepala desa padanga malakka dan Aek simanap ” ucap nya

Setelah melakukan negosiasi masyarakat yang sempat melakukan aksi demo , membubarkan diri dengan tertib dari halaman kantor PT. Tindoan bujing . (RI-1)

Share :

Baca Juga

BERITA

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Rapat Kerja Pejabat Fungsional Pengadaan

BERITA

Ratusan Petani Laoli Bertahan di Lahan, Tolak Rencana Pengosongan Pemkab Luwu Timur

BERANDA

Tegaskan Standar Keamanan Pangan, BGN Tutup Permanen 833 Dapur Program Makan Bergizi Gratis

ACEH

Dituding Dalangi Serangan ke Bupati, Dun Belanda Akui Fitnah dan Minta Maaf ke Wabup Aceh Timur

BERITA

Integrasikan AI dan OBE, Dosen MPI UIA Bireuen Raih Predikat ‘Most Inspiring Lecturer’

ACEH

118 Anak Ikuti Khitan Massal Baitul Mal Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky: Ke Depan Digelar 3 Titik Wilayah

ACEH

Percepat Huntap Korban Banjir, Bupati Al-Farlaky Targetkan Pembebasan Lahan 6 Hektare di Serba Jadi Segera Tuntas

BERITA

Dosen FKIP Unimal Raih Gelar Doktor di Malaysia, Teliti Masa Depan Bahasa Aceh di Tengah Masyarakat Multietnik