Home / EDUKASI

Rabu, 30 Juli 2025 - 17:37 WIB

Smong Box, Sarana Edukasi Bencana dari UPTD Museum Tsunami Aceh

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – UPTD Museum Tsunami Aceh kembali menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Smong Box” yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Banda Aceh dan SMA Negeri 2 Banda Aceh, selama dua hari, Senin-Selasa, 28-29 Juli 2025.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber ahli dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ melalui Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi, Abdul Lathief, menerangkan, workshop interaktif Smong Box dirancang untuk menyampaikan pengetahuan kebencanaan secara menarik dan aplikatif kepada siswa.

“Melalui simulasi, diskusi kelompok, dan permainan edukatif, peserta diajak memahami tanda-tanda alam sebelum tsunami, langkah-langkah penyelamatan diri (evakuasi), serta tindakan pertolongan pertama dasar paska bencana”, ujarnya, Selasa, 29 Juli 2025.

Baca Juga  Dosen Unimal Kembangkan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Smart Apps Creator

Abdul Lathief juga menekankan pentingnya peran generasi muda.

“Pelajar adalah agen perubahan dan ujung tombak penyebaran informasi. Melalui Smong Box, kami berharap ilmu yang didapat hari ini tidak hanya melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga bisa dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi bencana,” katanya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA, Fazli, SKM, M.Kes, memaparkan materi tentang karakteristik dan mitigasi gempa bumi, sistem peringatan dini di Aceh, serta tata cara evakuasi yang benar menuju titik kumpul (assembly point) dan jalur evakuasi.

“Pemahaman tentang ‘Smong’ atau kearifan lokal mengenali tanda tsunami harus dipadukan dengan pengetahuan teknis evakuasi. Siswa perlu tahu persis apa yang harus dilakukan dalam hitungan menit setelah gempa kuat terjadi,” jelasnya.

Baca Juga  Tiga Praktisi Pendidikan Dialog Memperingati Hari Ibu

Dokter spesialis emergensi dari RSUDZA dr Meilya Silvalila SpEM., KPEC, Meilya Silvalila memberikan pelatihan pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar yang mungkin dibutuhkan paska bencana, seperti menangani luka, patah tulang sementara, serta resusitasi jantung paru (RJP) dasar.

“Keterampilan pertolongan pertama sangat krusial dalam situasi bencana, terutama sebelum bantuan medis profesional tiba. Kami ajarkan teknik dasar yang bisa menyelamatkan nyawa,” paparnya.

Kegiatan Smong Box sendiri merupakan bagian dari komitmen Museum Tsunami Aceh sebagai pusat edukasi dan pengurangan risiko bencana. Workshop seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak sekolah di seluruh Aceh.[af]

Share :

Baca Juga

BERITA

Bank Muamalat Bantu Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Terdampak Banjir

BERITA

Muhammad Adam Terpilih Aklamasi Pimpin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Periode 2026–2030

EDUKASI

Belajar Wirausaha Sejak Dini, Siswa Sekolah KAHFIS Aceh Jual Takjil di Market Day Ramadhan

EDUKASI

Backpacker Ramadan Goes to Bireuen: Program Psikososial untuk Penyintas Banjir di Bulan Ramadan

BERITA

400 Siswa Terbaik Lolos Seleksi Terpusat SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026

BERITA

Aksi di Depan Mapolda DIY Ricuh, Tiga Mahasiswa Diserahkan ke Rektorat

BERITA

UIN SUNA Lhokseumawe Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru 2026, Perkuat Akses Beasiswa dan Kolaborasi Industri

BERITA

Bunda PAUD Lhokseumawe Lantik Pokja hingga Gampong, Perkuat Layanan PAUD dan Literasi