Home / BERITA

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:18 WIB

Seorang Ibu Rumah Tangga di Aceh Utara Lompat ke Irigasi untuk Memadamkan Api Ditubuhnya

 

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Ekawati (42), seorang ibu rumah tangga asal Desa Meunasah Kumbang, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, mengalami luka bakar serius setelah rumahnya dilalap api pada Rabu malam (10/12/2015). Peristiwa tragis itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB, sebagaimana disampaikan oleh adik kandung korban, Mira Haryanti (28) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe, dan ditempatkan di ruang operasi untuk penanganan luka bakar.

Menurut keterangan Mira Hayanti, listrik di desa itu padam sejak malam hari. Untuk penerangan, sang kakak menyalakan lampu somprong, (lampu minyak tradisional yang menggunakan sumbu dan minyak tanah). Di dekat lampu tersebut terdapat minyak yang mudah tersulut, sehingga diduga percikan dari sumbu langsung menyambar minyak dan mengenai tubuh korban.

Baca Juga  Pengurus HIMAGA Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

“Kejadiannya begitu cepat. Saya hanya menyalakan lampu somprong karena mati lampu, tiba-tiba api menyambar,” ungkap Ekawati saat ditemui sebelum menjalani tindakan medis lanjutan.

Saat api membakar tubuhnya, Ekawati panik dan berusaha keluar dari rumah. Dalam kondisi gelap akibat pemadaman listrik, ia langsung berlari ke depan rumah dan melompat ke irigasi guna memadamkan api di tubuhnya.

Warga yang melihat api membesar segera memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi korban dari irigasi dan membawa Ekawati ke tempat aman sebelum akhirnya dirujuk ke fasilitas medis terdekat dan kemudian dipindahkan ke RSUD Cut Meutia.

“Warga yang pertama menolong saya. Kalau tidak, mungkin saya tidak selamat,” ucap korban.

Baca Juga  Tumpukan Kayu Sisa Banjir Terbakar, Polisi dan Damkar Siaga Cegah Api Meluas

Kebakaran menyebabkan bagian rumah Ekawati rusak sebagian. Sejumlah perabotan dan barang usaha miliknya juga turut terbakar. Hingga saat ini, pendataan resmi dari pihak pemerintah gampong, kecamatan, maupun instansi terkait belum dilakukan.

Mira Hayanti, yang pertama kali mengetahui kondisi kakaknya, berharap pemerintah setempat ikut meringankan beban korban.

“Kakak saya tidak punya apa-apa lagi. Kami berharap ada bantuan seperti pakaian dan biaya pengobatan,” ujarnya.

Ekawati yang kini dirawat di ruang operasi mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah atau lembaga sosial.

Sebagai ibu rumah tangga yang menggantungkan hidup pada usaha kecil, Ekawati berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun pemulihan pascakebakaran. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah

ACEH

Penuh Haru! H. Maop Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Santuni 40 Anak Yatim di Kantor DPW PA Aceh Timur

BERITA

Aceh dan Sumut Masuk Level Siaga Hujan Sangat Lebat, BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor 10-12 Oktober

ACEH

Krueng Geukueh Disiapkan Jadi Gerbang Laut Aceh–Malaysia, Rute Penang Dimatangkan

ACEH

Pemerintah Aceh Jamu Ulama dari 21 Negara, Perkuat Peran Aceh sebagai Serambi Mekkah

ACEH

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Resmi Dibuka di Aceh, Perkuat Persatuan Umat

BERANDA

Viral Klarifikasi Panjang Cristiano Ronaldo Soal Drama di Timnas Portugal, Singgung Janji Pelatih dan Kepercayaan yang Rusak