Home / BERITA

Selasa, 5 Maret 2024 - 04:15 WIB

Sawah Kering : Warga Kuta Makmur Angkat Pintu Embung Utama Lhok Gajah

Medialiterasi.id | KUTA MAKMUR – Sejumlah Petani dari beberapa desa di Kecamatan Kuta Makmur Angkat Pintu air Skat Board dengan Kotrek tangan di embung Lhokgajah, Kuta Makmur, Aceh Utara, Selasa (5/3/2024)

Upaya pengangkatan Pintu air dilakukan warga sekitar dikarenakan sejumlah areal persawahan di Kecamatan Kuta Makmur mengalami kekeringan.

Samsul Bahri (62) selaku Keujrueng Blang di Kecamatan Kuta Makmur, mengaku kekurangan air di embung Lhok Gajah merupakan hal yang lazim terjadi di setiap musim kemarau.

Lebih lanjut Samsul Bahri menuturkan, air yang menampung di embung Lhokgajah bersumber dari satu hulu sungai Krueng Buloh sehingga debit air untuk mengairi 39 Desa di Kecamatan Kuta Makmur tidak mencukupi.

“Debit air untuk embung lhokgajah akan mencukupi apabila adanya pembukaan ke sungai Krueng Punti yang terletak di SP. 3 Desa Meunje Cut Bahagia”, ujarnya.

Baca Juga  Operasi Nila Jaya 2024, Polrestro Tangerang Kota Musnahkan 3,89 Kg BB Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

Akibat kemarau panjang yang melanda di kecamatan Kuta Makmur diperkirakan ratusan hektar area (Ha)  persawahan di 17 desa mengalami kekurangan air. Dari 39 desa yang tidak mengalami kekeringan hanya dua Desa, Buket dan desa Blang Talon, selebihnya mengalami kekeringan.

Fungsi kegunaan embung Lhokgajah memiliki 3 fungsi utama, diantaranya tempat penyimpanan Debit air untuk kebutuhan sawah, Pengendalian Banjir dan bisa juga di fungsikan sebagai tempat Pariwisata.

“jika potensi di sekitar waduk Bisa dikembangkan, apalagi Buloh dikenal dengan duriannya”, jelas Samsul Bahri.

Samsul Bahri mengharapkan pemerintah terkait untuk memfasilitasi pembukaan pintu air utama dengan pembukaan electric.

“Sejauh ini jika para petani membutuhkan air, kita tidak perlu mengangkat plat pintu air secara manual, sehingga tidak terlalu membutuhkan tenaga dan bisa menghemat waktu”, harap Keujruen Blang Kecamatan Kuta Makmur.

Mawardi (41) salah satu petani Meunasah Kumbang mengatakan kekurangan air yang di alami oleh petani selama sebulan lebih itu disebabkan karena faktor kemarau dan Pintu air utama embung Lhok Gajah yang sudah untuk di angkat secara manual, hal itu sebabkan plat pintu yang memiliki beban yang berat.

Baca Juga  Program PISEW Menjadi Salah Satu Faktor Peningkatan Perekonomian Warga di Desa

“Selain dua hal tersebut terdapat juga gorong- gorong yang cincin nya terlalu kecil tepatnya di depan ruko Zulkifli, sehingga menyebabkan penyumbatan sampah “, ujar Mawardi.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Anwar (50) warga desa Dayah Meunara menuturkan, banyak juga keluhan masyarakat terkait cincin gorong – gorong di depan Ruko Zulkifli yang sering tersumbat sampah akibat cincin yang terlalu kecil.

“alangkah baiknya gorong- gorong sepanjang 6 meter itu di bongkar dan diganti dengan plat Cor, sehingga tidak terjadinya penumpukan sampah yang susah dibersihkan”, ujar Anwar. [end@]

Share :

Baca Juga

BERANDA

Tolak Hoaks, Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta Siapkan Laporan ke Mabes Polri Terkait Video yang Seret Nama Wabup Aceh Timur

ACEH

Video Klarifikasi Dun Belanda Tuai Tanda Tanya, Penggiat Media Soroti Dugaan Tekanan

BERANDA

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Alasan Pribadi dan Destry Damayanti Jadi Plt

ACEH

Operasi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen Berujung Duka, Pratu Galuh Nugraha Tewas Terkena Peluru Rekoset

BERITA

Dua Orang Diamankan Terkait Bentrokan di Menteng, Polisi Dalami Peran Masing-masing

BERITA

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

BERITA

Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026 Resmi Dibuka, Wakapolri: Gas di Sirkuit, Bukan di Jalan

ACEH

Tanggapi Video Viral, Wabup Aceh Timur T. Zainal Abidin: Tempuh Jalur Hukum Jika Tak Klarifikasi