Home / OPINI

Kamis, 19 Januari 2023 - 02:28 WIB

Saatnya Sang Aktivis Reborn ke Kancah Politik

Oleh :
Syarifuddin, Ketua Excecutive Committe (Exco) Partai Buruh Kabupaten Pidie, sekaligus Ketua Serikat Pekerja OS PLN Sigli

Lahirnya kembali (Reborn) atau lolosnya Partai Buruh untuk mengikuti perhelatan Pemilu di tahun 2024 sebagai partai kelas pekerja di kancah perpolitikan merupakan langkah awal bagi Sang Aktivis untuk ikut andil dalam menentukan kebijakan publik.

Momentum ini menjadi kendaraan politik bagi Aktivis Partai Buruh untuk melanjutkan perjuangan yang akan berdampak lebih luas, tidak hanya menyentuh buruh formal saja, namun bisa menyentuh hampir semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat bawah dan kelas pekerja.

Masih banyak perjuangan – perjuangan kaum pekerja, masyarakat lemah dan kaum miskin kota maupun miskin desa yang masih belum tersentuh sebagai tanggung jawab negara, masih banyak kaum buruh, petani, nelayan, tukang becak, sopir angkot, sopir bus, sopir truk, pedagang, tenaga kesehatan, para guru-guru swasta dan honorer, pensiunan, para anak-anak muda pencari kerja, pengamen, pekerja seni, rakyat miskin lainnya yang perlu diperjuangkan untuk mendapatkan hak-hak dari negara. Baik pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, jaminan pensiun, jaminan perumahan murah, jaminan air bersih, jaminan sosial pengangguran, jaminan makan maupun kesetaraan distribusi lainnya. Dan ini harus diperjuangkan melalui perjuangan politik.

Baca Juga  SUNGGUH BERBAHAYA:  KETIKA RASA NASIONALISME SUATU BANGSA TERGERUS EROSI

Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alamnya,kekayaan laut beserta yang terkandung didalamnya laut, sungai,hutan,budaya dan produksi-produksi kekayaan gas mineral dan tambang lainnya.

Kekayaan yang di distribusikan itu tidak akan membuat bangkrut negeri ini jika mendistribusikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.

Tapi sayangnya Potensi kekayaan Indonesia masih dikuasai oleh oligarki yang notabenya untuk kepentingan – kepentingan pribadi dan golongan dan bukan untuk di distribusikan kepada rakyatnya.

Untuk itu maka Partai Buruh harus hadir untuk meluruskan keseimbangan distribusi itu, Kau boleh kaya tapi jangan miskinkan kami (Rakyat).

Sudah banyak Exploitasi alam tapi masih banyak juga rakyat masih kelaparan, upah murah, lapangan kerja sulit, biaya pendidikan masih mahal dan lain sebagainya.

Melalui 13 perjuangan platform Partai Buruh mengajak untuk masyarakat dan rakyat untuk sama sama berjuang dalam mewujudkan perjuangan dan pergerakan tersebut, sudah saatnya rakyat bicara melalui partai yang mendengarkan dan peduli dan berkonsentrasi pada aspirasi mereka, untuk itulah Partai Buruh di dedikasikan, di khidmatkan semata mata untuk mewujudkan negara kesejahteraan.

Baca Juga  Tanah Sejengkal atau Pulau Sepetak: Islam Tegas soal Hak Milik

Istilah kata “Kau boleh kaya tapi jangan miskinkan kami”

Sehingga sangat baik rasanya jika melanjutkan pergerakan dan perjuangannya melangkah dalam kebijakan perjuangan Partai politik untuk para kelas pekerja bersama Partai Buruh.

Hidup adalah tentang perjuangan dan pilihan bukan tentang berapa banyak pujian dan hinaan. Banyak orang jatuh karena pujian dan tak sedikit pula orang yang bangkit karena hinaan.

Sebuah langkah yang menyentuh kebaikan untuk kehidupan orang lain menjadi lebih baik akan lebih mulia dan bermakna karena kehadiran mu dapat menjadi manfaat dan berarti bagi kehidupan.

Semoga Allah memberikan kita kesehatan dan keselamatan dan Semoga Aktivis yang membela kedaulatan dan kemakmuran Rakyat mendapatkan kemudahan dalam segala urusan perjuangannya. Aamiin…

Jakarta, Kamis 19 Januari 2023

Share :

Baca Juga

EDUKASI

Ketika Guru Membangun Peradaban di Tengah Kebisingan Publik

EDUKASI

SNBT Bukan Takdir : Jangan Jadikan Kampus Impian Sebagai Berhala Masa Depan

OPINI

UUPA Bukan Belas Kasihan Jakarta: Aceh Jangan Terus Dipimpin oleh Keberanian Palsu

OPINI

Aceh Tidak Lagi Butuh Wacana : Saatnya Kebijakan dan Keberanian Politik untuk Kedaulatan Energi

EDUKASI

Generasi Emas atau Generasi Brutal? Ketika Pendidikan Melahirkan Kecerdasan tanpa Nurani dan Demokrasi Kehilangan Etika

OPINI

Bangkit atau Sekadar Bertahan? Indonesia di Tengah Krisis Moral Generasi

EDUKASI

Hari Kebangkitan Nasional 2026: Menyelamatkan Generasi di Tengah Krisis Digital

ACEH

Perdamaian Aceh Belum Tuntas Tanpa Ruang Ekonomi Baru