![]()
JAKARTA – Tak biasanya, pakar ekonomi Islam, Ichsanuddin Noorsy, yang selama ini getol pemerintahan Presiden Joko Widodo, kali ini justru “menelanjangi” Anies Baswedan. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang sudah mencalonkan Partai Nasdem sebagai calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2024 itu disebut Noorsy sebagai didikan atau binaan Yahudi.
Sontak, markas Noorsy yang tak lazim ini membetot perhatian pegiat media sosial ternama Rudi S Kamri. Bagi Rudi, mereka yang suka mengkritik Jokowi biasanya merupakan pendukung Anies. Sebab, ketika Noorsy menyatakan bahwa Anies Baswedan merupakan binaan Yahudi, itu merupakan “warning” atau peringatan bagi para pendukungnya agar jangan salah menilai Anies.
Rudi menilai apa yang disampaikan Noorsy itu merupakan konfirmasi atas tuduhannya selama ini, seperti yang juga pernah disampaikan Haidar Alwi bahwa Anies Baswedan merupakan boneka Amerika Serikat (AS). “Dengan kata lain, para pendukung Anies Baswedan telah kecolongan,” kata Rudi S Kamri di Jakarta, Rabu (12/4/2023).
![]()
(Sumber: YouTube Kanal Anak Bangsa)
Pendukung Anies seperti PA 212, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) dan ormas-ormas Islam lainnya, kata Rudi, selama ini adalah pendukung Palestina dan anti-Israel. Sebab itu, kata Rudi, ketika kini mendukung Anies yang disebut Noorsy merupakan binaan Yahudi, berarti mereka sudah kecolongan.
Anies Baswedan disebut sebagai member atau anggota dari Boston Club, karena memang dia mengambil studi doktoralnya di Northern Illinois University, AS. Boston Club inilah yang selama ini diasumsikan sebagai binaan Yahudi atau menjadi bagian dari lobi Yahudi dunia.
Rudi juga menangarai ada beberapa indikator Anies sebagai binaan Yahudi, salah satunya terkait sikap Anies yang lebih memilih diam seribu basa ketika terjadi pro-kontra penolakan Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Akibat penolakan itu, Federation of International Football Association (FIFA) membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
“Saya tidak tahu isunya darimana, tapi memang ada beberapa indikator yang mengarah ke sana. Nah, kalau dikaitkan dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-20, akhirnya ilmu ‘cocokologi’ bisa berjalan karena pada waktu riuh gaduh para pendukung Anies Baswedan, mulai dari PA 212, KISDI dan ormas-ormas Islam yang lain, termasuk PKS (Partai Keadilan Sejahtera) itu menolak kehadiran Timnas Israel, Anies bungkam. Ini strategis. Dia tidak mau masuk dalam kegaduhan. Atau memang dia tidak berani. Tidak mungkin Anies mengecam Yahudi, mengecam Israel. Jadi ini perlu kita waspadai bahwa para pendukung Anies Baswedan ini ternyata salah menilai sosok seorang Anies. Hampir semua pendukung Anies Baswedan ini anti-Israel, anti-Yahudi dan anti-Amerika,” paparnya.
“Melihat paparan Noorsy bahwa Anies adalah binaan Yahudi, dan juga tuduhan Haidar Alwi bahwa Anies adalah boneka Amerika, maka kalian para pendukung Anies telah salah memilih orang yang didukung. Jadi waspada, jangan sampai nanti kalian hilangkan mendukung Anies. Seolah-olah Anies antitesis terhadap Jokowi. Ternyata tidak seperti itu. Dia adalah binaan Yahudi. Dia adalah boneka Amerika. Waktulah yang akan membuktikan. Tapi ini tidak mungkin terjadi kalau tidak ada alasannya. Tidak akan ada asap kalau tidak ada api,” lanjut Rudi yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB).
Sebab itu, Rudi mengingatkan para pendukung Anies Baswedan agar mulai cerdas, meningkatkan literasi, menelisik dengan teliti siapa sosok yang mereka dukung. “Jangan sampai Anda mendukung orang yang salah. Melakukan pencitraan ke sana kemari, kemudian dianggap antitesis Jokowi, mendukung kelompok Islam, ternyata justru dia binaaan Yahudi. Apalagi ada tambahan dari Haidar Alwi bahwa Anies adalah boneka Amerika,” tegasnya.***







