Home / BERITA / POLITIK

Jumat, 19 Januari 2024 - 08:49 WIB

Puan Maharani Angkat Bicara Soal Isu Capres 01 dan 03 Bergabung, Ini Katanya!!

Medialiterasi.id | JAKARTA – Sinyal bersatunya pasangan calon presiden 01 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dan 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD semakin mencuat ke permukaan setelah sejumlah elite poltik dari kedua kubu saling mengisyaratkan kemungkinan tersebut sangat terbuka.

Terlebih beberapa waktu yang lalu atau tepatnya pada Minggu 14 Januari 2024 Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga turut menanggapi akan hal tersebut.

Kala itu, Puan Maharani mengaku bahwa adanya komunikasi antara kubu 01 dan 03 hingga saat ini.

Puan kembali menuturkan, komunikasi itu terjalin sangat baik. Supaya pesta demokrasi lima tahunan bisa dilaksanakan dengan tertib dan aman.

“Kami berusaha selalu berkomunikasi, bersilaturahmi. Pesta kontestasi ini pesta rakyat. Kami semua berharap bisa dijalankan secara jujur, adil”, sebut Puan di Istora Senayan, Jakarta kepada awak media, Minggu 14 Januari 2024 lalu.

Baca Juga  Pengaduan Masyarakat Terhadap Produk Jurnalistik Meningkat : Kualitas Jurnalistik Perlu Dibenahi

Hal senada pun diungkapkan oleh Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Dady Palgunadi mengatakan bahwa jika 01 dan 03 bergabung itu kemungkinan besar dapat terwujud.

Pasalnya, menurut Dady, kedua kubu tersebut memiliki kesamaan, dari mulai berkembangnya isu soal keberpihakan penguasa terhadap salah satu calon hingga indikasi pengunaan infrastruktur negara secara masif.

“Paslon nomor urut 01 dan 03 sama-sama merasakan dampak dari suhu politik yang saat ini bisa dibilang sudah tidak sehat, jadi sangat memungkinkan jika dua kubu tersebut bersatu,” katanya, pada Kamis 18 Januari 2024.

Baca Juga  Inspektur Wilayah I Laksanakan Kegiatan Irwil Aktif Mendengar dan Pendampingan SPIP Pada Sejumlah Satker di Aceh

Lebih lanjut Dady mengatakan, jika dilihat dari kondisi yang ada, baik dari para elite dan akar rumput pastinya memiliki pandangan yang sama terhadap situasi politik saat ini yang carut marut lantaran diduga ada campur tangan penguasa.

“Rakyat saat ini sudah melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi, dan tidak menutup kemungkinan rakyat bersatu untuk melawan segala bentuk intervensi dari penguasa yang terkesan dipaksakan untuk memenangkan salah satu Paslon secara terang-terangan”, tandasnya. (Rizky Zuliand a/Tim)

Share :

Baca Juga

BERANDA

PNS di OKI Tewas Ditusuk Istri di Depan Masjid At-Taqwa, Dipicu Persoalan Biaya Berobat Anak

BERANDA

Kontroversi Tikungan 4 Moto3 Austria: Veda Pratama Kena Double Long Lap Usai Senggolan dengan Munoz

BERANDA

Anggaran Rp2,32 Triliun untuk 2.298 Sekolah di Aceh, TTI Temukan 7 Red Flag Revitalisasi

BERANDA

OTT Revitalisasi Sekolah di Palembang, 2 Oknum PPPK Jadi Tersangka, 21 Kepsek Diperiksa Polda Sumsel

BERITA

Yosep Gobai Pertanyakan Pengakuan Delapan Kepala Suku oleh Pemprov Papua Tengah

BERITA

Presiden Prabowo Hadiri 100 Tahun Gontor, Tekankan Pendidikan, Kemandirian Pangan, dan Kedaulatan Maritim

BERITA

Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Matangkan Konsolidasi Politik Menuju 2029

BERANDA

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp106 Miliar OTT ATR/BPN ke Muktamar NU ke-35, Nama Nusron Wahid Terseret