Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL / POLITIK

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:03 WIB

Prof. TM. Jamil : Pusat Jangan Hanya Butuh Gas, Tapi Tak Butuh Rakyat Aceh

Prof T.M. Jamil Desak ESDM Transparan soal Blok Andaman: Jangan Biarkan Azhari Cage Berteriak Sendiri

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Akademisi Universitas Syiah Kuala Prof T.M. Jamil mendesak Kementerian ESDM bersikap tegas dan transparan terkait pengelolaan Blok Andaman. Ia menilai negara harus hadir sebagai penjaga keadilan, bukan hanya regulator kontrak investasi.

Pernyataan itu disampaikan Prof Jamil dalam wawancara inklusif merespons dukungan atas pernyataan Azhari Cage soal Blok Andaman, Kamis 11/06/2026.

3 Tuntutan ke Kementerian ESDM

Prof Jamil merinci tiga langkah yang harus segera dilakukan pemerintah.

Pertama: berhenti diam.  

Kedua: berikan penjelasan yang transparan.  

Ketiga: tunjukkan keberpihakan yang adil.

“Negara harus hadir bukan hanya sebagai regulator yang mengurus kontrak investasi, tetapi juga sebagai penjaga rasa keadilan,” ujarnya.

Menurutnya, Aceh butuh kepastian bahwa pengelolaan Blok Andaman memberi manfaat nyata. Mulai dari ruang partisipasi daerah, industri turunan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi lokal.

Baca Juga  Didampingi PH PPWI, Wilson Lalengke Penuhi Undangan Klarifikasi Krimsus Polda Metro Jaya

“Kalau semua keuntungan mengalir keluar sementara masyarakat lokal hanya menjadi penonton, maka negara sedang menciptakan sumber kekecewaan baru, tegasnya.

Pesan Tegas untuk Wakil Aceh di Senayan

Saat ditanya pesan untuk wakil rakyat Aceh di DPR RI dan DPD RI, Prof Jamil menatap tajam pewawancara.

“Jangan biarkan Azhari Cage berteriak sendirian,” katanya. 

Ia mengingatkan para wakil rakyat dipilih oleh rakyat Aceh, bukan oleh sumber daya alam Aceh. Karena itu, ketika kepentingan Aceh dipertanyakan, semua wakil harus berdiri di barisan yang sama.

“Jangan hanya hadir ketika meminta suara rakyat. Jangan hanya datang saat kampanye. Jangan hanya mengaku putra daerah ketika membutuhkan dukungan politik. Saat Aceh membutuhkan keberanian, rakyat ingin melihat siapa yang benar-benar mewakili mereka. Diam dalam situasi seperti ini juga merupakan sikap politik,” lanjutnya.

Baca Juga  Aceh Utara Menjadi Juru Kunci Vaksinasi Covid 19

Pesan ke Pemerintah Pusat

Untuk pemerintah pusat, Prof Jamil menyampaikan pesan serius. Ia mengingatkan bangsa besar tidak dibangun hanya dengan mengambil sumber daya dari daerah, tetapi dengan menghormati martabat setiap daerah.

“Aceh telah memberikan terlalu banyak untuk Indonesia: sejarah, perjuangan, sumber daya, dan pengorbanan. Karena itu, hormatilah Aceh bukan karena Aceh meminta belas kasihan, tetapi karena keadilan adalah fondasi persatuan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap pertanyaan Azhari Cage sebagai pertanyaan biasa.

“Jangan anggap pertanyaan Azhari Cage sebagai pertanyaan biasa jika tidak ingin ia berkembang menjadi percakapan yang luar biasa di tengah masyarakat. Negara yang bijak mendengar sebelum rakyat berteriak lebih keras. Dan negara yang besar adalah negara yang menghargai bangsanya sendiri sebelum meminta rakyat menghargai negara,” tutup Prof Jamil. (AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Sidang Perdana Kasus Kekerasan Anak Viral di Idi Tunong, 2 Terdakwa Didakwa Langgar UU Perlindungan Anak

BERANDA

Buruh dan Mahasiswa Bantah Ada Demo Besar Agustus 2026, KSPI dan BEM SI Tegaskan Tak Turun ke Jalan

ACEH

Oknum Polisi di Banda Aceh Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Ikhtilat

BERITA

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Bantuan Zakat untuk Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran 11-18 Agustus

BERANDA

Puslabfor Polri Nyatakan Ijazah Jokowi dari UGM Asli Usai Uji Forensik Tinta dan Kertas

ACEH

Bupati Aceh Timur Gelar Turun Tanah dan Peucicap untuk Putranya, OPD Hadir Panjatkan Doa

ACEH

392 Calon Mahasiswa Asing dari 28 Negara Ikuti CBT IAIN Langsa 2026