Home / BERITA

Selasa, 15 Juli 2025 - 22:26 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden Bentuk Tim Klarifikasi Pejuang 1945

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA  – Pakar hukum internasional dan Presiden Partai Oposisi Merdeka, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, mendesak Presiden RI Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto untuk segera membentuk tim klarifikasi nasional guna mendata ulang para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 yang hingga kini belum mendapat pengakuan negara.

Hal itu disampaikan Prof. Sutan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Kalisari, Jakarta Timur, pada Senin (14/7/2025).

“Presiden perlu membentuk tim klarifikasi dan investigasi yang melibatkan sejarawan dalam dan luar negeri untuk mendata kembali siapa saja yang benar-benar ikut memperjuangkan kemerdekaan RI. Ini penting agar keluarga mereka tidak lagi merasa terhina karena dianggap bukan pejuang, bahkan dicap sebagai penghianat,” tegas Prof. Sutan.

Menurutnya, masih banyak tokoh dan masyarakat yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan namun hingga kini belum diakui secara resmi oleh negara. Bahkan, sejumlah di antaranya justru mendapatkan stigma sebagai pemberontak.

Baca Juga  Dirut BPDLH Indonesia Tanda Tangani MoU Contribution Agreement Bersama Duta Besar Norwegia

Dalam keterangannya, Prof. Sutan menyinggung salah satu tokoh nasional yang dinilai perlu direhabilitasi namanya, yakni Teungku Muhammad Daud Beureueh, mantan Gubernur Militer Aceh, Langkat, dan Tanah Karo. Tokoh yang pernah memimpin perlawanan DI/TII Aceh pada tahun 1953 itu menurutnya bukan pemberontak, melainkan seorang pejuang kemerdekaan yang kecewa terhadap pemerintah pusat.

“Daud Beureueh itu pejuang. Ia yang menyambut Proklamasi 1945 di Aceh, menyuplai logistik untuk Republik, dan membantu mempertahankan kedaulatan di masa awal. Jangan karena konflik politik masa lalu, jasa-jasa itu dihapus dari sejarah,” katanya.

Ia menyebut bahwa banyak sejarawan internasional seperti Anthony Reid dan George McTurnan Kahin mengakui peran besar Daud Beureueh dalam mempertahankan republik, khususnya di wilayah Aceh.

Prof. Sutan juga menekankan pentingnya penulisan ulang sejarah nasional secara objektif dan bebas dari dendam politik masa lalu. Ia mengajak pemerintah untuk bersikap terbuka dan berani mengakui kekeliruan dalam narasi sejarah yang selama ini dibangun, khususnya terhadap tokoh-tokoh yang sempat diberi cap pemberontak.

Baca Juga  Terkait Uka-Uka, Ketum PPWI: Kegiatan Ilegal, Tanpa Dasar Hukum

“Kita jangan terjebak pada narasi tunggal sejarah yang ditulis oleh penguasa masa lalu. Jika hari ini kita mengaku sebagai negara hukum, maka sudah seharusnya keadilan sejarah ditegakkan,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa wacana rehabilitasi terhadap tokoh-tokoh seperti Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara yang sebelumnya dikaitkan dengan PRRI-Permesta bisa menjadi preseden untuk langkah serupa terhadap tokoh-tokoh lainnya.

Prof. Sutan menutup pernyataannya dengan menyerukan agar negara hadir memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap seluruh elemen masyarakat yang ikut berjuang bagi kemerdekaan Indonesia, termasuk dari kalangan ulama, petani, santri, hingga prajurit TNI dan Polri di pelosok tanah air.

“Kalau tidak diakui secara sah, generasi mereka akan terus merasa tersingkir dari sejarah bangsa. Mari kita benahi bersama, demi keadilan sejarah dan keutuhan bangsa,” pungkasnya. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final