Home / BERITA

Jumat, 18 Juli 2025 - 19:28 WIB

Presiden Prabowo Umumkan Penurunan Tarif Ekspor RI ke AS Usai Komunikasi dengan Donald Trump

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan keberhasilan negosiasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penurunan tarif ekspor produk Indonesia ke pasar Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Presiden kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

“Saya bicara dengan Presiden Donald Trump, ya alhamdulillah juga penuh dengan perundingan alot. Akhirnya ada kesepakatan. Tarif yang sebelumnya 32 persen diturunkan menjadi 19 persen,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara menyatakan bahwa meski negosiasi berlangsung cukup keras, pemerintah tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap pembahasan.

“Saya tetap negosiasi. Saya katakan, beliau ini seorang negosiator yang cukup keras juga,” ucapnya.

Baca Juga  Ketua LPM dan Ketua RW 05 Kelurahan Kencana Tinjau Proyek Jalan Setapak

Presiden menegaskan bahwa proses dialog dan negosiasi perdagangan akan terus berlanjut demi menjaga hubungan bilateral yang saling menguntungkan.

“Namanya hubungan dagang itu terus-menerus kita negosiasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa seluruh keputusan diambil berdasarkan perhitungan yang matang. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia menjadi prioritas utama.

“Semua sudah kita hitung, semua kita berunding. Yang penting bagi saya adalah rakyat saya. Yang penting saya harus lindungi pekerja-pekerja kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyampaikan rencana penguatan maskapai nasional Garuda Indonesia melalui potensi pembelian pesawat Boeing dari Amerika Serikat.

Baca Juga  Para Wartawan di Usir oleh Mantan RW017 di Perumahan Griya Karawachi

“Memang kita perlu membesarkan Garuda. Garuda adalah kebanggaan kita, flight carrier nasional. Garuda lahir dalam perang kemerdekaan kita, jadi Garuda harus menjadi lambang Indonesia,” ujarnya.

Presiden juga menyebutkan bahwa Indonesia masih membutuhkan sejumlah komoditas impor dari AS, seperti bahan bakar minyak (BBM), gas, gandum, dan kedelai, yang turut memperkuat posisi negosiasi kedua negara.

“Akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan. Kita juga masih impor BBM, gas, gandum, kedelai, dan sebagainya. Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan,” kata Presiden. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Oknum Polisi di Banda Aceh Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Ikhtilat

BERITA

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Transparan Kematian Sutrimo

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Bantuan Zakat untuk Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran 11-18 Agustus

BERANDA

Puslabfor Polri Nyatakan Ijazah Jokowi dari UGM Asli Usai Uji Forensik Tinta dan Kertas

ACEH

Bupati Aceh Timur Gelar Turun Tanah dan Peucicap untuk Putranya, OPD Hadir Panjatkan Doa

ACEH

392 Calon Mahasiswa Asing dari 28 Negara Ikuti CBT IAIN Langsa 2026

BERANDA

Masyumi Desak Kembalikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai Paradigma Pengelolaan Kekayaan Nasional

ACEH

Kementerian Pertanian Diminta Buka-bukaan Soal Proyek Rp520 Miliar di Aceh