Home / BERITA

Jumat, 18 November 2022 - 18:21 WIB

Pertanaman Inpari 37 Sangat Dikagumi Petani di Conggeang

SUMEDANG – Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang yang berada pada ketinggian 400 – 500 mdpl (meter diatas permukaan laut), merupakan daerah lereng Gunung Tampomas yang dijadikan salah satu lokasi pertanaman Inpari 37 di Jawa Barat. Pada saat melakukan monitoring di lokasi tersebut, Selasa (15/11/22).

Kepala BPTP Jawa Barat Dr. Rustan Massinai mengatakan bahwa selama ini belum pernah menanam Inpari 37 pada ketinggian 500 mdpl, sehingga pada awalnya sempat diragukan keberhasilannya.

Kekhawatiran tersebut diperjelas dengan kondisi pertanaman dilapangan, dimana dari hasil pengamatan penyuluh pertanian BPP Conggeang yakni Bapak Darmawan bahwa pada umur 30 HST (hari setelah tanam) terlihat daun bendera yang runduk, sehingga beliau berfikiran hal ini akan mengundang hama burung, selain itu terlambatnya malai keluar (selisih 1 minggu) dibandingkan dengan pertanaman padi di sekitarnya. Beliau menuturkan pula bahwa pengalaman di dua musim sebelumnya, wilayah ini selalu ada serangan penggerek batang yang tidak terkendali sehingga menyebabkan performa padi yang cenderung jelek dan tentu berpengaruh terhadap hasil panen.

Baca Juga  Taman Baca Masyarakat KAHFIS Aceh Jelajah Literasi ke Abdya dan Meulaboh

Namun, setelah berbagai upaya yang dilakukan dan pemeliharaan yang intensif oleh penyuluh dan petani dalam memelihara pertanaman Inpari 37 di wilayah ini, kekhawatiran tersebut mulai sirna. Serangan penggerek batang hampir dibawah satu persen (dibawah ambang batas yaitu 5%) , daun bendera tampak melindungi malai yang beberapa sudah menguning serta pertanaman tampak seragam. Bahkan, kata Pak Darmawan diumur 40 HST, banyak petani yang mulai tertarik untuk menanam Inpari 37

Baca Juga  Kapolres Pidie Jaya Diwakili Wakapolres Bersama Kasat Lantas Lepas Rombongan Mudik Gratis

Atang Muhammad Syafei, SP., M.Si mengatakan benih Inpari 37 merupakan benih yang rendah hati, candanya, karena banyaknya bulir yang mengisi malai sehingga mempengaruhi bobot padi dalam rumpun, ia berharap pertanaman ini bisa mulus rahayu (lancar tanpa ada hambatan) sampai saat panen tiba, kata Atang.

Disamping melihat pertanaman di Conggeang Dr. Rustan dan Tim juga memonitor pertanaman padi di Cimalaka Kab. Sumedang yang merupakan pertanaman Inpari 36 yang sudah memasuki fase generatif dengan pertanda munculnya malai, jumlah anakan perumpun yaitu 36 dan tinggi sudah mencapai 107 cm.

Reporter : EK | Photo : Litbang Pertanian Jabar

Share :

Baca Juga

ACEH

Bismillah Menjadi KM Nol Islam: Bupati Al-Farlaky Gaungkan Kebangkitan Peradaban Peureulak di Haul Sultan ke-1224

BERANDA

Diaspora Aceh: Dari Pengungsi Konflik hingga Akademisi Dunia, Mengapa Mereka Merantau?

BERANDA

Diskualifikasi Uriarte Guncang Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Untung, Tapi FIM Steward Dinilai Telat & Tak Transparan

ACEH

Ulama Aceh Timur Desak Mahkamah Syar’iyah Terapkan Syariat Kaaffah: Mediasi, Wali, Iddah dan Nasab Jadi Kunci

BERANDA

Prediksi Portugal vs RD Kongo 18 Juni: Ronaldo Cs Diunggulkan Raih 3 Poin Perdana Grup K Piala Dunia 2026

ACEH

Bunda PAUD Julok Hadiri Pelepasan Peserta Didik KB Zaky Rahmi Labuhan

ACEH

61 Kombatan KPA Linge Teken Mosi, Desak Mualem Evaluasi Panglima Bener Meriah
MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – MALITA Foundation menyelenggarakan diskusi ilmiah daring Academic Talk Part 2 bertajuk “Menakar Kesiapan Koperasi Merah Putih di Serambi Mekkah” pada Minggu (14/6/2026) malam.

BERITA

Diskusikan Koperasi Merah Putih di Aceh, MALITA Foundation Soroti Kekosongan Pergub LKS