MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Fenomena ini dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Utara.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Aceh Utara, Syafrizal, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi masyarakat melalui sambungan telepon, pesan singkat, maupun WhatsApp.
Ia menekankan bahwa seluruh proses aktivasi IKD dilakukan secara langsung dan tatap muka oleh petugas resmi.
“Proses aktivasi identitas kependudukan digital hanya dilakukan di kantor Disdukcapil selama jam kerja atau saat pelayanan jemput bola di lapangan. Tidak ada petugas kami yang meminta data pribadi apalagi uang melalui sambungan telepon,” kata Syafrizal saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/06/2025)
Ia menambahkan, pelaku penipuan biasanya berpura-pura menjadi petugas Disdukcapil dan meminta data penting dengan dalih mempercepat proses aktivasi IKD. Masyarakat yang kurang memahami prosedur resmi berisiko menjadi korban kebocoran data pribadi.
Disdukcapil Aceh Utara juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada oknum tak dikenal yang menawarkan bantuan layanan administrasi kependudukan di luar saluran resmi.
“Masyarakat harus waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengarah pada pencurian data pribadi. Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan,” ujar Syafrizal.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan data pribadi dengan tidak sembarangan memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
“Ayo kita jaga bersama data pribadi dan jangan mudah tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai petugas,” pungkas Syafrizal.
Dengan meningkatnya kasus penipuan berkedok aktivasi IKD ini, pemerintah daerah melalui Disdukcapil berharap masyarakat lebih waspada dan hanya mengakses layanan administrasi kependudukan melalui jalur yang sah dan terpercaya. [Muntazar]







