Home / BERITA / EKBIS

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:16 WIB

Peluang Ekspor Kopi Indonesia ke Rusia Meningkat, Bamsoet Soroti Potensi Pasar Eurasia

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Peluang ekspor kopi Indonesia ke pasar Rusia dinilai semakin terbuka di tengah dinamika perdagangan global. Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, saat menerima Delegasi Rusia–Indonesia untuk pasar kopi Rusia di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, menilai Rusia memiliki potensi besar sebagai pasar kopi unggulan Indonesia, khususnya kopi Gayo dari Aceh dan Mandailing dari Sumatera Utara. Pergeseran peta perdagangan dunia serta meningkatnya konsumsi kopi di kawasan Eurasia disebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

Data perdagangan tahun 2025 mencatat nilai ekspor kopi Indonesia telah melampaui US$1 miliar dengan volume mencapai ratusan ribu ton. Rusia juga mulai masuk dalam daftar pasar dengan pertumbuhan tercepat di luar Amerika Serikat dan Uni Eropa.

“Rusia adalah pasar besar dengan lebih dari 140 juta penduduk dan tingkat konsumsi kopi yang terus meningkat, terutama di kota-kota seperti Moskow dan St. Petersburg. Dalam dua tahun terakhir, permintaan terhadap kopi meningkat signifikan. Ini peluang emas bagi kopi Gayo dan Mandailing yang memiliki karakter rasa kuat dan unik,” kata Bamsoet.

Baca Juga  Jemaah Haji Tertua Asal Gayo Lues Rela Jual Sepetak Tanah Agar Bisa Menunaikan Ibadah Haji

Delegasi Rusia–Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Tatiana Diouba, Dmitri Situmeang, Ali Amra, Ahmad Sujai, Rifqi Aji, dan Taufiq R.

Bamsoet menjelaskan, kopi Gayo dikenal memiliki aroma kuat, tingkat keasaman rendah, serta karakter rasa yang bersih. Sementara kopi Mandailing memiliki body tebal, keasaman rendah, serta aroma tanah dan herbal yang khas. Dalam berbagai lelang internasional, kedua jenis kopi tersebut bahkan mampu mencapai harga dua hingga tiga kali lipat dibanding kopi komersial biasa.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah menjaga konsistensi pasokan, mempertahankan standar mutu, serta memperkuat branding kopi Indonesia di pasar Rusia. Importir Rusia membutuhkan kepastian kualitas dan kontinuitas suplai.

Baca Juga  BUPP KEK Arun dan PNL Tanda Tangani MoU Kerjasama, Siap Lakukan Kolaborasi

Ia menambahkan, pemerintah dan asosiasi eksportir memiliki peran penting dalam mendampingi petani dan pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar pasar ekspor.

Selain itu, Bamsoet menekankan pentingnya memanfaatkan momentum kerja sama perdagangan Indonesia dengan negara-negara Eurasia. Perundingan dagang dengan Eurasian Economic Union dinilai dapat membuka peluang tarif yang lebih kompetitif bagi produk Indonesia.

Di tengah dinamika geopolitik global, Rusia disebut sedang melakukan diversifikasi sumber impor, termasuk untuk komoditas pangan dan minuman berkualitas. Indonesia dinilai berada pada posisi strategis untuk menjadi mitra dagang yang andal.

“Dalam konteks geopolitik saat ini, Rusia mencari mitra baru yang bisa dipercaya. Indonesia harus hadir sebagai pemasok yang konsisten dan berkualitas. Kita perlu diplomasi ekonomi yang agresif, misi dagang terpadu, serta promosi kopi Gayo dan Mandailing di berbagai pameran internasional di Moskow dan kota besar lainnya. Jangan sampai peluang ini direbut negara lain seperti Vietnam atau Brasil,” ujar Bamsoet. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Dua Warga Aceh Didakwa Selundup 147 Kg Sabu di Perairan Pulau Pinang, Terancam Hukuman Mati

BERANDA

Pilot Malaysia Airlines Tersangka Selundup 25,1 Kg Ekstasi, Terbang dengan 170 Penumpang dalam Kondisi Positif Narkoba

BERANDA

Listrik Padam, Ribuan Ayam Mati: Peternak Palangka Raya Lempar Bangkai ke Kantor PLN

ACEH

Al Farlaky Lantik Sejumlah Kepsek dan Kepala Puskesmas, Tekankan Amanah Pelayanan Publik

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

BERANDA

Artikel Opini “Ya’juj Ma’juj Fans Club” Viral, Soroti Dukungan Publik terhadap Trump dan Netanyahu

ACEH

Banjir Landa Aceh Timur, PGRI Hadir Ringankan Beban 144 Guru di Julok dan Indra Makmu

BERANDA

MK Putuskan Dana MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan 20 Persen