Home / BERITA

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:03 WIB

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

MEDIALITERASI.ID | JAYAPURA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di Jayapura berlangsung khidmat dan sarat makna, ketika lilin dinyalakan, doa dipanjatkan, dan tarian budaya Lapago ditampilkan sebagai simbol persatuan identitas rakyat Papua Barat dalam perjuangannya. Perayaan ini menegaskan bahwa perjuangan Papua tidak hanya bersifat politik, tetapi bertumpu pada kekuatan budaya, spiritualitas, dan warisan leluhur.

Simbol lilin yang menyala menjadi penanda tekad bersama seluruh komponen masyarakat Papua Barat—baik yang berafiliasi maupun nonafiliasi—untuk tetap bersatu dalam satu perjuangan. Melalui ibadah dan khotbah bertema “Sesungguhnya Allah Memimpin dan Menyertai Kita,” pesan persatuan itu diperkuat dengan ajakan menjaga iman, komitmen moral, serta akar budaya Papua sebagai fondasi gerakan.

Dalam ibadah tersebut ditegaskan bahwa ULMWP merupakan gerakan sipil yang bekerja di tingkat internasional. Seluruh rakyat Papua disebut memiliki mimpi yang sama: terwujudnya sebuah bangsa yang merdeka dan bermartabat. Karena itu, persatuan dalam satu “rumah besar” ULMWP dipandang sebagai kekuatan utama perjuangan.

Pementasan tarian budaya Lapago menjadi sorotan penting dalam rangkaian acara. Tarian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi sebagai ekspresi identitas, kesetiaan, dan kesinambungan budaya. Gerakannya menggambarkan keteguhan dan ikatan persaudaraan yang telah mengakar jauh sebelum era modern, menegaskan bahwa perjuangan Papua Barat berangkat dari tanah, adat, dan nilai-nilai leluhur.

Baca Juga  Kontak Tembak Kembali Terjadi di Papua Tengah : Seorang Warga Sipil Meninggal Terkena Peluru

Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni, dalam sambutannya menekankan pentingnya persatuan sebagai landasan perjuangan. Ia mengingatkan bahaya egoisme internal yang dapat menggerus kekuatan ULMWP dan melemahkan dukungan internasional.

“Jika ULMWP dihancurkan, maka dukungan internasional pun akan ikut ditarik,” tegasnya.

Pesan tersebut semakin relevan ketika ditautkan dengan akar budaya Papua yang menjunjung tinggi musyawarah, kebersamaan, dan kesetiaan terhadap kelompok. Ajakan Tabuni bukan sekadar seruan organisasi, tetapi penegasan nilai budaya yang telah hidup turun-temurun pada masyarakat Papua.

Momen budaya dalam perayaan ini juga kembali mengingatkan pada Deklarasi Saralana di Port Vila, Vanuatu, pada 6 Desember 2014. Deklarasi itu menyatukan tiga kekuatan utama perjuangan—NRFPB, WPNCL, dan WPNP/New Guinea Raad—yang atas nama seluruh rakyat Papua Barat menetapkan ULMWP sebagai wadah persatuan nasional.

Baca Juga  Aksi Donor Darah dan Simulasi Pertolongan Kecelakaan Kerja, Menyemarakkan Apel Bulan K3 Nasional

Pembentukan ULMWP merupakan tindak lanjut dari keputusan Melanesian Spearhead Group (MSG) pada 2014 yang mensyaratkan persatuan sebagai syarat pengajuan keanggotaan. Pesan persatuan ini kini dihidupkan kembali melalui simbol lilin, tarian, dan ritual keagamaan yang menjadi kekuatan identitas bangsa Papua Barat.

Struktur sekretariat yang ditetapkan saat deklarasi terdiri dari Benny Wenda, Jacob Rumbiak, Leonie Tanggahma, Oktovianus Mote, dan Rex Rumakiek, sebagai representasi dari berbagai kelompok besar dan komunitas nonafiliasi.

Deklarasi tersebut juga didukung oleh Pemerintah Vanuatu, Dewan Adat Nasional Malvatumauri, Dewan Gereja Vanuatu, Pacific Conference of Churches (PCC), serta berbagai organisasi pembebasan Melanesia.

Perayaan HUT ULMWP tahun ini tidak hanya memperingati perjalanan organisasi, tetapi membangkitkan kembali kesadaran bahwa identitas budaya Papua Barat melalui simbol lilin, ritual doa, dan tarian tradisional merupakan kekuatan yang menyatukan rakyat dalam perjuangan jangka panjang.

Momentum ini diharapkan memperkokoh persaudaraan, membangun kepercayaan antar komponen organisasi, dan meneguhkan tekad bersama untuk memperjuangkan masa depan Papua Barat yang merdeka, adil, dan bermartabat. (Rex Andru)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Polisi Johor Selidiki Kasus PRT Diduga Dianiaya Majikan, Video Penganiayaan Viral

BERANDA

Prediksi Maroko vs Brasil Piala Dunia 2026: Duel Taktik vs Sihir Samba di MetLife Stadium

BERANDA

Fakta Video Viral ART Dianiaya Majikan di Malaysia, Ini Kronologi Versi Netizen

BERANDA

Butuh RM600 Ribu, Bangunan ‘Flat’ Ilegal Komunitas Rohingya di Hulu Langat Segera Dibongkar

ACEH

MPU Aceh: Traktir Kopi Kalah Tebak Skor Piala Dunia Tetap Judi, Hukumnya Haram

ACEH

PLT Kadisdikbud Aceh Timur: Juri O2SN Harus Adil, Siswa Junjung Sportivitas

BERITA

Bawa Botol Bersumbu Bakar Saat Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Tetapkan Satu Tersangka

BERITA

Polda Metro Jaya Kerahkan 6.088 Personel Amankan Aksi Mahasiswa, Kapolda Tekankan Pendekatan Humanis