Home / BERANDA

Minggu, 13 Oktober 2024 - 12:35 WIB

Ketua PD Al Washliyah Batubara : Pantun Baharuddin Itu Bentuk Dari Kejujuran Calon Pemimpin

MEDIALITERASI.ID | BATU BARA Polemik pantun calon bupati batubara H Baharuddin Siagian menjadi perbincangan hangat di dunia maya,”Sabtu (12/10/2024).

Ditambah lagi dengan gorengan yang dibumbui isu sara menggiring opini publik untuk mendapatkan nilai negatif dari masyarakat batubara.

Berseliweran isu ini mendapatkan respon dari tokoh masyarakat ketua PD AI Washliyah Batubara AI Asari.

Beliau memandang bahwa dalam dinamika politik jelang pencoblosan pilkada batubara sebuah hal yang lumrah terjadi.

Dinamika dalam politik itu biasa terjadi apalagi mendekati hari H Pilkada, semakin dekat akan semakin kuat dinamikanya baik yang berbentuk negatif Champaign maupun black Champaign

Begitu juga dengan issue suku ras agama dan antar golongan (SARA) dipastikan menjadi menu favorit bagi tim pendukung Paslon walau issue ini sangat sensitif terhadap persatuan dan kesatuan.

Baca Juga  Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Kejari Aceh Timur Gelar Pasar Murah dan Donor Darah

Kami memandang bahwa issue suku tidak lagi menjadi pengaruh yang besar bagi masyarakat batubara yang dikenal dengan Egaliter dan ukhuwah yang baik.

Sebut saja beredarnya video pantun calon bupati batubara H Baharuddin Siagian dilini massa medsos yang berusaha dipaksa untuk “Memojokkan” beliau dengan segala narasi kebencian yang di bangun dalam upaya mendapatkan legitimasi masyarakat.

“Kami yakin dan percaya bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil mempengaruhi masyarakat Batubara yang cerdas dan tidak diprovokasi”, terang Al Asari.

Menurut Al Asari, Kalimat pantun yang disampaikan justru melahirkan kebaikan dan keberkahan tersendiri bagi paslon nomor urut 02.

“Betapa tidak bahwa 2 kalimat yang disampaikan oleh Baharuddin Siagian dalam pantun tersebut justru memposisikan diri beliau sebagai sosok calon pemimpin yang jujur, terbuka dan bicara apa adanya”, pungkasnya.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Sabu Seberat 45 Kg, Satu Kurir Ditangkap.

Lebih lanjut Al Asari memaparkan, Baharuddin Siagian tidak pernah menyembunyikan identitas kesukuan apalagi sekedar untuk mendapatkan simpati masyarakat dengan berlindung dibalik suku tertentu. Selain itu pengakuan jujur dan tulus Baharuddin Siagian tentang tanah melayu.

“Batubara ini tanah melayu diakui secara jujur tidak ditutupi menunjukkan sikap memahami dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung”, papar Al Asari.

Al Asari mengajak semua calon berkompetisi dengan baik, raih simpati masyarakat rakyat dengan gagasan yang cerdas dan sentuhan kepedulian terhadap kegundahan mereka. Sudah saatnya menghentikan kebiasaan menggunakan isu suku menjadi alat kampanye sebab kita tidak ingin terjadi perpecahan sesama kita.

“Pantun Baharuddin Siagian tersebut merupakan pantun perjuangan wujud dari semangat merebut hati masyarakat bukan pantun SARA”, ujar Al Asari. (RI-1)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Breaking News: Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Tembus Q2 Moto3 Italia di Mugello

ACEH

Idul Adha 1447 H: 86 Sapi & 57 Kambing Disembelih di Julok, Prioritas untuk Korban Banjir di Huntara

ACEH

“Bersatu Kita Mampu”: IKASMADI Berqurban 200 Paket, Rajut Silaturahmi Alumni SMAN 1 Idi

ACEH

Polda Aceh Kurbankan 46 Ekor Sapi-Kambing, Daging Dibagikan ke Warga dan Pesantren

ACEH

Kurban Pekerja dan Kontraktor Medco E dan P Jangkau Ratusan Penerima Manfaat di Blok A

BERANDA

Serangan Balasan Iran Guncang Pangkalan AS, Kritik Mengarah ke Eskalasi Washington di Teluk

ACEH

Wabup Aceh Timur Gelar Open House Idul Adha, Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

BERANDA

Euforia Finis di Depan Veda Langgeng sampai Moto3 Italia 2026, Pembalap Malaysia Mulai Meresahkan