Home / BERITA / MANACANEGARA

Senin, 9 Desember 2024 - 17:23 WIB

Kelompok Islamis Hayat Tahrir Al-Sham Berhasil Gulingkan Pemerintahan Bashar Al Assad

Anggota kelompok jihadis utama Suriah, aliansi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) berparade dengan bendera mereka dan bendera “Emirat Islam Afghanistan” yang dideklarasikan Taliban melalui kota Idlib di barat laut yang dikuasai pemberontak pada 20 Agustus 2021. – (Foto oleh OMAR HAJ KADOUR / AFP)

MEDIALITERASI.ID | DAMASKUS – Pemerintah Taliban di Afghanistan ucapkan selamat kepada koalisi kelompok oposisi bersenjata yang merebut Damaskus, Suriah karena telah menggulingkan Presiden Bashar Al Assad.

Sekelompok pejuang yang dipimpin oleh kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) melancarkan serangan mendadak akhir bulan lalu dan dengan cepat menyerbu sebagian besar wilayah yang dikuasai oleh pasukan pemerintah.

Serangan itu berpuncak pada perebutan ibu kota Suriah pada hari Minggu. Meskipun HTS terdaftar sebagai organisasi teroris oleh PBB dan AS, kelompok itu telah berjanji untuk melindungi minoritas agama Suriah, termasuk pemeluk agama Kristen.

Baca Juga  Azwir Notaris Klarifikasi  dan Bantah Tuduhan Muslihah IT Terkait Yayasan MIM Langsa

Kementerian Luar Negeri Afghanistan merilis pernyataan pada hari Minggu, memberi selamat kepada “kepemimpinan gerakan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan rakyat Suriah atas kemajuan terkini yang menghasilkan penghapusan faktor konflik dan ketidakstabilan, serta jatuhnya ibu kota Damaskus.”

“Kami menyatakan harapan bahwa fase-fase revolusi yang tersisa akan dikelola dengan cara yang menjamin sistem yang damai, bersatu, dan stabil,” bunyi pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri selanjutnya menyatakan harapan untuk pembentukan pemerintahan Islam yang berdaulat dan berorientasi pada pelayanan yang akan menyatukan negara yang dilanda perang saudara tanpa diskriminasi dan pembalasan dan akan melindungi penduduk Syiah Suriah.

Baca Juga  Pangdam IM Berbagi Kebahagiaan Bersama Ribuan Anak Yatim

Perang saudara meletus di Suriah pada tahun 2011 ketika gelombang protes dan pemberontakan yang dikenal sebagai Musim Semi Arab melanda Timur Tengah dan Afrika Utara.

Sementara Barat, Turki, Israel, dan beberapa negara Teluk mendukung pasukan anti-Assad, Rusia dan Iran memberikan dukungan kepada pemerintah di Damaskus. Gencatan senjata yang tidak mudah yang ditengahi oleh Moskow dan Ankara pada tahun 2020 telah menghentikan pertempuran skala besar selama hampir empat tahun.

Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul pada bulan Agustus 2021 selama tahap akhir penarikan pasukan AS dari negara tersebut.

Taliban sebelumnya telah memerintah Afghanistan pada tahun 1990-an tetapi digulingkan pada tahun 2001 selama invasi yang dipimpin AS. Pemberontakan Taliban berlanjut selama 20 tahun. Namun, pemerintahan baru Afghanistan tidak diakui secara resmi oleh negara mana pun.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prabowo Sebut Ada Demonstran Dibayar Rp200.000, Guru Besar UGM: Gerakan Mahasiswa Rentan Digembosi

BERANDA

Jepang Juara? Kuda Hitam Samurai Siap Guncang Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026

BERANDA

Ronaldo Hadiahi Restoran ke Mantan Pegawai McDonald’s Penolongnya  

ACEH

Perkara Khalwat Hotel Ayani Banda Aceh Dilimpahkan ke Kejaksaan  

BERANDA

Komisi PBB: Israel Sengaja Targetkan Anak-anak di Gaza, Tindakan Setara Genosida

ACEH

Gubernur Aceh Mualem Surat Prabowo Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman

ACEH

PGRI dan Bunda Guru Dilantik, Bupati Al- Farlaky Targetkan Sekolah Cetak SDM Unggul Di Aceh Timur

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti