Home / BERITA / EDUKASI

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:05 WIB

KAHFIS, ALW, dan FPCI Tanam 260 Pohon di Aceh Wujudkan Komitmen Menuju Net-Zero Emission 2060

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Sekolah Alam Kahfis Aceh bersama Ayo Less Waste (ALW) dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) melanjutkan komitmen hijau melalui kegiatan penanaman pohon sebagai tindak lanjut kolaborasi dalam Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2025.
Aksi ini menjadi langkah nyata menuju target Net-Zero Emission 2060, dengan total 260 pohon ditanam di berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di Aceh.

Program ini merupakan kelanjutan dari aksi pengelolaan sampah selama konferensi Indonesia Net-Zero Summit 2025. Sampah yang berhasil dikumpulkan dipilah, dijual, dan hasil penjualannya digunakan untuk membeli bibit pohon. Bibit-bibit tersebut kemudian disalurkan dan ditanam oleh Sekolah Alam Kahfis Aceh di sejumlah sekolah mitra sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Koordinator Tanam Pohon KAHFIS, Chairul Ardiansyah Ginting, SM, menjelaskan bahwa sebanyak 260 pohon ditanam di beberapa lokasi berbeda, yaitu SD Negeri Ulee Paya, SD Alam Ukhtani Lhokseumawe, Sekolah Alam Bireuen, SD IT Rabbani Abdya, SMP Negeri 2 Pulo Aceh, dan TPA Desa Gugop Pulo Aceh.
Kegiatan ini turut melibatkan para siswa, guru, serta masyarakat sekitar yang berpartisipasi dalam proses penanaman dan perawatan bibit pohon.

Baca Juga  Dari Penilaian ke Asesmen, dari Hukuman ke Disiplin Positif: Menguji Wajah Baru Pendidikan Indonesia

Jenis pohon yang ditanam meliputi ketapang, pucuk merah, alpukat, trembesi, bungur, mahoni, petai, dan cemara. Penanaman juga dilakukan di Sekolah Alam Cahaya Hasanah Banda Aceh, SMA XVI Aceh Barat, dan Gampong Limpok Aceh Besar.

“Penanaman ini bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari tanggung jawab moral kami terhadap bumi. Harapannya, setiap pohon yang tumbuh menjadi napas baru bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujar Chairul Ardiansyah Ginting.

Sebelumnya, Sekolah Alam Kahfis Aceh bersama ALW dan FPCI berkolaborasi dalam pengelolaan sampah selama acara INZS 2025. Sampah yang telah dipilah secara bertanggung jawab dijual ke bank sampah, dan hasilnya digunakan untuk membeli bibit pohon sebagai bentuk aksi nyata menuju masa depan yang lebih hijau.

Baca Juga  Aksi Heroik Bripka Rico Bawa Anak Istri Tangkap Komplotan Pencuri Motor Meski Sempat Ditembaki

Pembina Sekolah Alam Kahfis Aceh, Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc. (akrab disapa Bunda Dayah) menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak agar mencintai alam sejak dini.

“Menanam pohon bukan sekadar menumbuhkan batang dan daun, tetapi juga menumbuhkan harapan. Setiap pohon adalah investasi jangka panjang untuk bumi dan generasi yang akan datang,” tutur Bunda Dayah.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Alam Kahfis Aceh menegaskan komitmennya dalam mendukung aksi iklim berkelanjutan serta menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda. Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi bukti bahwa langkah kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan bumi. (Syifa)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Gerebek Rumah di Meulaboh, Polisi Amankan 4 Orang Dugaan Promosi Jarimah Zina

ACEH

Ini Pesan Bupati Aceh Timur untuk Mahasiswa: Jaga Kekompakan dan Rawat Asrama IKAPA
Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah