
JAWA TIMUR – Bayi berusia 38 hari meninggal dunia setelah kaget mendengar suara petasan yang di nyalakan oleh tetangganya di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Sabtu (22/04/2023)
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa bayi berinisial N itu terjadi setelah Shalat Isya. Dikabarkan ketika itu bayi tersebut sedang tidur di kamarnya.
Sementara itu, disaat bersamaan tetangga yang memiliki selang dua rumah yang berinisial T menyalakan petasan ukuran besar. Tepatnya di gang barat Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng.
Suara petasan yang begitu keras membuat N kaget dan langsung mengalami kejang-kejang.
“Mata sebelah kanan tidak bisa melek, sama lidahnya ke atas tidak bisa dikasih minum,” kata Nufus, perwakilan keluarga korban.
Korban sempat diperiksa ke bidan setempat sebelum dilarikan ke rumah sakit di jalan Wahidin Sudirousodo lantaran kondisinya yang semakin parah untuk penambahan trombosit Pada Selasa (25/4/2023).
Lantaran tidak ada ventilator, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Rabu (26/4/2023).
Korban kemudian masuk ruang ICU dan dinyatakan koma. Dari hasil CT scan yang dilakukan tim medis, diketahui korban mengalami pecah pembuluh darah.
“CT scan pembuluh darahnya pecah, dikira ada benturan. Kaget suara mercon sampai pembuluh darahnya pecah. Kejang, nafas berbunyi krok-krok,” ungkap Nufus.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga berencana akan melaporkan T ke polisi. Keluarga korban menilai selama N menjalani perawatan hingga dinyatakan meninggal, tidak ada itikad baik dari pihak T.
“Tidak ada itikad baik sama sekali, sampai keponakan saya meninggal tidak ada permintaan maaf atau tanggung jawab,” tandasnya, dikutip dari TribunGresik.com.
Sementara itu, bayi yang dinyatakan meninggal karena pembuluh darah pecah itu telah dimakamkan pada Kamis (27/4/2023). [ëndæ]







