Home / BERITA

Selasa, 28 November 2023 - 14:24 WIB

Jika Imigran Rohingya Ditempatkan di ICS Blang Adoe, Kami Tidak Tahu Harus Tinggal Dimana

Medialitetasi.id | ACEH UTARA – Wacana pemerintah relokasi imigran Rohingya di Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara mendapat respon sedih warga tempatan di lokasi ICS.

Tempat penampungan sementara imigran Myanmar itupun dibangun oleh sejumlah lembaga, diantaranya lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR), UN Refugee Agen y (UNHCR), Organization for Migration (IOM) dan pemerintah setempat.

ICS sendiri diresmikan pada 14 Agustus 2012 oleh Muzakir Manaf ketika menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh saat itu. Dan Kemudian Imigran Rohingya pun di deportasi oleh UNHCR ke negara ketiga ‘Malaysia’. Selanjutnya sebagian barak di ICS pun sempat dijadikan tempat isolasi mandiri oleh Pemerintah Aceh Utara untuk penanggulangan pencegahan COVID-19 pada tahun 2020.

Melansir detik News. Kedatangan Imigran Rohingya ke Aceh di tahun 2023 ini juga mendapat respon masyarakat yang beragam, bahkan ditolak dibeberapa tempat seperti di Bireun dan di Pidie.

Baca Juga  Menjamin Netralitas TNI, Kodim 0103/Aceh Utara Buka Posko Pengaduan

Relokasi sementara etnis Rohingya ke ICS Blang Adoe juga mendapat penolakan dari warga yang selama ini menempati lokasi tersebut. Pasalnya warga yang sudah menempati barak ICS tersebut tidak lagi memiliki tempat tinggal.

“Kami sudah lama tinggal disini, apabila imigran Rohingya tempati tempat ini, kami tidak tahu harus tinggal dimana”, kata Teuku Irwan, salah satu warga yang menempati barak ICS, Selasa (28/11/2023).

Teuku Irwan merupakan salah satu dari 40 warga lainnya yang sudah menempati ICS di Desa Blang Adoe selama tujuh tahun lamanya.

Irwan berharap pemerintah mendengar aspirasi penduduk setempat, untuk tidak menempatkan imigran Rohingnya kembali di ICS Blang Adoe, meski demikian Irwan menyebutkan masyarakat tetap menerima keberadaan imigran Rohingya dengan alasan kemanusiaan.

Baca Juga  Ibu Korban Pencabulan Anak Dibawah Umur di Tapanuli Utara Melapor ke Polda Sumut

“namun jangan ditempatkan disini, sebab kami sudah tujuh tahun lebih tinggal disini, kalau bisa mereka ditempatkan ditempat lain”, pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabupaten Aceh Utara, Murtala dalam mendampingi tim Kemenkopolhukam untuk meninjau lokasi penampungan dimana Kemenko Polhukam akan menyurati PJ Gubernur Aceh.

“Dan kami akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari PJ Gubernur”, tutur Sekda Aceh Utara.

Murtala juga ikut membenarkan adanya warga sekitar 15 Kepala Keluarga yang menempati barak di lokasi ICS karena tidak memiliki tempat tinggal.

Murtala mengatakan, dirinya akan membahas di rapat Muspida Aceh Utara. Dirinya juga mengatakan tidak bisa memutuskan apakah imigran Rohingya ditempatkan di ICS Blang Adoe atau tidak, tutupnya [Muntazar]

Share :

Baca Juga

BERANDA

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Alasan Pribadi dan Destry Damayanti Jadi Plt

ACEH

Operasi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen Berujung Duka, Pratu Galuh Nugraha Tewas Terkena Peluru Rekoset

BERITA

Dua Orang Diamankan Terkait Bentrokan di Menteng, Polisi Dalami Peran Masing-masing

BERITA

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

BERITA

Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026 Resmi Dibuka, Wakapolri: Gas di Sirkuit, Bukan di Jalan

ACEH

Tanggapi Video Viral, Wabup Aceh Timur T. Zainal Abidin: Tempuh Jalur Hukum Jika Tak Klarifikasi

ACEH

Tolak HGU 5.000 Ha, LSM KANA: Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen PT Citra Ganda Utama

BERITA

Pemerintah Pertimbangkan Jalur Mahkamah Syariah untuk Akhiri Sengketa Blang Padang, Keputusan Ada di Tangan Presiden