Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / POLITIK

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:02 WIB

Iran Perintahkan Warga Israel Utara Mengungsi, Balas Perintah Evakuasi Israel di Lebanon

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Komando Militer Pusat Iran mengeluarkan peringatan kepada warga di wilayah utara Israel untuk segera mengungsi. Peringatan itu disampaikan sebagai respons atas perintah evakuasi yang sebelumnya dikeluarkan militer Israel terhadap warga di Dahiyeh, Beirut Selatan, Lebanon.

Peringatan tersebut disiarkan melalui kantor berita resmi pemerintah Iran, IRNA, pada Senin 29 September 2025. Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa seruan evakuasi itu merupakan langkah balasan langsung terhadap tindakan Israel.

“Ini adalah respons terhadap perintah pemindahan paksa yang dikeluarkan militer Israel di wilayah Dahiyeh, Lebanon,” demikian pernyataan komando tersebut seperti dikutip IRNA.

Iran menegaskan, setiap serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut akan dibalas dengan serangan. Perintah kepada warga Israel utara untuk meninggalkan rumah disampaikan sebagai bagian dari peringatan dini tersebut.

Baca Juga  Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Kejari Aceh Timur Gelar Pasar Murah dan Donor Darah

Eskalasi ini bermula dari unggahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di platform X. Netanyahu menyatakan tidak akan memberi ruang aman bagi Hizbullah dan memerintahkan pasukannya untuk memperdalam operasi militer di Lebanon selatan. Ia juga menyebut markas Hizbullah di Dahiyeh sebagai target sah.

“Israel tidak akan menerima serangan dari Hizbullah sementara markas mereka di Dahiyeh, Beirut, tetap aman,” tulis Netanyahu.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyampaikan pernyataan melalui X. Araghchi memperingatkan Amerika Serikat dan Israel bahwa setiap perjanjian gencatan senjata harus berlaku menyeluruh, termasuk di Lebanon.

Menurutnya, pelanggaran di satu wilayah akan membatalkan seluruh kesepakatan gencatan senjata. Ia juga menegaskan bahwa AS dan Israel akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga  Eki Pitung: Bamus Betawi Siap Lindungi dan Perkuat Komunitas Ojek Online di Tengah Dinamika Sosial

Di sisi lain, Uni Eropa ikut mendesak agar Israel menahan diri. Juru bicara UE Anouar El Anouni meminta Israel menghormati kedaulatan wilayah Lebanon dan segera menghentikan operasi militer yang dapat memperburuk situasi.

Dengan saling balas peringatan antara Teheran dan Tel Aviv, situasi di Timur Tengah kini berada pada titik rawan. Warga di Israel utara dan Lebanon selatan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi serangan lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan akibat peningkatan tensi di kedua wilayah tersebut.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al- Farlaky Tinjau Jembatan Gantung Bhom Lama- Blang Simpoe 

BERITA

Kapolri Tegaskan Tak Ada Masalah dengan Kejaksaan, Koordinasi Diperkuat hingga Kabupaten

BERITA

Infinity 2026 Resmi Dibuka, HIMTI Unimal Gelar Kompetisi Nasional dan Expo UMKM

ACEH

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

BERANDA

Dikritisi Tajam: 8 Langkah Kontroversial Gianni Infantino yang Dinilai Jauhkan FIFA dari Semangat Sportivitas

BERANDA

Empat Tim Papan Atas Dunia ke Semifinal Piala Dunia 2026, FIFA Tegaskan Komitmen Sportivitas dan Fair Play

ACEH

Polres Aceh Timur Selidiki Penemuan Jenazah Bayi di Simpang Ulim

BERITA

BPS Pangkalpinang Targetkan Pendataan 50 Ribu Usaha pada Sensus Ekonomi 2026, Kerahasiaan Data Dijamin