Home / BERITA

Rabu, 1 Oktober 2025 - 22:45 WIB

Hari Kesaktian Pancasila 2025: Momentum Menyatukan Bangsa dan Melahirkan Karya

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Rabu (1/10/2025). Peringatan yang mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya” ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran Pancasila sebagai ideologi pemersatu dalam menghadapi tantangan zaman.

Hari Kesaktian Pancasila tidak bisa dilepaskan dari tragedi Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) yang menewaskan enam jenderal TNI AD, satu perwira menengah, serta Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution. Peristiwa kelam itu kini dikenang melalui Monumen Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan secara nasional melalui upacara bendera di instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga organisasi masyarakat. Prosesi mencakup penghormatan, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, naskah Pembukaan UUD 1945, ikrar, doa, hingga penutup. Tradisi ini diharapkan menumbuhkan rasa nasionalisme, memperkokoh persatuan, dan meneguhkan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Presiden Jokowi Luncurkan Kartu Tani Digital di PT Pupuk Iskandar Muda

Menariknya, refleksi nasional tahun ini turut diwarnai dengan lahirnya sebuah karya akademik. Juni Ahyar, akademisi dan pemerhati pendidikan bahasa, bersama Iba Harliana, S.Pd., M.Pd., meluncurkan buku berjudul “Sejarah Sastra Lama dan Sastra Modern” yang diterbitkan oleh IKAPI Alinea Indonesia. Buku ini diharapkan dapat memperkaya literatur tentang perjalanan panjang sastra Indonesia serta menjadi referensi penting bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

Baca Juga  El Mansyur Gelar Seminar Kewirausahaan Untuk Difabel

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral dalam berkarya dan berbudaya. Dengan memahami sejarah, kita bisa menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi,” ujar Juni Ahyar.

Ucapan inspiratif semacam “Dengan Pancasila, kita kuat dan bersatu. Bersama Pancasila, Indonesia maju!” pun menggema di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini menjadi penegasan bahwa Pancasila harus dihidupkan bukan sekadar dalam simbol dan peringatan, tetapi juga dalam tindakan nyata sehari-hari.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 bukan hanya mengenang tragedi sejarah, melainkan juga panggilan untuk meneguhkan persatuan, memperkuat gotong royong, dan menjaga nilai-nilai luhur Pancasila demi Indonesia yang lebih maju dan berdaulat. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?