MEDIALITERASI.ID | MAKASSAR — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat (GR) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Makassar, Senin (18/8), untuk mematangkan strategi politik dan percepatan pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Agenda ini juga membahas rencana pendirian partai politik baru yang akan berjalan paralel dengan ormas GR menuju Pemilu 2029.
Ketua DPW GR Sulsel Asri Tadda menegaskan, Gerakan Rakyat telah terbentuk di 22 kabupaten/kota se-Sulsel, meski baru tujuh daerah yang menuntaskan Musyawarah Daerah (Musda).
“Kita perlu percepatan hingga ke tingkat DPC di setiap kecamatan,” ujarnya.
Asri menjelaskan, ormas GR tidak akan bertransformasi menjadi partai politik, tetapi akan mendampingi partai baru yang tengah disiapkan untuk menghadapi Pemilu 2029. Strategi ini dipilih agar seluruh elemen pendukung agenda perubahan Anies Baswedan termasuk ASN, TNI, dan Polri yang dilarang terjun langsung dalam politik praktis tetap dapat berkontribusi melalui ormas tanpa melanggar aturan.
“Bagi mereka, ormas GR menjadi wadah perjuangan perubahan yang aman secara regulasi,” kata Asri, yang juga mantan Juru Bicara TKD AMIN Sulsel pada Pilpres 2024.
Ke depan, DPW GR Sulsel akan memperkuat Dewan Pakar dengan melibatkan lebih banyak akademisi dan intelektual untuk menopang agenda perubahan bangsa.
“Ini akan menjadi nilai tambah bagi Gerakan Rakyat,” imbuhnya.
Rakor yang berlangsung hingga menjelang Magrib ini dihadiri jajaran pengurus, Dewan Pakar, dan Dewan Penasehat DPW GR Sulsel, di antaranya Fuad Kesuma Fikar, A. Muh Idrus, Irma Effendy, Rinaldi, dan Rury Asri. (**)







