Home / BERITA

Senin, 15 November 2021 - 16:47 WIB

Gerhana Bulan Parsial 19 November 2021 Diperkirakan Terjadi Siang Hari


Astronomi – Gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Gerhana bulan terjadi saat bulan berada pada fase purnama (full moon), namun gerhana bulan tidak terjadi di setiap bulan purnama, karena bidang orbit bulan tidak sejajar dengan bidang orbit bumi.

Gerhana bulan ada tiga macam jenisnya. Pertama, gerhana bulan total (Blood Moon). Gerhana ini terjadi disaat bulan sepenuhnya memasuki dalam bidang bayang inti (umbra) bumi, sehingga bulan terlihat saat puncak gerhana total berwarna hitam kemerah-merahan.

Kedua, gerhana sebagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi.

Ketiga, gerhana bulan penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai kedalam bayang inti. Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak seperti pada saat bulan purnama biasanya.

Baca Juga  Terbongkar, Tujuan Bacaleg DPR RI Dapil Madura Pada Kontestasi Politik 2024 Mendatang

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop, karena perubahan cahaya bulan saat masuk dalam bayang kerucut bumi hanya bisa dibedakan melalui pengamatan teleskop.

Gerhana penumbra ini hanya dikenal dalam ilmu falak, belum sampai pada tahapan pengkajian fikih, sehingga sampai hari saat ini, peristiwa gerhana bulan penumbra masih ada perbedaan pendapat terhadap hukum salat gerhana.

Untuk tahun 2021, gerhana bulan dengan jenis gerhana bulan parsial akan terjadi pada Jum’at 19 November 2021 M bertepatan pada malam purnama 15 Rabiul Akhir 1443 H diperkirakan mulai pukul 14 : 20 WIB sampai pukul 17: 46 WIB.

Baca Juga  DOKTER TIFA UMUMKAN “HIJRAH” DARI POLEMIK IJAZAH JOKOWI, KEMBALI FOKUS KE DUNIA KESEHATAN

Gerhana bulan parsial ini tidak bisa disaksikan di seluruh Indonesia, hal ini disebabkan saat gerhana bulan terjadi, sebagian besar wilayah Indonesia masih siang hari.

Wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan gerhana ini adalah Indonesia Timur, Indonesia Tengah, dan sebagian Indonesia barat, seperti Bangka belitung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Sedangkan untuk daerah lain di Indonesia bagian barat tidak bisa menyaksikan gerhana ini, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.

Reporter : Tgk. Ismail, S.Sy.,M.A. Dosen ilmu falak, Jurusan Astronomi Islam, Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe| Photo : Ilustrasi Google | Editor : (Ek)

Share :

Baca Juga

ACEH

BREAKING: Kapolri Cek Langsung Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie – Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia Terbongkar!

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir

BERITA

45 Santri Misbahul Ulum Tampilkan Silat Tapak Suci pada Hari Santri Nasional 2026

BERITA

Polda Metro Jaya Sita Lebih dari 7 Juta Butir Obat Keras Ilegal, 16 Orang Diamankan

ACEH

Bantuan UMKM Pusat di Aceh Timur Dikeluhkan, Pedagang Kecil Keluhkan Syarat Administrasi NIB

ACEH

Hadiri Maulid dan Pengajian Asy-Syifa, Wabup Aceh Timur Ajak Ulama Perkuat Dakwah Etika Bermedsos

ACEH

Bupati Aceh Timur Pastikan Kembali ke Jakarta November, Tagih Bantuan Jadup dan Stimulan Banjir

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini