MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Empat bulan pasca bannjir sumatera puluhan kepala keluarga (KK) di Dusun Pante Seupeng, Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih hidup tanpa aliran listrik sejak banjir melanda wilayah tersebut pada November 2025.
Warga setempat mendesak PT PLN (Persero) segera mempercepat pemulihan jaringan listrik agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Salah seorang warga, Ilyas, mengatakan sekitar 50 KK terdampak kondisi tersebut. Meski tiang listrik telah dipasang, jaringan kabel belum terpasang sehingga listrik belum dapat digunakan.
“Tiangnya sudah dipasang, namun kabelnya belum ada,” kata Ilyas kepada media, Jumat (3/4/2026) malam.
Selama ini, warga hanya mengandalkan lampu cas untuk penerangan sehari-hari. Sebagian lampu diperoleh dari bantuan, sementara sebagian lainnya dibeli secara mandiri.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan, terutama saat daya lampu habis. Warga terpaksa pergi ke dusun tetangga untuk mengisi ulang baterai.
“Kalau baterai lampu habis, warga harus cas ke dusun tetangga. Kondisinya masih seperti awal pascabencana,” ujarnya.
Warga berharap pemasangan jaringan listrik dapat segera diselesaikan agar kehidupan mereka kembali normal.
“Kami berharap secepat mungkin listrik bisa menyala, supaya kehidupan masyarakat membaik,” tutur Ilyas.
Sementara itu, pihak PLN menyatakan proses pemulihan listrik dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi serta keterbatasan sumber daya di lapangan.
Manager Unit Layanan Pelanggan Panton Labu, Azlinsyah, menjelaskan bahwa saat ini tim masih fokus menyelesaikan pemasangan jaringan di sejumlah wilayah lain.
“Tim kami saat ini masih fokus pemasangan di Buket Linteung. Setelah itu akan bergerak ke Ulee Rubek Barat, Lhok Puuk, dan Lueng Bata. Mungkin setelah itu baru bisa ke Pante Seupeng,” ujarnya.
Ia menambahkan, banyaknya lokasi hunian sementara (huntara) yang tersebar menjadi tantangan dalam proses pemulihan listrik.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat akan listrik di wilayah huntara. Namun, dengan keterbatasan petugas, pekerjaan dilakukan satu per satu sesuai urgensi yang kami terima dari BNPB dan pemerintah daerah,” katanya.
Meski demikian, PLN memastikan berkomitmen menyalakan seluruh jaringan listrik di wilayah terdampak secara bertahap.
“Insyaallah kami berkomitmen untuk menyalakan semua huntara yang ada di wilayah kerja PLN Panton Labu. Kami mohon masyarakat bersabar karena prosesnya dilakukan secara bertahap,” ujar Azlinsyah. (EQ)







