MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Duta Besar Swiss untuk Indonesia H.E. Mr. Olivier Zehnder dan rombongan dalam lawatannya ke Aceh, menyempatkan diri berkunjung ke Museum Tsunami Aceh yang disambut langsung oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh yang diwakili Kepala Seksi Edukasi dan Preparasi Abdul Lathief, Senin, 14 Oktober 2024.
Dubes Zehnder yang mengunjungi Aceh untuk pertama kalinya, mengungkapkan rasa senangnya bisa berkunjung dan berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak Museum Tsunami Aceh.
Didampingi oleh edukator museum, Nurul Latifa yang menjelaskan detail museum, Zehnder terpukau dengan desain unik dari museum.
Ia mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Aceh melalui museum tsunami dalam merawat sejarah yang menjadi monumen penting dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Selamat untuk Museum Tsunami, tempat untuk mengenang bencana yang melanda dan tempat membangun masa depan dan perdamaian,” ungkap Zehnder.
Pada hari yang sama Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA, menyambut kedatangan Dubes Swiss untuk Indonesia beserta rombongan, H.E. Mr. Olivier Zehnder di Meuligoe Gubernur Aceh.
Suasana pertemuan berlangsung hangat di mana para pihak saling bertukar gagasan terkait sejumlah hal yang menyangkut kepentingan bersama.
Safrizal menyampaikan kepada Dubes Swiss mengenai rencana peringatan 20 tahun bencana tsunami Aceh pada Desember 2024.
Menurut Safrizal, peringatan ini akan menjadi momentum penting bagi rakyat Aceh untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada dunia internasional atas bantuan dan kepedulian yang diterima selama masa pemulihan pasca-tsunami.
Safrizal secara resmi mengundang Dubes Swiss untuk menghadiri peringatan tersebut.
“Peringatan 20 tahun tsunami ini menjadi momen bagi kami untuk mengucapkan terima kasih kepada dunia atas dukungan selama masa sulit pasca-bencana,” ujar Safrizal.[af]







