Home / BUDAYA

Minggu, 18 Juni 2023 - 08:46 WIB

Festival Ornamen di Museum Tsunami Menarik Perhatian Publik

BANDA ACEH – Pergelaran Festival Ornamen Aceh (FOA) 2023 yang berlangsung selama empat hari sejak 10-13 Juni 2023 yang berlokasi di Museum Tsunami Aceh resmi berakhir.

Festival ini tidak hanya sukses digelar, namun juga menarik antusias masyarakat yang datang untuk mengenal seni ornamen-ornamen asli Aceh dimasa lalu.

Pengunjung yang terpantau datang pada pesta perdana seni ornamen yang mengangkat isu keberagaman di Aceh, mulai dari anak usia dini, pelajar hingga pengunjung dewasa untuk menyaksikan keindahan ornamen-ornamen tempo dulu.

Festival yang bertajuk “Menemukan Wajah Aceh Lewat Ornamen” digelar sebagai upaya pelestarian eksistensi identitas dan estetika sebuah daerah dari masa ke masa. Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan, seminar, workshop, exhibition, dan live performance.

Iskandar yang merupakan seniman Laboratorium Seni Aceh Rakitan sekaligus dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, itu menginisiasi festival ornamen karena menurutnya saat ini ornamen Aceh hampir punah. Tak sedikit juga banyak masyarakat yang menganggap ornamen Aceh hanya sebagai hiasan semata.

“Inisiatifnya memang untuk menyelamatkan ornamen-ornamen yang ada di benda-benda seni bersejarah yang memang hampir punah,” kata Iskandar.

Baca Juga  "Museum Keliling" Tarik Antusiasme Ratusan Pelajar di SMPN 1 Banda Aceh

Mewakili Laboratorium Seni Aceh Rakitan ia berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut ambil bagian dalam mendukung event Festival Ornamen Aceh (FOA) 2023.

Terkhusus untuk Kemenkeu dan Kemendikbud Ristek melalui Dana Indonesiana, Tim FOA, Pedir Museum, Mapesa, ISBI Aceh, Museum Tsunami Aceh, Disabilitas Seni, Akar Imaji, Kamp Kulu, Kamp Konsentrasi Seni, Rungka, Kurator FOA, pemateri Seminar dan workshop, para seniman, serta rekan-rekan media, baik elektronik maupun cetak.

“Semoga di tahun-tahun berikutnya kita punya kesempatan kembali, untuk mewujudkan FOA yang semakin berseni, bajik, berguna dan lancar, bagi Aceh dan untuk Indonesia,” harap Iskandar.

Dalam laporan kuratorial, Masykur Syafruddin, menyebutkan langkah-langkah pengumpulan artefak sejarah dan karya seni ornamental Aceh adalah suatu usaha yang harus dilakukan dan tentunya memerlukan dukungan berbagai pihak.

“Banyak artefak sejarah dan karya seni ornamental yang hari ini sudah menjadi koleksi lembaga-lembaga pemerintahan, museum dan koleksi pribadi. Akan tetapi masih banyak lagi karya-karya seni lainnya yang mesti diselamatkan terutama yang terancam punah atau berpindah kepemilikannya ke luar negeri,” ujar Masykur yang juga Direktur Pedir Museum.

Baca Juga  Festival Jajanan Indatu Aceh Timur 2026 Angkat Tet Pulot, Pulot Ijo, dan Warisan Kuliner Leluhur di Idi

Festival ornamen Aceh ini, lanjut Masykur, adalah gagasan kawan-kawan dari Aceh Rakitan yang dapat terwujud dengan dukungan Dana Indosiana, yakni dana kebudayaan dari Kemendikbud bekerjasama dengan Kemenkeu RI.

“Festival ini adalah langkah awal dalam rangka mengumpulkan ragam ornamen Aceh yang diambil dari berbagai bentuk benda budaya dan artefak sejarah,” pungkasnya.

Konten yang dipamerkan dalam festival ornamen Aceh yang diselenggarakan oleh Labotorium Seni Aceh Rakitan dengan support Dana Indosiana, lembaga dan komunitas yang berpartisipasi merupakan langkah dan tahapan awal pengumpulan data-data karya seni Aceh, khususnya seni rupa ornamental yaitu ornamen-ornamen yang menggambarkan wajah Aceh sejak ratusan tahun yang lalu.

Festival Ornamen Aceh ini menyajikan ragam seni rupa ornamental Aceh yang menggambarkan keberagaman di Aceh dan memberikan gambaran tentang wajah Aceh di masa lalu, wajah Aceh dalam kebudayaan, dan wajah Aceh dalam lintasan sejarahnya.[af]

Share :

Baca Juga

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

ACEH

“Penajoh Keuneubah Indatu” Ramaikan Idi, TP PKK Aceh Timur Ajak Gen Z Cintai Jajanan Tradisional

ACEH

Pisah Sambut Dandim 0104/Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky Apresiasi Sinergi dan Sambut Pejabat Baru dengan Tradisi Peusijuek

ACEH

Festival Jajanan Indatu Aceh Timur 2026 Angkat Tet Pulot, Pulot Ijo, dan Warisan Kuliner Leluhur di Idi

ACEH

‘Satu Lentera Padam’, Bupati Al-Farlaky: Kepergian Abiya Kehilangan Cahaya bagi Umat

ACEH

Bupati Al-Farlaky dan Rombongan Takziah ke Dayah Abiya Blang Mideun Julok

ACEH

Deli Serdang Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Pemulihan Aceh Timur Pasca Banjir

ACEH

Bupati Al-Farlaky Luncurkan Aplikasi Si AZIS