MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Konten Budaya Lokal Tahap I. Acara ini diikuti oleh 75 penulis terpilih dari total 150 pendaftar dan berlangsung di ruang utama Perpustakaan Aceh Utara dengan tema “Pembudayaan Gemar Membaca Tingkat Daerah Kabupaten/Kota”. Aceh Utara, Rabu (21/05/2025)
Narasumber utama, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., akademisi Universitas Malikussaleh, memberikan motivasi dan tips praktis dalam menulis konten budaya lokal. Ia menjelaskan bahwa menulis bukanlah hal yang sulit asalkan dimulai dari hal-hal yang disukai dan dilakukan secara konsisten.
“Menulis adalah bentuk ekspresi, latihan berpikir kritis, dan juga media untuk berbagi gagasan,” ujar Juni penuh antusiasme.
Ia juga membagikan lima langkah praktis dalam menulis konten budaya lokal, yaitu :
Menentukan topik budaya yang menarik, Membuat kerangka ide. Mengembangkan ide, Melakukan revisi dan penyuntingan, serta Mempublikasikan atau mengarsipkan sebagai dokumentasi budaya.
Juni menambahkan, penulisan konten berbasis budaya lokal adalah salah satu strategi efektif untuk melestarikan warisan nenek moyang melalui media digital dengan tujuan utamanya adalah melestarikan warisan budaya sekaligus membangun kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal, serta menjadi media promosi potensi daerah.
Lebih lanjut Juni mengatakan, dengan adanya Bimtek ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara mengharapkan lahirnya generasi penulis yang dapat menjadi penjaga ingatan kolektif masyarakat dan pewaris nilai-nilai luhur daerah.
“Upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui tulisan”,
Sebagai informasi tambahan, adapun peserta Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal Tahap I berasal dari berbagai latar belakang seperti akademisi, guru, mahasiswa, pelajar hingga masyarakat umum yang peduli terhadap pelestarian nilai-nilai tradisi melalui karya tulis.
Selain itu, kegiatan ini merupakan hasil seleksi naskah yang ketat, sebagai langkah awal dalam pengembangan ekosistem literasi dan dokumentasi kebudayaan lokal di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.
Lebih lanjut, Juni menjelaskan bahwa penulisan konten berbasis budaya lokal adalah salah satu strategi efektif untuk melestarikan warisan nenek moyang melalui media digital. Bentuknya bisa beragam: dari artikel, blog, caption media sosial, skrip video, hingga infografis.
“Tujuan utamanya adalah melestarikan warisan budaya, membangun kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal, serta menjadi media promosi potensi daerah,” tambahnya.
Harapan Menuju Pelestarian Budaya
Melalui program ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara ingin menciptakan generasi penulis yang dapat menjadi penjaga ingatan kolektif masyarakat dan pewaris nilai-nilai luhur daerah.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang semakin memacu semangat peserta untuk terus menulis dan mendokumentasikan budaya lokal yang mulai terlupakan.
Dengan adanya Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal ini, Aceh Utara tidak hanya membangun kesadaran membaca, tetapi juga menggerakkan gerakan literasi berbasis kearifan lokal. Langkah ini menjadi fondasi kuat dalam membangun identitas daerah dan memperkuat keberlanjutan budaya di tengah gempuran globalisasi.
“Semoga konten-konten ini menjadi referensi berharga bagi generasi mendatang dan juga menumbuhkan minat masyarakat untuk lebih aktif berkunjung ke perpustakaan sebagai pusat pengetahuan,” tutup Juni.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab yang semakin memacu semangat peserta untuk terus menulis dan mendokumentasikan budaya lokal. [JA]









