Home / BERITA

Jumat, 31 Desember 2021 - 17:56 WIB

DEM Aceh Gelar Diskusi Publik, “1 Semester Pengelolaan Blok B, Apakah Sesuai Harapan”

ACEH UTARA – Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh, Selasa, 28 Desember 2021, menggelar diskusi publik secara Virtual dengan tema “1 Semester Pengelolaan Blok B, Apakah Sesuai Harapan?”

Pengalihan pengelolaan blok migas yang berada di Aceh Utara itu sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 76.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Persetujuan Pengelolaan dan Penetapan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok Kontrak Kerja Sama pada Wilayah Kerja B.

Ketua DEM Aceh, Didi Supriadi, dalam keterangan tertulis usai diskusi publik tersebut mengatakan Blok B sudah lama menjadi tulang punggung Provinsi Aceh. Sejak 18 Mei 2021, pengelolaan Blok B diserahkan kepada PT Pema Global Energi (PGE), anak perusahaan PT Pembangunan Aceh (Pema), dengan jangka waktu kontrak selama 20 tahun.

Baca Juga  Klaim Karbon PT PEMA: Forbina : Proyek Angin yang Menyesatkan Aceh

Menurut Didi, untuk mengembangkan bisnis ini dibutuhkan kolaborasi bersama antara operator/pengelola, regulator serta seluruh masyrakat Aceh.

“Meningkatkan produksi gas sebesar 107% serta kondensat sebesar 138% (setelah alih kelola Blok B) adalah sebuah pencapaian yang harus diapresiasi. Ini hal positif yang harus disyukuri,” ujar Didi.

“Tetapi, ada beberapa catatan yang perlu kita benahi dari berbagai aspek. Di antaranya, komunikasi dan keterbukaan informasi umum sehingga pengelolaan Blok B bisa memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat Aceh, terutama yang berada di sekitar blok migas itu, dan dapat memberikan pendapatan lebih baik bagi pemerintah yang pada akhirnya dapat dinikmati masyarakat Aceh,” tutur Didi.

Baca Juga  Sambut HUT RI Ke-78, Pos TNI AL Jajaran Lanal Dumai Bagikan Bendera Merah Putih

Diskusi ini menghadirkan tiga pembicara, Teuku Muda Ariaman (Direktur PT Pema Global Energi), Afrul Wahyuni (Deputi Dukungan Bisnis Badan Pengelola Migas Aceh), dan Yarmen Dinamika (wartawan senior). Diskusi publik tersebut dipandu T. Agung Kurniawan, Sekretaris DEM Aceh.

Didi menyimpulkan hasil pemaparan tiga narasumber dalam diskusi publik tersebut bahwa alih kelola Blok B kepada Aceh memberikan sebuah harapan untuk mengembalikan Aceh ke masa keemasan. Namun, kata dia, pada prinsipnya mengembangkan bisnis migas dengan “high risk and high cost” tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Reporter : (Mz) | Photo : (Ist) | Editor : Mazahari

Share :

Baca Juga

BERITA

1.275 Rumah Lolos Verifikasi, Pemko Lhokseumawe Mulai Salurkan Bantuan Stimulan Pascabencana

BERITA

Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Bintang Jasa dan Satyalancana kepada Penggerak Program Gizi dan Rantai Pasok Polri

BERITA

UIN SUNA Lhokseumawe Targetkan 1.500 Mahasiswa Baru 2026, Perkuat Akses Beasiswa dan Kolaborasi Industri

BERITA

Bareskrim Ungkap Kasus Keterangan Palsu Akta Autentik, Tersangka Terancam 7 Tahun Penjara

BERITA

Bencana Berlapis: Korban Banjir Aceh Timur Jadi Korban Kembali Akibat Verifikasi yang Gagal

BERITA

Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Sabu 476 Gram, Etomidate, dan Happy Water di Cakung

ACEH

Konflik Agraria Aceh Timur Memanas, Keuchik dan Warga Dipanggil Polda Aceh, 400 KK Terdampak

ACEH

Tersangka Pembunuhan Warga Peureulak Barat Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum