Home / BERITA / EKBIS

Selasa, 14 Oktober 2025 - 20:53 WIB

DEA Dorong Pengembangan Pelabuhan Krueng Geukuh Jadi Pusat Ekspor CPO Aceh

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Dewan Ekonomi Aceh (DEA) memberikan catatan penting terkait kondisi Pelabuhan Krueng Geukuh di Lhokseumawe. Lembaga ini menilai pelabuhan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pelabuhan ekspor komoditas unggulan Aceh, khususnya Crude Palm Oil (CPO).

“Secara umum kami menilai kondisi Pelabuhan Krueng Geukuh sangat positif. Penilaian ini berdasarkan tinjauan awal, meski tetap dibutuhkan kajian lebih mendalam,” ujar Sekretaris Jenderal DEA, Ismail Rasyid.

Ismail menyebut, aktivitas di pelabuhan tersebut masih mengalami stagnasi akibat kurangnya perencanaan dan pengembangan yang terarah. Selama ini, kata dia, kegiatan pelabuhan masih bergantung pada aktivitas sektor minyak dan gas di Aceh.

Baca Juga  Berdayakan Ekonomi Umat : FEBI IAIN Lhokseumawe Selenggarakan Seminar Tata Kelola Filantropi Syariah

“Sebagian besar barang dari Aceh justru dikirim melalui Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara, kemudian dilanjutkan melalui jalur darat ke Aceh,” tambahnya.

Untuk melihat langsung kondisi pelabuhan, DEA mengutus Ismail Rasyid bersama anggota DEA, Hasballah M. Thaib atau Rocky, yang juga mantan Bupati Aceh Timur.

“Kami mendapat penjelasan dari pihak Pelindo bahwa Pelabuhan Krueng Geukuh sangat siap untuk kegiatan ekspor dan impor,” kata Rocky.

Rocky yang kini aktif di sektor perkebunan sawit menilai pelabuhan tersebut berpotensi menjadi pelabuhan utama pemuatan CPO dari Aceh.

“Melihat kondisi di lapangan, hanya diperlukan pembenahan kecil yang sifatnya tidak krusial,” ujarnya.

Baca Juga  FJL Datangkan Dandhy Dwi Laksono Bahas Balik Layar Film Dokumenter Investigasi

Dalam kunjungan lapangan pada Jumat (10/10/2025), tim DEA menyaksikan satu kapal yang baru saja selesai memuat 10.000 ton kernel (cangkang sawit) untuk diekspor ke Jepang. Selain itu, satu kapal kargo domestik juga sedang melakukan aktivitas bongkar muat.

Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, DEA meyakini Pelabuhan Krueng Geukuh dapat dikembangkan menjadi pusat ekspor CPO Aceh.

“Pengembangan ini akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Ismail.

Rocky menambahkan, agar fungsi pelabuhan sebagai pusat ekspor CPO berjalan optimal, dibutuhkan tambahan investasi untuk pembangunan tangki penyimpanan (storage tank). (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final