Home / BERITA

Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:17 WIB

Citarum, Air Bersih, Ikan, Sumber Kehidupan Manusia dan Dosa Lingkungan Kita

Sungai Citarum, difoto pada 10-8-2025 lokasi : Desa Maruyung Kecamatan. Pacet, Kabupaten Bandung

Oleh: Anang Fathurrohman. Mantan Ketua Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI) Indonesia Kabupaten Bandung, Jawa Barat

OPINI – Coba bayangkan… jika Sungai Citarum bisa berbicara, mungkin ia sudah menjerit menggunakan toa di tengah keramaian:
“Hei manusia! Airku untuk menghilangkan dahagamu, bukan untuk menampung dosa limbah pabrik dan tumpukan sampah rumah tanggamu!”

Ironis, bukan? Sungai yang menjadi sumber air baku bagi jutaan manusia justru kita perlakukan seperti tong sampah raksasa gratis. Kita lupa bahwa jika airnya tercemar, kitalah yang akan meminum racun itu setiap hari—disamarkan dalam bentuk “teh limbah” yang merayap diam-diam ke dalam tubuh kita.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya sederhana: menebar benih ikan.
Ya, mungkin terdengar sepele. Tapi percayalah, in syaa Allah dampaknya luar biasa. Ikan bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi pasukan pembersih alami—memakan plankton berlebih, mengendalikan populasi serangga, dan menjadi tanda bahwa air sungai masih layak dihuni.

Baca Juga  Janji Ditepati, Rakyat Terlindungi: Wakil Wali Kota Bogor Serahkan Ganti Rugi Gerobak PKL dan Fasilitasi Tempat Usaha Baru

Bayangkan jika setiap warga mau menebar benih ikan di Citarum:

Anak-anak akan belajar bahwa ikan lahir dari sungai yang sehat, bukan dari mesin pabrik di pasar.

Masyarakat akan paham bahwa keberadaan ikan adalah bukti air yang tidak terlalu tercemar—karena ikan tak punya masker atau tabung oksigen.

Nelayan tak lagi sekadar bernostalgia, tetapi kembali bisa menebar jala dan memancing dengan senyum di wajah.

Menebar benih ikan adalah bentuk “permintaan maaf” kita kepada Citarum:
“Maaf, kemarin aku menambah dosamu dengan sampahku. Hari ini aku memberimu kehidupan baru.”

Kita tidak bisa menunggu pemerintah saja. Sungai ini butuh tangan-tangan kita. Butuh niat tulus kita. Butuh aksi kecil yang dilakukan terus-menerus hingga menjadi gelombang perubahan.

Baca Juga  Aduan Dugaan Amoral Ketua Komisi II Masuk DPRD, BK Pamekasan Diuji Ketegasannya

Jadi, saat ada acara menebar benih ikan, jangan hanya berdiri sambil memotret lalu pulang. Turunlah, genggam benih itu, dan lepaskan ke air. Rasakan getaran hidup yang kita berikan kembali pada sungai. Itulah investasi lingkungan tidak pernah merugikan, dan keuntungannya akan kembali pada kita, pada anak-anak kita, dan pada masa depan yang ingin kita selamatkan.

Karena Citarum yang sehat bukan sekadar mimpi. Itu adalah janji kehidupan. Dan ketika kita menjaganya, suatu hari nanti, mungkin sungai itu akan berbisik lembut kepada kita.

“Terima kasih… kini aku tidak lagi rasa limbah.”, tapi untuk saat ini kata indah itu hanya sekedar harapan, jika kita semua tidak berjibaku menjaga alam dan lingkungan Citarum.

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi