MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Dua dekade setelah tsunami Aceh menggugah gelombang solidaritas nasional, kepedulian pembaca Harian Kompas kembali hadir di Tanah Rencong. Kali ini, solidaritas tersebut diwujudkan melalui pembangunan kembali SD Negeri Teumpeun di Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, yang rusak akibat banjir besar pada 2025.
Pembangunan sekolah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Ketua TP-PKK Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, Rabu (24/6/2026). Proyek ini didanai melalui donasi pembaca Harian Kompas yang dikelola Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas.
SDN Teumpeun menjadi proyek pertama program rehabilitasi sekolah yang dijalankan Dana Kemanusiaan Kompas di tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatra. Pembangunan sekolah ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.
Perwakilan Dana Kemanusiaan Kompas, Adi Prinantyo, mengatakan seluruh dana pembangunan berasal dari sumbangan para pembaca Harian Kompas dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini murni donasi pembaca Harian Kompas. Setiap pembaca yang menyisihkan uangnya melalui kupon, transfer, maupun kotak donasi, akhirnya terkumpul dan diwujudkan menjadi proyek pembangunan sekolah ini,” ujarnya.
Menurut Adi, Aceh menjadi daerah pertama yang menerima bantuan dalam program pascabanjir tersebut. Setelah Aceh Timur, program serupa akan dilanjutkan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Selain itu, satu program pembangunan lainnya juga sedang dipersiapkan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Ia menjelaskan, hubungan antara Kompas dan masyarakat Aceh telah terjalin sejak bencana tsunami 2004. Saat itu, pembaca Kompas turut berpartisipasi dalam berbagai program kemanusiaan untuk membantu proses pemulihan Aceh.
“Kami memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan anak usia sekolah dasar. Harapan para pembaca Kompas adalah agar anak-anak Aceh Timur memiliki lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung mereka meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Adi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan terima kasih kepada manajemen Harian Kompas dan seluruh pembaca yang telah menyalurkan bantuan bagi masyarakat Aceh Timur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Harian Kompas serta para pembaca yang telah mempercayakan dana kemanusiaannya untuk membantu pembangunan kembali sekolah di daerah kami,” ujar Al-Farlaky.
Ia menjelaskan bahwa penetapan SDN Teumpeun sebagai penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil survei bersama antara Dana Kemanusiaan Kompas, konsultan, dan instansi terkait dengan mempertimbangkan akses lokasi serta kebutuhan pembangunan.
Selain ruang belajar, proyek tersebut juga mencakup pembangunan rumah guru guna mendukung kenyamanan tenaga pendidik yang bertugas di sekolah tersebut.
Al-Farlaky mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan mendukung proses pembangunan hingga selesai.
“Tidak boleh ada pihak yang menghambat pembangunan ini. Ini adalah hasil kepedulian para pembaca Kompas untuk masa depan anak-anak kita. Jika ada kebutuhan yang harus dibantu bersama, mari kita dukung agar pembangunan berjalan lancar,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan kembali SDN Teumpeun merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh Timur.
“Kami ingin menghadirkan sekolah yang nyaman, aman, dan berkualitas. Generasi yang lahir dari pendidikan yang baik akan menjadi modal utama untuk mewujudkan Aceh Timur yang lebih maju,” katanya.
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para guru, tokoh masyarakat, serta warga Kecamatan Peureulak Barat yang menyaksikan dimulainya pembangunan sekolah yang menjadi simbol nyata solidaritas pembaca Kompas bagi masa depan pendidikan anak-anak Aceh Timur. (AYD)







