MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Sebanyak 124 pengurus Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Lhokseumawe periode 2025–2030 akan dilantik pada Kamis (22/01/2026) pukul 20.00 WIB hingga selesai, di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe. Pelantikan ini dirangkai dengan Pengajian Akbar Abu Mudi dan penggalangan dana untuk korban banjir Aceh.
Pelantikan tersebut merupakan amanat Musyawarah Wilayah (Muswil) PW HUDA Lhokseumawe yang digelar pada 23 Agustus 2025. Kepengurusan lama berakhir pada 24 Oktober 2025, sehingga prosesi ini menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru.
Seluruh pengurus yang dilantik berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum PW HUDA Lhokseumawe, Abiya Tarmizi Umar, S.Pd, didampingi Tgk. H. Mirza Gunawan, M.A.P., selaku Sekretaris Umum, dan Tgk. Ismail A. Manaf, S.E., sebagai Bendahara Umum.
Pelantikan akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HUDA, Abiya Anwar Usman Kuta Krueng, setelah PW HUDA Lhokseumawe mengirimkan hasil Muswil dan susunan pengurus wilayah kepada PB HUDA.
Sekretaris Umum PW HUDA Lhokseumawe, Tgk. H. Mirza Gunawan, M.A.P., yang akrab disapa Ustadz Gunawan, berharap kepengurusan baru dapat bekerja maksimal dalam penerapan syariat Islam melalui pengkaderan ulama dan berbagai program strategis lainnya.
“Ini adalah periode ketiga saya terpilih kembali menjadi Sekretaris Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh Kota Lhokseumawe. Semoga seluruh pengurus di periode 2025–2030 bisa bekerja maksimal dalam penerapan syariat Islam melalui pengkaderan ulama dan berbagai program PW HUDA Lhokseumawe lainnya,” ujarnya.
Ketua Umum PW HUDA Lhokseumawe, Abiya Tarmizi Umar, S.Pd, menegaskan bahwa agenda utama pengurus baru adalah memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah melalui peran ulama dayah.
“Kami ingin memastikan peran ulama dayah tetap menjadi rujukan utama umat, khususnya dalam menghadapi tantangan sosial seperti kenakalan remaja dan maraknya judi online di Kota Lhokseumawe,” kata Abiya Tarmizi Umar.
Pada periode ini, HUDA Lhokseumawe menaruh perhatian besar pada isu pendangkalan akidah yang mulai terendus di Kota Lhokseumawe. Selain itu, HUDA juga berkomitmen menjaga peran ulama dayah di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Rangkaian pelantikan juga akan diisi dengan Pengajian Akbar Abu Mudi bertema “Respons Ulama Dayah terhadap Bencana Banjir Aceh”. Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa ulama dayah diharapkan tidak hanya bergerak di balik mimbar, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Wilayah Aceh yang saat ini paling terdampak banjir antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen, akibat kombinasi banjir bandang dan tanah longsor.
HUDA telah menyalurkan bantuan tahap awal berupa sembako, pakaian layak pakai, dana tunai, dan kebutuhan masyarakat. Pada tahap kedua, bantuan akan difokuskan pada masjid-masjid yang terdampak agar dapat segera digunakan kembali menjelang bulan Ramadan.
Dalam acara pelantikan ini juga akan dilakukan penggalangan dana umum. Selain itu, para pengurus yang akan dilantik telah mengumpulkan sejumlah dana yang akan digabungkan untuk membantu korban bencana.
Dana bantuan tersebut akan diserahkan oleh PW HUDA Lhokseumawe kepada PB HUDA untuk kemudian disalurkan ke seluruh daerah terdampak. Penyerahan dana akan dilakukan di akhir acara Pengajian Akbar Abu Mudi di hadapan jamaah dan disertai berita acara. Selanjutnya, akan dibuat laporan pertanggungjawaban atas penyaluran bantuan tersebut.
PW HUDA Lhokseumawe juga menyatakan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Sebelumnya, PW HUDA Lhokseumawe bekerja sama dengan Dinas Dayah Aceh menggelar Training of Trainer (TOT) Kader Dakwah Dayah pada Juli 2024 di Lhokseumawe, yang melibatkan santri dari 35 dayah.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pj Wali Kota Lhokseumawe yang menekankan tanggung jawab bersama pemerintah dan ulama dalam pencegahan pengaruh negatif sosial. Koordinasi serupa juga akan dilakukan dalam penyaluran dana bencana ini.
Sekretaris Umum PB HUDA, Abiya Anwar Usman Kuta Krueng, menyambut baik pelantikan PW HUDA Lhokseumawe dan menilai konsolidasi organisasi di daerah penting untuk menjaga eksistensi ulama dayah di tengah dinamika sosial modern.
“Konsolidasi organisasi seperti ini penting agar peran ulama dayah tetap kuat dan adaptif dalam menjawab persoalan umat,” ujarnya.
Kegiatan pelantikan, pengajian akbar, dan penggalangan dana ini terbuka untuk semua kalangan dan tanpa pungutan. Panitia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. (EQ)







