Home / BERANDA / BERITA / MANACANEGARA / POLITIK

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:05 WIB

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

MEDIALITERASI.ID | TEL AVIV – Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali melontarkan pernyataan keras. Ia menolak gencatan senjata di Lebanon dan mendesak operasi militer dilanjutkan ke seluruh wilayah negara itu. Sikapnya dinilai mengkritisi arah kebijakan Israel yang pro perang dibanding solusi damai.

“Seluruh Lebanon harus menjadi target kami. Israel tidak bisa menyetujui gencatan senjata di Lebanon,” kata Ben-Gvir kepada penyiar publik Israel KAN, Senin 22/6/2026.

Mengutip Press TV, Ben-Gvir juga menolak membedakan Lebanon dengan Hizbullah. “Saya tidak menerima pendekatan artifisial itu,” ujarnya.

Desak Netanyahu Tolak Gencatan Senjata ke Trump 

Ben-Gvir mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan langsung ke Presiden AS Donald Trump bahwa Israel menolak gencatan senjata.

“Trump adalah sahabat sejati, dan kita harus memperlakukannya dengan baik serta merangkulnya, tetapi kita perlu mengatakan kepadanya bahwa kita tidak bisa menyetujui gencatan senjata di Lebanon,” kata Ben-Gvir.

Baca Juga  321 WNA Jaringan Judi Online Internasional Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Ia menegaskan keputusan operasi militer tetap di tangan Israel. “Kitalah yang membuat keputusan, dan ada hasil yang baik bagi para prajurit kita,” tambahnya.

Pernyataan itu bukan yang pertama. Sebelumnya Ben-Gvir menulis di X bahwa “seluruh Lebanon harus terbakar” dan menyebut “untuk setiap air mata ibu warga Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis”.

Tuai Kecaman Internasional

Pernyataan bernada eskalasi itu memicu kecaman. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh pejabat senior Israel sengaja mendorong perang berkepanjangan di Lebanon.

Araghchi menyebut kepentingan utama pemerintah Israel adalah mempertahankan perang secara permanen, bukan mencari perdamaian.

Baca Juga  10 Tokoh KBM Aceh Timur Dipeusijuk di Dayah Bustanul Muttaqin

Muncul di Tengah Perdebatan MoU AS-Iran  

Sikap Ben-Gvir muncul saat perdebatan nota kesepahaman AS-Iran memanas di Israel. Pejabat Iran menegaskan penghentian serangan di Lebanon jadi komponen utama MoU yang ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump pekan lalu.

Data otoritas Lebanon mencatat serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.100 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya. Israel juga masih mempertahankan kehadiran militer di sejumlah wilayah Lebanon selatan, termasuk area yang diduduki puluhan tahun dan wilayah hasil konflik 2023–2024.

Penolakan gencatan senjata oleh Ben-Gvir mempertegas jurang antara seruan damai dari komunitas internasional dan arah kebijakan sebagian pejabat Israel yang dinilai lebih memilih opsi militer ketimbang negosiasi. (AYD)

Share :

Baca Juga

MANACANEGARA

Drone Houthi Sasar Makkah, Serangan Terbesar ke Arab Saudi Sejak 2022 Pecah di 4 Kota

ACEH

Pohon Lapuk di Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Soroti Respons Pemkab Aceh Timur

BERITA

Polisi Amankan Pria yang Diduga Aniaya Perempuan di Senayan City

ACEH

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Sampaikan Dukungan Investasi kepada Komisi III DPR RI

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

BERITA

Wakapolri: Kapolri Cup II Dorong Indoor Skydiving Indonesia Mendunia

BERITA

Dua Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Curug, Polisi Sita Senjata Api Rakitan

BERITA

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah