MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan periode arus balik Lebaran 2026 masih akan diwarnai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia pada 27 Maret hingga 2 April 2026.
Potensi peningkatan curah hujan tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, baik skala global, regional, maupun lokal, termasuk aktivitas gelombang ekuatorial, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta pengaruh tidak langsung siklon tropis.
BMKG mencatat, dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah. Curah hujan tertinggi terpantau di Papua Tengah mencapai 119,2 mm per hari, disusul Papua 64,6 mm per hari, Jawa Tengah 63,0 mm per hari, dan Jawa Barat 53,8 mm per hari.
Di wilayah Jabodetabek, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga terjadi, dengan curah hujan tertinggi di Jakarta Utara sebesar 60,0 mm per hari dan Bogor 53,8 mm per hari.
Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya gelombang Rossby ekuatorial, MJO di wilayah timur Indonesia, serta pola konvergensi angin dan pemanasan permukaan yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Dalam sepekan ke depan, BMKG mencatat nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +14,2 yang mengindikasikan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Selain itu, aktivitas MJO diprakirakan masih aktif pada 27–28 Maret 2026, khususnya di wilayah Samudra Hindia barat Aceh, Laut Arafuru, dan sebagian besar Papua.
BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia barat laut Australia yang memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa dan sekitarnya.
Untuk periode 27–29 Maret 2026, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan. Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Adapun pada periode 30 Maret hingga 2 April 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, dengan status siaga di Sumatra Barat dan Papua Pegunungan. Angin kencang juga berpotensi terjadi di Riau, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pemudik, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Pengendara juga diminta waspada terhadap hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang yang berpotensi mengganggu perjalanan selama arus balik Lebaran.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial, guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. (EQ)







