Home / BERITA

Kamis, 3 April 2025 - 11:11 WIB

Bimtek di 25 Desa Se-Kecamatan Idi Tunong  Dianggap Pemborosan Anggaran dan Tidak Tepat Sasaran

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan di 25 desa di Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, dinilai merugikan anggaran desa hingga mencapai Rp100 juta per desa. Banyak pihak menganggap kegiatan tersebut sebagai pemborosan anggaran yang tidak sesuai dengan prioritas penggunaan Dana Desa.

Kegiatan Bimtek ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan. Namun, sejumlah kepala desa dan masyarakat setempat menyatakan kekecewaannya, karena kegiatan tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan desa mereka.

Seorang Kepala Desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa setiap desa harus mengalokasikan dana sekitar Rp100 juta untuk mengikuti kegiatan Bimtek tersebut. Ia menyebutkan bahwa dana tersebut seharusnya dapat digunakan untuk proyek pembangunan yang lebih dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti perbaikan jalan, pembangunan sarana air bersih, atau pengembangan ekonomi lokal. Idi Tunong, Kamis (03/04/2025)

Baca Juga  Polres Lhokseumawe Tangkap Pelaku Eksploitasi Sumur Minyak Ilegal

“Dana desa seharusnya difokuskan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kegiatan yang manfaatnya belum terasa secara langsung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beberapa pihak mengkritik materi Bimtek yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan dan prioritas desa. Mereka berpendapat bahwa lebih banyak kepala desa dan perangkat desa yang membutuhkan pelatihan terkait pengelolaan proyek fisik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan hanya soal pengelolaan anggaran yang terkesan kurang praktis.

Kritik juga datang dari Ketua Laskar Anti Korupsi Aceh Timur, yang menyatakan bahwa penggunaan Dana Desa untuk kegiatan Bimtek tersebut merupakan bentuk pemborosan anggaran.

“Kami melihat ini sebagai pemborosan yang sangat besar. Seharusnya Dana Desa digunakan untuk kegiatan yang lebih fokus pada ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang jelas akan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa,” tegas Ketua Laskar Anti Korupsi Aceh Timur.

Baca Juga  Satreskrim Polres Aceh Timur Olah TKP Kebakaran Rumah di Simpang Ulim

Meskipun pihak penyelenggara Bimtek, yang berasal dari pemerintah kecamatan, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, mereka mengakui adanya keluhan dari beberapa desa terkait alokasi dana yang dirasa tidak tepat.

Menanggapi hal ini, di harapkan agar Bupati Aceh Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan Bimtek di desa-desa untuk memastikan bahwa anggaran Dana Desa digunakan dengan lebih efektif dan tepat sasaran. Evaluasi ini diharapkan dapat meminimalisir pemborosan anggaran serta memastikan bahwa dana desa lebih banyak digunakan untuk program-program yang mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Dengan adanya kontroversi ini, diharapkan ke depannya penggunaan Dana Desa dapat lebih efisien dan lebih fokus pada kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. [**]

Share :

Baca Juga

ACEH

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

ACEH

Waled Nuruzzahri Dukung Balai Rehabilitasi Narkoba di Jantho, Desak Pergub Qanun P4GN Segera Diterbitkan

BERITA

Tokoh Pemuda Meepago Minta Gubernur Papua Tengah Evaluasi SK Nomor 14 Tahun 2026 tentang OAP

BERANDA

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot dari Menteri Keuangan, Ini 2 Kebijakan yang Picu Ketidaknyamanan Elit

BERITA

Purbaya Yudhi Sadewa Diberhentikan, Suahasil Nazara Kini Memimpin Kemenkeu

BERITA

Tepati Janji, Pon Yaya Serahkan 26 Pasang Sepatu untuk Tim Juara Kuta Makmur

BERITA

Ketua DPRK Aceh Utara Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 20 SD di Kuta Makmur

BERITA

Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Peredaran 412 Butir Tramadol dan Hexymer