Home / BERITA

Rabu, 10 Mei 2023 - 17:03 WIB

Bangunan Sekolah Ambruk, Anak Nelayan Gelar Ujian di Luar Ruangan

KUALA SIDANG – Sebanyak 10 siswa kelas 6 Sekolah Dasar Kuala Sidang ikut melaksanakan Ujian Sekolah, Senin (8/5/2023).

Dari jumlah tersebut, lima siswa di antaranya merupakan siswa SD marjinal [Teluk Gedung] yang menginduk ke SD Kuala Sidang.

Meski digelar diluar ruangan kelas, anak-anak tampak semangat mengikuti ujian sekolah sebagai syarat utama mengakhiri jenjang pendidikan mereka di sekolah dasar.

“Dengan terpaksa pelaksanaan ujian kita gelar diluar ruangan kelas, karena kondisi bangunan sekolah mau ambruk anak,” kata Yuharlis dan Ernawati yang mengajar belasan tahun masih berstatus honorer, Senin (8/5/2023).

Diketahui, awal Ramadan kemarin anak-anak mulai dari kelas 1-6 terpaksa diliburkan sekolah karena kondisi bangunan dikhawatirkan mengancam keselamatan anak-anak.

“Iya, awal Ramadan anak-anak sudah diliburkan karena bangunan sekolah mau ambruk. Dan, pihak pemerintah kabupaten Mesuji terkesan lepas tangan dengan alasan wilayah berada di kabupaten Tulang Bawang. Kalau sudah tahu demikian, mengapa Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji tidak menyerahkan administrative sekolah ini sejak dulu ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Tulang ?. Akibatnya anak-anak dan kami sebagai dewan guru menjadi korban,” ujar Ernawati dan Yuharlis.

Baca Juga  Minimalisir Kecelakaan : Kapolres Subulussalam Tambal Jalan Berlubang

Mereka berharap agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mesuji segera merealisasikan pernyataannya seperti yang disampaikannya melalui sejumlah media.

“Semoga Pak Kadis Pendidikan Kabupaten Mesuji dapat menjembatani pemindahan aset sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulang Bawang, agar berbagai masalah kami mulai dari pengangkatan P3K, sarana prasarana sekolah dan lainnya ada harapan dapat terwujud,” harap mereka.

Baca Juga  Peningkatan Produktivitas Bagi Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi Teknisi Program Fashion Designer

Ditambahkan Ernawati dan Yuharlis, beberapa bulan terakhir, mereka terpaksa berhutang alat tulis dan kebutuhan hidup sehari-hari di warung setempat karena Dana BOS tahap 1 tahun 2023 belum juga cair.

“Iya, Dana BOS nya belum cair. Hutang di warung makin menumpuk lantaran Dana BOS tahap 2 tahun 2022 lalu hingga kini belum masuk ke rekening, padahal kalau dilihat di website sudah status salur. Aneh kan… hingga kini belum masuk ke rekening !. Kami mohon Bapak Presiden dapat membantu kami, kok sudah 6 bulan status salur tapi belum juga masuk ke rekening sekolah.” tutup Ernawati. [Rizky Julianda]

Share :

Baca Juga

BERANDA

OTT Revitalisasi Sekolah di Palembang, 2 Oknum PPPK Jadi Tersangka, 21 Kepsek Diperiksa Polda Sumsel

BERITA

Yosep Gobai Pertanyakan Pengakuan Delapan Kepala Suku oleh Pemprov Papua Tengah

BERITA

Presiden Prabowo Hadiri 100 Tahun Gontor, Tekankan Pendidikan, Kemandirian Pangan, dan Kedaulatan Maritim

BERITA

Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Matangkan Konsolidasi Politik Menuju 2029

BERANDA

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp106 Miliar OTT ATR/BPN ke Muktamar NU ke-35, Nama Nusron Wahid Terseret

ACEH

Pohon Lapuk di Lintas Medan-Banda Aceh Ancam Keselamatan Warga, Aktivis BAI Soroti Respons Pemkab Aceh Timur

BERITA

Polisi Amankan Pria yang Diduga Aniaya Perempuan di Senayan City

ACEH

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Sampaikan Dukungan Investasi kepada Komisi III DPR RI