Home / BERITA

Minggu, 12 Oktober 2025 - 22:21 WIB

Aktivis Soroti Pimpinan HKBP: Jemaat Berjuang Izin Gereja, Pemimpin Sibuk Urus PT TPL

MEDIALITERASI.ID |MEDAN –  Aktivis hak asasi manusia (HAM) dan pegiat toleransi, Fredi Marbun, menyoroti sikap pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang dinilainya kurang memberi perhatian pada perjuangan jemaat di berbagai daerah untuk memperoleh izin pendirian gereja.

Menurut Fredi, di saat banyak jemaat HKBP masih berjuang agar dapat beribadah dengan damai dan mendirikan rumah ibadah secara resmi, jajaran pimpinan tertinggi HKBP justru terlihat lebih fokus pada isu lain, termasuk persoalan seputar PT Toba Pulp Lestari (TPL).

“Ini sangat memprihatinkan. Jemaat HKBP sedang menghadapi tantangan berat untuk memperoleh izin mendirikan gereja, tetapi para pemimpinnya justru sibuk berbicara tentang PT TPL,” ujar Fredi dalam keterangan tertulisnya di Medan, Sabtu (11/10/2025).

Ia menegaskan bahwa tugas utama seorang pemimpin rohani adalah memperjuangkan hak-hak umatnya untuk beribadah dan melayani Tuhan tanpa hambatan, bukan mencampuri urusan korporasi yang sarat dengan kepentingan ekonomi maupun politik.

“Ephorus HKBP seharusnya menjadi suara kenabian bagi jemaatnya, bukan bagian dari permainan bisnis atau politik. Umat menunggu kepemimpinan yang berpihak pada penderitaan jemaat, bukan pada kepentingan duniawi,” tegasnya.

Baca Juga  Kemendagri : Utamakan Transparansi Dan Akuntabilitas Untuk Acara Sail Tidore 2022

Selain itu, Fredi juga mendesak agar pimpinan HKBP lebih transparan dalam pengelolaan aset gereja dan dana sentralisasi yang dikumpulkan dari jemaat di seluruh Indonesia.

“Banyak aset HKBP yang tidak diketahui secara pasti oleh jemaat. Mereka berhak tahu berapa nilai dan pendapatan dari aset-aset tersebut serta kemana peruntukannya, karena jemaat adalah bagian dari tubuh gereja itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pengelolaan dana hasil sentralisasi pergerejaan yang selama ini belum pernah dijelaskan secara terbuka.

“Berapa jumlah setoran sentralisasi setiap tahunnya dan digunakan untuk apa? Ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada jemaat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan organisasi,” tambahnya.

Fredi menilai, masih banyak gereja HKBP di pelosok yang berdiri dalam kondisi tidak layak, bahkan ada yang masih berupa bangunan semi permanen. Menurutnya, kondisi ini semestinya menjadi perhatian utama pimpinan HKBP.

“Alih-alih sibuk tampil di forum politik dan ekonomi, seharusnya Ephorus dan pimpinan pusat fokus memperhatikan gereja-gereja kecil yang tertinggal dan jemaat yang berjuang dengan keterbatasan,” katanya.

Baca Juga  Sebagai Anggota Polri Harus Bisa Memberi Contoh Yang Baik Bagi Masyarakat

Lebih lanjut, Fredi menyinggung sikap pimpinan HKBP yang vokal berbicara tentang hak asasi manusia (HAM) dalam konteks PT TPL, namun dinilai kurang peka terhadap pelanggaran kebebasan beribadah yang dialami jemaatnya sendiri.

“Kalau benar memperjuangkan HAM di tengah masyarakat Batak, mengapa tidak memperjuangkan hak jemaat HKBP yang menjadi korban intoleransi dan radikalisme di berbagai daerah?” ujarnya.

Fredi berharap agar HKBP kembali kepada roh pelayanan sejati sesuai panggilan gereja, yaitu melayani, bukan dilayani.

“Kami berharap Ephorus HKBP dan seluruh pimpinan pusat meneladani Kristus dalam kesederhanaan, keberanian, dan kejujuran — bukan terseret urusan bisnis, politik, atau relasi kuasa yang menjauhkan gereja dari misinya yang kudus,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak HKBP belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan dan kritik yang disampaikan oleh Fredi Marbun. (Tim RZ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Komisioner Baitul Mal Aceh Timur Dilantik, Bupati Al-Farlaky Minta Genjot Pendapatan Zakat

BERITA

Gisman Bantah Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dalam Polemik KAPP Papua Tengah

BERANDA

BREAKING: Gunung Anak Krakatau Erupsi Hari Ini, Tinggi Kolom Abu Tidak

BERANDA

Persimpangan Karier Veda Pratama: Naik ke Moto2 2027 atau Bertahan di Moto3?

ACEH

Memasuki Tahun Kedua, Bupati Aceh Timur Tekankan Disiplin ASN dan Targetkan Kemiskinan 2 Persen

BERITA

Polda Kepri Kembali Gerebek Kampung Aceh, 114 Orang Diamankan untuk Pemeriksaan

BERITA

Kajari Luwu Timur Tegaskan Tak Akan Mundur Usut Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Vale

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?